Arsip Tag: memilih cetak buku

Mencari Jasa Cetak Buku Yang Cocok Untuk Anda

Antara Layanan Jasa Cetak Buku dan Penerbit Buku

open book pages on surface
Photo by Pixabay on Pexels.com

Mencari layanan cetak buku yang sesuai untuk anda sekarang ini sangatlah mudah. Terlebih sekarang ini sudah cukup banyak bertebaran dimana-mana. Mulai dari googling pencarian, hingga berkunjung ke marketplace yang tersedia, atau bisa langsung datang ke pusat percetakan yang ada.

Jasa Cetak Buku adalah layanan cetak yang berfokus kepada pembuatan buku dari berbentuk data (file) ke dalam bentuk fisik. Perlu kita ketahui, proses cetak buku sudah ada sejak masa lampau, dengan berbagai teknik percetakan.

Sayangnya industri cetak buku di Indonesia tidak berkembang jauh, tidak hanya karena rendahnya literasi, namun maraknya pembajakan buku berperan serta pada merosotnya penjualan buku.

Beruntung sekarang ini banyak tumbuh Penerbit Indie, yang pastinya akan memudahkan para penulis untuk menerbitkan serta mencetak bukunya sendiri. Hal ini terjadi karena sulitnya menembus penerbit-penerbit besar. Penerbit Buku besar umumnya menyortir semua naskah yang masuk, baru bisa diterbitkan. Tapi bagi berbagai kalangan penulis-penulis baru sangat sulit untuk menembusnya. Beruntunglah penerbit indie sekarang ini banyak tumbuh pelbagai provinsi. 

Tidak hanya memudahkan, penerbit-penerbit indie ikut juga membangun industri cetak kita, namun rata-rata masih skala oplah kecil saja, itupun terjadi karena kebutuhan pasar juga. Tapi tidak mengapa, sekarang ini  sudah memungkinkan mencetak buku hanya 1 saja. Ada banyak percetakan buku yang mampu mencetak buku dengan jumlah minimum.

Bisa mencetak buku dalam jumlah minimum pastinya akan sangat memudahkan bagi penulis baru dan penerbit kecil yang baru memulai rintisan usahanya. Jangan sampai  salah pilih ya, dalam memilih penerbit ataupun percetakan. Ada banyak hal yang harus kita ketahui sebelum mencetak buku kita. 

Hal Yang Perlu Ketahui Sebelum Anda Cetak Buku

thoughtful young arab woman studying online on netbook in courtyard
Photo by Keira Burton on Pexels.com

Kok mau cetak buku saja ribet sih? Mencetak buku harus dengan mesin yang sesuai standar, tidak asal cetak saja. Sebenarnya ada beberapa standar cetak buku yang wajib kita ketahui, mari kita mulai dari masalah Filenya.

1. File Yang Digunakan Dalam Cetak Buku

File buku baiknya kita pecah menjadi 2 bagian pertama file isi buku dan file cover buku, untuk memudahkan layout pracetak buku anda. Karena antara cover dan isi buku tidak dikerjakan bersamaan dan memakai jenis kertas yang berbeda pula.

Mengenai file cover dan file buku ada standarnya juga loh, berikut penjelasannya :

a. File Buku Sebaiknya Dalam Format PDF

Kenapa harus pdf bukankah microsoft word juga bisa? Tidak.. Tidak… Harus file PDF, dengan menggunakan file PDF kita bisa mengurangi resiko missing font seperti pada file Microsoft Word. Tapi File PDF tidak menjamin pula, sebaiknya kita menyimpan dalam format PDF/A.

Menyimpan file cetak buku dalam format PDF/A sangat berguna sekali, karena akan memudahkan kerja tempat cetak buku anda tuju.

save word format pdf
Klik gambar untuk memperbesar.

b. File Cover Serta Gambar Dalam Resolusi 300 dpi

Pada waktu memulai mengedit cover buku atau gambar harap pastikan betul layoutnya dalam 300 Pixels/Inch. Kalau mengenai color mode sebaiknya dalam format CMYK, ini akan memudahkan mencetak dimana saja. Karena spesifikasi mesin cetak atau printer dalam bentuk CMYK.

setting cover photoshop
Klik gambar untuk memperbesar.

Dengan file dalam resolusi tinggi tentunya akan menghasilkan hasil cetak yang sangat baik, tapi anda juga harus tahu juga, jenis mesin cetak yang dipergunakan percetakan buku tersebut. Apakah mesin lama atau teknologi baru dan modern.

2. Bahan Cetak Buku Apa Saja?

Unsur dalam Buku itu sederhana banget kok, cuma 3 jenis saja. Pertama Cover Buku, Isi Buku, dan pengikat antara cover dan isi yaitu Lem Buku. Nah sekarang kita harus tahu juga bahan apa saja yang dipergunakan masing-masing komponen tersebut.

a. Cover Buku

book surrounded with shells
Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Cover Buku pada umumnya menggunakan bahan Art Carton 260 gsm untuk soft cover (paperback), ada pula yang menggunakan kertas Ivory juga. 

Mengenai hardcover menggunakan bahan Art Paper 150 gsm, yang kemudian direkatkan kepada kertas tebal yaitu board karton.

Agar hasilnya maksimal, sangat kami sarankan harus dilaminasi doff atau glossy, agar cover buku tidak retak bila terlipat dan bisa melindungi dari kotoran serta tetesan air.

b. Isi Buku

Untuk buku bacaan terdiri 2 jenis kertas saja yang digunakan, yaitu Book Paper dan HVS. Kedua kertas ini sudah standar umum, dan kita sering melihatnya pada buku-buku yang ada. Lain halnya untuk majalah, kertas rekomendasi untuk majalah adalah Art Paper 150 gsm, bisa juga menggunakan Art Paper 120 gsm.

photo of dried pin cones on top of books
Photo by lilartsy on Pexels.com

c. Lem Buku

Mengenai lem buku sendiri memakai Lem Panas, bukan Lem Fox atau Lem Aibon, karena daya rekatnya masih cukup kurang, serta butuh pengalaman tinggi untuk menjilid secara sempurna. 

Lem Panas adalah lem yang harus dipanaskan terlebih dahulu, karena awalnya berupa biji-biji lem yang meleleh pada suhu 120° Celcius. Mesin jilid buku wajib menggunakan lem panas, tidak bisa menggunakan sembarang lem.

Baca Juga: Ukuran Standar Buku.

Memilih Tempat Cetak Buku Yang Tepat

green and black industrial machine
Photo by Wendelin Jacober on Pexels.com

Ketika memilih percetakan buku ada hal yang harus kita ketahui terlebih dahulu, tidak sembarang cetak mana saja. Karena beberapa percetakan memiliki fokus bidangnya masing-masing.

Mengenai cetak buku sendiri, sekarang ini ada 2 pilihan, kalau dulu masih berbasis cetak offset saja. Sekarang ini, setelah adanya digital print, barulah ada 2 pilihan dalam mencetak buku. Baik cetak offset dengan print digital itu sangatlah berbeda satu sama lainnya.

1. Layanan Cetak Buku Offset

Cetak offset sudah ada sejak lama, kalau datang ke percetakan offset, anda akan melihat mesin-mesin berukuran besar, dan membutuhkan operator cetak yang terampil dan berpengalaman. 

Salah satu kelemahan pada Cetak Buku Offset, kita tidak bisa mencetak dalam jumlah minimum. Karena ada ketentuan biaya produksi setiap mencetak, minimal oplah cetak setiap judul buku 1000 eksemplar, kalau 500 eksemplar biaya produksi per bukunya jadi tinggi.

2. Layanan Cetak Buku Print Digital (POD)

Nah, pada Cetak Digital, sebenarnya tidak ada ketentuan jumlah cetak, 1 buku saja bisa tercetak. Mengenai hasil cetaknya sendiri, sudah menyamai dengan hasil cetak offset. Tapi untuk cetak isi buku, harus mencari Percetakan yang menggunakan tinta cetaknya tidak mengkilap. 

Beberapa mesin Cetak Digital hasilnya tintanya mengkilap, tentunya hal ini tidak begitu menyenangkan bagi para pembaca buku. Karena untuk membaca buku sudah wajib menggunakan tinta yang matte, agar bisa membaca buku berlama-lama.

Lihat Juga: Harga Cetak Buku Murah.

Memilih Penerbit Buku Yang Tepat

Memilih sesuatu barang sudah pastinya mencari yang bagus, berkualitas, dan murah. Begitu pula dalam mencari penerbit yang tepat untuk anda, anda harus tahu betul penerbit mana yang cocok dengan selera anda. Kenapa selera? Setiap Penerbit Buku punya aturan masing-masing, bahkan mempunyai genre buku dan ciri khas desainnya.

Ada penerbit yang fokus kepada penerbitan novel, dan ada pula yang fokus kepada penerbitan akademis. Jangan sampai pilih ya, berikut poin utama dalam memilih penerbit buku yang tepat untuk anda.

Baca Juga: Pengertian Penerbit Buku.

1. Lihat Koleksi Yang Sudah Mereka Terbitkan

Dengan melihat koleksi buku penerbit anda bisa menilai hasil desain cover buku dari Penerbit, Apakah sudah sesuai dengan buku yang akan anda terbitkan.

2. Mintalah Contoh Sample Layout Isi Buku

Penerbit yang sudah anda pilih, coba bandingkan dengan  koleksi buku yang anda miliki, kalau bisa dari penerbit yang sudah ternama.

3. Tanyakan Waktu Pengerjaan Penerbit Tersebut

Seringkali kita menganggap desain cover dan layout adalah pekerjaan mudah, tapi hal ini membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup panjang. Biasanya Penerbit mematok waktu sekitar 2 minggu, dengan 3 kali revisi.

4. Harga Berbanding Lurus Dengan Kualitas

Beberapa penerbit indie mematok biaya penerbitan yang murah dan bagus pula, tapi antrian terbitnya bisa cukup lama juga, itu adalah hal yang wajar.

5. Terakhir Mintalah Sample Hasil Cetak

Kalau merasa kurang bagus, cobalah minta file naskahnya dan mencetaknya pada percetakan buku yang anda suka, tapi harus seizin penerbit ya, tidak boleh sembarangan.

Kesimpulan

Ada beberapa poin yang harus kita ketahui dalam mencetak buku, agar tidak salah kaprah, antara Percetakan buku dan Penerbit Buku.

  1. Percetakan buku dapat mencetak buku-buku untuk keperluan tugas, laporan kerja, ataupun ebook, anda bisa langsung ke tempat cetak buku, tidak bisa ke Penerbit. Karena jelas kebutuhannya sangatlah berbeda.
  2. Penerbit buku memang khusus bagi anda yang ingin bukunya diterbitkan,  dan mempunyai ISBN, agar dapat mengenalkan karya anda buat sendiri. Jangan hasil karya orang lain ya. 😃
Lihat Juga: Cara Menerbitkan Buku.