Cara Menulis Buku Dengan Langkah Yang Tepat

Menulis Buku kedengarannya cukup menyulitkan tapi ternyata tidak juga kok? Bagi segelintir Penulis, menulis adalah salah satu proses kreatif dari kehidupan. Kemampuan manusia menulis ada sejak lama, semenjak penemuan huruf, manusia mulai menuliskan isi pikirannya ke dalam kertas untuk dibaca orang lain.

Sekarang ini, menulis dalam bentuk tulisan yang sangat panjang kedengarannya sangat langka, terlebih banyak yang terbiasa tinggal “copy-paste” saja. Gemah-ripah penulisan tidak terasa hingar-bingarnya lagi.

Syukurlah, sekarang ini geliat dunia buku mulai bangkit, banyak lahirnya penerbit baru yang sedang membuka jalannya tersendiri.

Sebenarnya menulis buku tidak terlalu sulit, asalkan kita dapat menemukan langkah yang tepat dan terarah. Untuk membantu anda mencapai tujuan itu, kami berikan beberapa langkah produktif untuk menulis buku.

Carilah Ide Anda

clear light bulb placed on chalkboard
Photo by Pixabay on Pexels.com

Salah satu hal penting dalam membuat karya buku anda adalah menemukan ide besar. Sayangnya ide tidak datang begitu saja, terkadang ide datang dengan sendirinya. Tapi masalahnya kemudian, anda enggan melanjutkannya lagi. Saya teringat J.K. Rowling mendapatkan ide menulis Harry Potter, ketika keretanya mengalami keterlambatan keberangkatan dari Manchester ke stasiun King’s Cross London pada 1990.

Lalu bagaimana dengan kita sendiri, tentu tidak banyak orang yang begitu saja menemukan ide besar begitu saja. Untuk hal itu, mulailah dengan mengajukan pertanyaan sederhana kepada diri sendiri :

  • Apa yang ingin saya tulis?
  • Hal penting untuk ditulis?
  • Siapa yang ingin membaca tulisan saya?
  • Apakah ide ini bisa berjalan secara efektif?

Jawaban pertanyaan-pertanyaan ini tentunya akan membantu anda mencari pilihan terbaik penulisan buku anda. Pada sisi lain, lihatlah koleksi buku anda, dengan melihatnya bisa membantu menggambarkan arah penulisan anda sendiri.

Riset Genre Gaya Penulisan Anda

woman in black crew neck t shirt sitting on books
Photo by Ichad Windhiagiri on Pexels.com

Melihat diri sendiri adalah hal paling terpenting, anda dapat melihat tulisan anda sebelumnya, mulai dari catatan buku pribadi hingga tulisan pada media sosial yang pernah anda tulis. Jangan pernah malu melihat tulisan anda sendiri, anda mungkin bisa tercengang melihat tulisan anda sendiri, bahkan bisa tahu pada waktu mana tulisan anda mengalir begitu bebasnya.

Tetapi jika ingin menulis hal yang berbeda, bisa lihat buku populer yang laris terjual pada market place, atau lihat pada situs BookDepository, mereka sangat baik dalam memetakan buku-buku sesuai dengan genrenya. Jadi kita akan tahu yang orang-orang suka baca.

Lihat Juga : Macam Genre Buku.

Buatlah Outline Garis Besar

Untuk menulis buku, ada baiknya membuat garis besar isi buku tersebut, agar mempermudah arus penulisan buku tersebut. Saya sendiri sebelum menuliskan tulisan ini saja, membuat beberapa poin-poin penting yang perlu sampaikan. Dengan membuat poin-poin kita akan tahu titik mana saja yang perlu tekankan, agar informasi ini sampai ke para pembaca.

Lain dengan novel, outline garis besarnya tentu saja berbeda, hal paling berbeda adalah pada poin konflik yang tercipta pada novel tersebut.

Outline garis besar penulisan ada pada awal, tengah, dan akhir, tentu kita menginginkan buku tersebut mengalir apa adanya. Yang paling penting anda memiliki karakter penulisan anda sendiri.

young black man working with report and outlining text
Photo by Keira Burton on Pexels.com

Mulailah Dengan Awal Yang Menarik

Setelah kita membuat outline dari penulisan buku, hal yang paling terberat adalah bagian pertama, karena pada bagian awal adalah letak pertama kali para pembaca masuk. Seperti pintu masuk menyelami dunia buku anda.

Pada awal bagian buku itulah, bagaimana para pembaca tertarik. Setelah mereka melihat sampul, para pembaca akan melihat bagian-bagian awal buku tersebut.

Tentu saja pada bagian awal anda harus mencoba bereksperimen, tidak hanya melulu hal yang umum, salah satu contoh Novel karya Milan Kundera. Dia memiliki ciri pengantar sangat berbeda, pembahasan awalnya berbeda, entah kenapa tiba-tiba kita masuk pada cerita yang berbeda lagi.

Fokuslah Pada Gaya Menulis Anda

Gaya penulisan bukanlah harus mengenai ciri khas penulisan anda, kalau belum merasa menemukan gaya penulisan anda. Anda boleh mengikuti gaya penulisan orang lain, Seperti Bertrand Russel, pada masa penulisannya dia mencoba mengikuti gaya penulisan John Stuart Mill.

black and red typewriter
Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Dengan mengikuti gaya penulisan penulis lain, lama kelamaan anda akan mampu menemukan gaya penulisan anda sendiri.

Kalau belum menemukan, sesekali cobalah menulis pada waktu senggang, atau bisa sesekali langsung menuliskan ketika ada hal yang ingin perlu sampaikan.

Sebenarnya dengan menulis secara seketika ketika datang ide, itu terasa sangat baik, tak hanya melatih gaya penulisan anda. Tapi juga akan menambah keragaman kosa kata serta kalimat.

Pikirkanlah Para Pembaca Anda

Meskipun menulis adalah bentuk ekspresi dari sebuah pikiran. Kita perlu juga, mengetahui para pembaca sukai. Alih-alih ingin membuat sesuatu tulisan yang berbeda malahan para pembaca tidak mengerti isi tulisan anda.

Cara mengetahui apa yang para pembaca sukai dengan melakukan riset pada situs penjualan buku. Pada situs BookDepostory sudah menampilkan buku mana saja yang menjadi Best Sellers.

person in white shirt with brown wooden frame
Photo by cottonbro on Pexels.com

Tapi akan menjadi berbeda, kalau anda menulis untuk segmen tertentu, pastinya anda sendiri sudah memiliki alasan tersendiri untuk menulis buku tersebut. Tidak dapat pungkiri, buku yang bagus belum tentu Best Seller, ada banyak buku yang mengilhami para penulis besar tapi berasal bukan dari buku Best Seller.

Tetapkan Target Tulisan

Menetapkan target penulisan adalah hal terpenting pada penulisan buku, sebenarnya sudah banyak yang mengajarkan ini. Dari mulai membiasakan menulis 500-750 kata per hari, dengan cara ini sangat bermanfaat sekali bagi yang belum terbiasa menulis sama sekali.

Dengan asal corat-coret tulisan dari 500-750 kata perhari, lambat laun tidak akan terasa tulisan anda sendiri akan bertambah banyak, pada titik tertentu tidak akan terasa, tulisan anda mencapai 1.500-2.000 kata per sesi anda menulis. Kalau sudah biasa melatih hal demikian, anda bisa menetapkan target penulisan buku anda sendiri.

Menulis buku itu bukanlah hal cepat, bukan sistem kebut semalam. Menulis sebuah buku itu adalah menabung kata. Sebenarnya buat saya pribadi menyelesaikan buku dalam waktu kurang setahun sudah sangat cepat sekali.

Atur Rutinitas Menulis

Sudah tahukan, kalau rutinitas keseharian kita suka menghambat hal yang kita inginkan, terlebih yang sudah terjebak dalam dunia pekerjaan, waktu menulis akan menjadi hal sempit bagi anda.

Tapi cobalah Petakan waktu anda dalam sehari, pada titik waktu mana yang bisa anda luangkan dalam sehari. Pertanyaan dasarnya begini :

  • Kapan saya memiliki waktu luang paling banyak? Dalam sehari atau minggu?
  • Pada jam berapa saya lebih produktif menulis?
  • Bagaimana saya mengatur jarak setiap sesi penulisan?
gold ipad beside stylus
Photo by Jess Bailey Designs on Pexels.com

Setelah anda melihat diri sendiri, anda akan tahu bagaimana anda memanfaatkan jadwal dan mengatur waktu penulisan anda sendiri. Jangan terlalu banyak mengambil banyak waktu, nanti anda bisa jatuh dalam kebosanan. Niatnya agar cepat selesai, malahan tulisan anda semakin memburuk.

Siapkan Ruang Menulis

Tidak semestinya seperti ruang kerja anda. Ruangan untuk menulis untuk keperluan menjaga konsentrasi dan ide-ide anda. Anda bisa menulis pada kamar anda sendiri.

Bagi anda yang menyukai kesunyian dan hening, carilah ruangan untuk menulis yang tergolong sunyi, terlebih kita tahu ada saja gangguan tiap harinya, bisa berupa suara kendaraan serta lainnya.

photo of woman taking notes
Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Pakai Aplikasi Menulis Dengan Maksimal

Zaman yang serba canggih sekarang ini, memungkin anda menulis pada waktu kapan saja, bisa pada waktu perjalanan berangkat kantor, jam istirahat, atau bisa juga ketika sedang rileks di kamar tidur. Sekarang tidak perlu lagi menenteng laptop kemana saja. Dengan Android atau Iphone anda, bisa menjadi media menulis.

Dengan menggunakan aplikasi menulis yang tepat, anda bisa lebih produktif, baik itu menggunakan Microsoft Word atau Google Docs. Sekarang ini 2 aplikasi tersebut sudah mampu saling hubung, satu sama lainnya, and tidak perlu menyimpan data tulisan pada flashdisk lagi.

Setelah anda selesai menulis dengan laptop, lalu berpindah ke telepon genggam anda dapat kita lakukan sekarang ini.

Jaga Motivasi Anda

now or never quote
Photo by Daria Shevtsova on Pexels.com

Menjaga motivasi diri adalah hal yang paling sulit, seringnya pada awal penulisan anda sangat semangat sekali, tapi karena mengatur waktu dan pikiran anda terlalu padat, anda akan terjerumus pada kebosanan.

Ketika muncul kebosanan anda perlu lihat kembali, kenapa anda memulai tulisan tersebut. Dan cobalah melihat sejauh mana tulisan anda. Bisa dengan mengkoreksi kesalahan kata, atau juga bisa membaca tulisan itu kembali.

Rileks Ketika Buntu

Ketika anda mulai pada titik buntu, terlebih anda sudah menjaga motivasi menulis anda, memang baiknya berhenti sebentar. Cari aktivitas lain yang bisa mengobati kebuntuan anda.

Anda bisa jalan-jalan kemana saja dahulu , entah itu ke Coffee Shop atau pergi ke tempat anda bisa menghibur diri sendiri. Nantinya kita bisa menemukan sendiri sendiri kebuntuan tanda tanya tersebut.

Mengistirahatkan pikiran penting sekali, makanya sejak awal mengatur ritme penulisan sangatlah penting sekali.

people sitting on chair near red bus
Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Jangan Terburu-buru Menyelesaikannya

Kita sudah tahu terburu-buru menyelesaikan adalah hal buruk dalam setiap kegiatan. Anda boleh saja menunda sebentar, terlebih sudah memasuki bagian akhir buku tersebut.

Luangkan waktu untuk mencari alternatif penutup tulisan anda, hampir sama pada waktu awal anda menulis. Mencari penutup tulisan anda sangatlah penting sekali, karena pada akhirnya para pembaca bisa menarik kesimpulan menyukai tulisan anda.

Carilah Penilaian Teman

cheerful diverse girlfriends reading document at table
Photo by Gary Barnes on Pexels.com

Meminta penilaian orang lain adalah hal yang paling tepat setelah tulisan buku anda selesai. Anda juga harus mampu menerima dan memahami penilaian teman anda.

Kalau masih merasa kurang sreg, anda bisa meminta penilaian teman anda lainnya. Tapi baiknya pada poin-poin penting tulisan anda.

Anda bisa membagikan pengantar buku anda saja, tidak perlu menyeluruh, kalau anda merasa perlu keseluruhan penilaian teman anda. Boleh juga kok memberikan draft tulisan anda seluruhnya,

Temukan Penerbit Yang Tepat

Pada bagian ini anda bisa memberikan draft tulisan anda kepada penerbit besar yang telah anda tuju. Pastikan anda tahu syarat-syarat agar tulisan anda diterbikan, Jika sudah anda kirim tapi belum mendapatkan jawaban, Anda bisa kok mencari Penerbit Indie.

Ketika menerbitkan Penerbit Indie, seluruh biaya penerbitan itu ditanggung anda, Yang paling penting adalah anda harus siap dengan biaya dan strategi marketing anda sendiri.

Lihat Juga : Cara Menerbitkan Buku.

Buku Itu?

man standing inside library while reading book
Photo by Mark Cruzat on Pexels.com

Buku adalah benda yang selalu dibaca dan dilupakan begitu saja. Sebagian orang yang menganggap isi buku lebih penting dari pada bentuknya, ada juga yang masih sibuk mencari kesempurnaan bentuk bukunya.

Memang benar, sesuatu yang kurang tidak begitu mengenakkan, sesuatu yang tidak sempurna terasa memekakkan perasaan. Terlebih semua itu membutuhkan pengorbanan, dari yang menabung jauh-jauh hari, hingga mengurangi jatah makan.

Buku itu sesuatu benda yang berarti, ada yang menganggapnya mahal, adapula yang menganggapnya buat apa? Bagi segelintir orang, buat apa baca buku, “bikin pusing kepala saja” atau “seperti orang pintar aja baca buku”.

Yah, kira-kira seperti itulah orang menilai, baik cakap atau buruknya.

Lebih baik menceritakan mengenai buku itu?

Bagaimana Buku Itu Sebaiknya Terlihat

Menarik Dari Segi Sampul

woman reading harry potter book
Photo by Dids on Pexels.com

Banyak buku yang memiliki sampul yang menarik, bahkan kemasannya begitu fantastis (dari segi kertas), hingga desain yang sangat menarik. Ada pula yang tertarik karena sampulnya yang menarik dan sesuai citra isi buku itu sendiri.

Namun ada pula yang desain sampul yang kurang merepresentasikan pesan dari isi buku tersebut, ini covernya kesasar kemana-kemana.

Sampul yang menarik tidak hanya berupa warna, ilustrasi gambar, atau hasil fotografi yang menarik. Sampul buku yang menarik mampu memberi sebagian pesan apa isi buku tersebut.

Lihat Juga : Pengertian Sampul Buku.

Tata Letak Isi Yang Rapi

Kerapihan itu untuk memudahkan para pembacanya. Agar dapat membaca berlama-lama dan menikmati isi buku tersebut. Isi buku itu tidak oleh mata saja menikmatinya, melainkan juga pikiran dan hati juga ikut menikmati lebih dalam.

crop faceless woman reading book on bed
Photo by Koshevaya_k on Pexels.com

Misal sebuah novel, pastinya membacanya memakan waktu yang lama. Novel yang menarik memilik tata letak paragraf dan jarak antar tulisan yang baik, biar mata bisa membaca kanan kiri dari teks tersebut dengan nyaman.

Jenis Tulisan Yang Terbaca Baik

book page
Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Memangnya kita tidak bisa menggunakan sembarang tulisan, pastinya tidaklah. Setiap jenis tulisan memliki ciri khas bahkan memiliki fungsinya masing-masing.

Tidak hanya bentuknya yang bagus, modern, classic, atau futuristik. Memilih bentuk tulisan haruslah sesuai dengan genre.

Bentuk tulisan yang sesuai genre, itu sangat membantu pembacanya menyelami tulisan tersebut. Tapi jangan lupa, perhatikan bentuk tulisan, pilihlah yang bentuk tulisannya yang terbaca dengan mudah, baik pada waktu dibaca cepat atau berlama-lama.

Lihat Juga : Buku Cetak VS Ebook.

Menggunakan Kertas Book Paper

a rose bookmark on an open book
Photo by Dario Fernandez Ruz on Pexels.com

Tahu tidak? Kertas Book paper memiliki warna buram kuning kecoklatan, sangat nyaman membacanya berlama-lama. Bukan persoalan lamanya, poin paling pentingnya adalah tidak cepat membuat mata kelelahan.

Memang wajar rata-rata novel menggunakan kertas book paper pada isi bukunya, karena novel sendiri memang membaca butuh waktu lama, membuat hanyut dan larut para pembacanya kedalam sebuah cerita.

Adapula segelintir orang menyukai aroma yang khas dari kertas book paper ini, bahkan adapula yang menyukai aroma tinta cetak sebuah buku seperti Umberto Eco, “I love the smell of book ink in the morning.”

Kualitas Cetak Yang Bagus

white soft tube bottles
Photo by Ulrich Scharwächter on Pexels.com

Hasil cetakkan yang baik akan mempengaruhi kebahagian membaca buku, sebaiknya menggunakan kualitas cetak beresolusi tinggi, untuk menciptakan tulisan yang padat dan tidak buram. Kenapa padat? Ada banyak hasil cetak yang berbayang dan tulisannya berpedar.

Untuk isi buku baiknya menggunakan tinta yang matte, bukan glossy. Sekarang ada banyak sekali hasil print digital (bukan cetak offset) yang hasil glossy, tentu ini akan membuat mata kita tidak nyaman, membuat mata cepat lelah.

Alangkah baiknya memakai cetak offset atau print digital yang hasilnya setara dengan offset, ini akan membuat buku memiliki hasil cetak yang bagus dan sempurna.

Lihat Juga : Apa Itu Jilid Lem Panas?

Cara Menerbitkan Buku

books school stack eyewear
Photo by Poppy Thomas Hill on Pexels.com

Jika anda ingin menjadi seorang penulis, atau sudah menjadi penulis, mungkin pernah berpikir untuk menerbitkan buku sendiri. Tantangan terbesarnya adalah mencari penerbit yang mau menerbitkan buku anda. Belum lagi ancaman terbesarnya buku tidak laku pejualannya.

Memang, sekarang makin banyak opsi untuk menerbitkan buku, waktu sebelumnya kita harus mengirimkan naskah kebeberapa penerbit besar yang bisa menerbitkan buku secara gratis. Tapi karena proses kurasi yang sangat ketat naskah anda tidak lolos seleksi.

Kalau anda yakin dengan naskah anda, bisa kok menerbitkan buku secara mandiri, istilahnya Self-Publishing.

Berikut ada beberapa hal yang harus ketahui sebelum menerbitkan buku :

Memilih Model Penerbitan

technology watch business police
Photo by Markus Winkler on Pexels.com

Banyak sekali pilihan penerbit buku, mulai dari penerbit mayor hingga penerbit indie, mereka memiliki aturan tersendiri dalam menerbitkan buku. Kalau ingin menerbitkan ke penerbit mayor, tidak ada langkah berikutnya. Karena penerbit mayorlah yang mengurus semuanya.

Nah, sekarang bicara mengenai penerbit indie, rata-rata penerbit indie memiliki syarat yang mudah dalam menerbitkan buku. Mengenai biaya itu sangat variatif, tapi jangan terkesima dengan biaya penerbitan murah. Lihatlah portofolio penerbit dahulu :

  • Berapa banyak buku yang sudah terbit?
  • Desain buku dari cover hingga tata letak isi.
  • Model pemasaran dan kerjasama .

Cek dan Edit Secara Menyeluruh

focused female employee reading information on computer in office
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Jangan pernah ragu untuk mengecek tulisan anda sendiri, dengan mengecek kita bisa tahu tulisan yang salah, bahkan anda bisa tahu bagian mana yang salah penyampaian kalimat. Baiknya tidak anda sendiri mengeceknya, mintalah tolong teman anda untuk mengecek buku tersebut.

Setelah selesai, editlah buku tersebut dengan perlahan, ada berapa hal yang harus perhatikan :

  • Pilihlah ukuran buku yang sesuai genre buku
  • Perhatikan margin buku tersebut, sebagai gambaran buku A5 menggunakan margin atas bawah kiri kanan masing-masing 2 cm.
  • Pastikan Awal Bab berada pada posisi halaman ganjil, buku akan terlihat rapi dan nyaman dibaca.
  • Tengok koleksi buku anda, itu bisa jadi gambaran real buku bagaimana buku anda nanti.
ukuran buku
Contoh ukuran buku pada Microsoft Word
margin buku
Contoh Margin buku pada Microsoft Word
Lihat Juga : Ukuran Buku.

Pilihlah Judul BukuYang Mudah Diingat

your soul is a river by nikita gill book
Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Mungkin dari awal anda sudah memikirkan judul tersebut, tetapi belum tentu itu benar-benar keputusan yang tepat. Tentu anda tahu, judul buku adalah hal pertama kali yang membuat para pembaca anda tertarik.

Buatlah beberapa pilihan Judul Buku, yang bisa anda pertimbangankan, tapi jangan terlalu cepat memutuskan. Biarkan beberapa hari, lalu coba tengok dan renungkan buku tersebut. Pelan-pelanlah dalam mengambil keputusan, karena judul buku langkah awal buku anda.

Format Tata Letak Buku Anda

Setelah naskah selesai edit dengan cara saksama, sekarang kita masuk kedalam bagian format buku anda. Dari judul bab, rata teks, dan penomoran halaman. Hal ini tidak hanya memudahkan bagi penerbit, tapi penerbit bisa lebih memahami buku anda tersebut.

Kalau ragu dengan tata letak buku anda, sekarang ada banyak kok template layout naskah yang dapat mengunduhnya dengan gratis. Desain tata letak isi buku bisa menggunakan Microsoft Word atau Adobe InDesign. Sekarang tinggal pilih sesuai dengan kemampuan anda.

women s white spaghetti strap top
Photo by Lisa on Pexels.com
Lihat Juga : Template Layout Buku A5.

Buatlah Desain Cover Buku Anda

arrangement of soft cover books placed in row on white marble surface
Photo by ready made on Pexels.com

Tak ayal, cover buku adalah bagian yang terkuat dari menarik perhatian para pembaca buku anda. Cover buku sendiri dapat memberi kesan pertama tentang karya buku anda.

Untuk memilih desain cover buku yang harus perhatikan adalah resolusi gambar tersebut, harus 300 Dpi. Desain cover buku bisa kita pilih mengunakan foto atau ilustrasi. Pilihlah sesuai kategori genre buku anda. Jangan asal terlihat bagus saja.

Mengenai desain cover kita bisa menggunakan Adobe Photoshop atau CorelDraw, tergantung kemampuan anda sendiri.

Survei Harga Pasar Buku

person holding blue and clear ballpoint pen
Photo by Lukas on Pexels.com

Kenapa harus survei harga pasar buku? Karena dengan survei harga buku anda dapat mengetahui kira-kira berapa harga buku tersebut terjual. Yang paling berbahaya buku anda terlalu kemahalan, dan akhirnya tidak laku.

Sebenarnya harga jual buku tidak berpatokan kepada biaya cetaknya saja, genre buku pun menjadi penentuan harga buku tersebut, karena itu menentukan minat beli segment para pembacanya.

Menentukan Model Marketing Buku

Sekarang ini untuk memasarkan sebuah buku agaklah mudah, terlebih bagi yang sudah terbiasa dengan dunia media sosial. Pada model penerbitan Indie, kita bisa memasarkan secara sendiri buku tersebut, dan pastinya keuntungan langsung mengalir ke tangan anda.

Anda bisa memasarkan buku melalui Instagram, Facebook, bahkan Tiktok juga bisa loh. Mengenai cara menjualnya bisa melalui lewat Market Place seperti Tokopedia dan Shopee .

person holding iphone showing social networks folder
Photo by Tracy Le Blanc on Pexels.com

Berapa Banyak Buku Yang Dicetak

Tentu, kita tidak ingin ada batasan buku yang ingin dijual, terlebih buku bisa jadi best seller. Anda bisa menggunakan bisa menggunakan sistem Pre Order untuk penjualan buku anda. Selain minim biaya dan pastinya minim resiko.

Sekarang tidak perlu mencetak banyak-banyak kok, anda bisa mencetak 50 buku dahulu, lalu kemudian 100 buku, dengan sesuai permintaaan pembaca anda tiap bulannya.

Lihat Juga : Harga Cetak Buku.

6 Manfaat Rutin Membaca Buku

crop faceless woman reading book on bed
Photo by Koshevaya_k on Pexels.com

Bagi segelintir orang yang menyukai buku, membaca buku tidaklah tantang terberat, malah menjadi candu baginya. Sebenarnya, sering membaca buku adalah kebiasaan yang sangat positif sekali, bukan pas mau ujian saja kita membaca buku, itu malah memaksakan otak kita, terlebih dengan sistem belajar kebut semalam.

Membaca buku biasanya sering dilakukan pada saat masih dibangku sekolah, dan perlahan-lahan kebiasaan ini mulai hilang begitu saja. Baiknya jangan pernah berhenti, karena membaca buku bisa dilakukan kapan saja tanpa memandang batasan usia.

Tapi, membaca buku tidak hanya untuk menambah pengetahuan saja, keuntungan lebihnya adalah menjaga kesehatan otak kita.

Nah mau memulai rutin membaca buku tidak? Ini ada beberapa manfaat membaca buku bagi kita semua, yaitu :

1. Memperkuat Kemampuan Otak

Waktu kita membaca buku otak kita akan bekerja secara baik, mulai dari mengingat serta memahami isi buku hingga menganalisa buku tersebut. Dan otak kita mendapatkan tambahan memori yang baru kita ketahui, ini adalah latihan yang bagus buat otak kita.

Setiap kita membaca, ada berbagai macam kata serta kalimat yang akan  kita ingat, bahkan kalau dirasa informasi itu penting, kita akan membacanya berulang-ulang agar teringat dengan jelas.

pexels-photo-5356421.jpeg
Photo by Kathy Jones on Pexels.com

2. Meningkatkan Empati

Bagi yang gemar membaca novel dan buku motivasi, pastinya hal ini akan meningkatkan empati. Kita akan memahami apa saja yang dirasakan orang lain mulai dari perkataan hingga apa yang kita lihat.

Karena pada waktu kita membaca buku, secara tidak langsung kita mencoba memahami maksud yang disampaikan oleh penulis buku tersebut.

3. Mengurangi Stress dan Depresi

man in black shirt and gray denim pants sitting on gray padded bench
Photo by Inzmam Khan on Pexels.com

Membaca buku itu bisa mengurangi stress, terlebih kita membaca buku yang bisa membangkitkan motivasi dan perasaan. Buku sebenarnya sarana rekreasi yang paling murah.

Untuk depresi membantu untuk mengalihkan beberapa masalah dalam pikiran kita, bahkan dapat membantu untuk mengalisa masalah kita sendiri lebih dalam.

4. Membuat Tidur Lebih Nyaman

Beberapa dokter menyarankan untuk membaca buku sebelum tidur, tapi jangan ebook ya. Karena cahaya yang dipancarkan oleh Smartphone anda akan membuat kita terjaga.

Membaca buku sebelum kita tidur itu membuat tidur kita lebih baik, tidak ada beban pikiran yang terbawa, karena fokus kita sebelumnya menikmati membaca buku tersebut.

5. Meningkatkan Kemampuan Konsentrasi

Pada saat kita membaca buku tanpa kita sadari, kita sedang berkonsentrasi penuh kepada isi buku tersebut, terlebih buku itu berisi informasi atau cerita yang ingin kita ketahui lebih jauh lagi

Dengan membaca buku, kita akan selalu menganalisa dan memahami setiap kata pada buku tersebut, otomatis akan meningkatkan kemampuan konsentrasi.

6. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

photo of people holding each other s hands
Photo by fauxels on Pexels.com

Setiap kita membaca buku, pastinya ada beberapa kata baru yang kita ketahui dan susunan kalimat yang menarik. Nah, hal ini akan otomatis menambah kemampuan komunikasi kita.

Pastinya kemampuan komunikasi kita akan lebih baik dan jelas, tentu hal ini membuat lawan bicara anda nyaman.

Lihat Juga : Alasan Penting Membaca Buku Pada Masa Pandemi.

Tips Memulai Hobi Membaca Buku Agar Tidak Cepat Bosan

woman sitting on window reading book
Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Bagi segelintir orang, membaca buku adalah hal yang membosankan, bahkan membaca buku adalah sarana terbaik agar cepat tidur dengan nyenyak 😁. Ya agar lebih cepat terlelap tidur, membaca buku bukanlah perkara mudah dan gampang, terlebih itu untuk mendapatkan nilai yang bagus pada pendidikan.

Lagi-lagi soal nilai, kebiasaan membaca buku secara rutin itu pada masa Pendidikan saja, setelah menyelesaikan Pendidikan? Kebiasaan membaca buku hilang antah berantah kemana.

Bagaimana yang ingin mengisi waktunya dengan kegiatan positif, yang salah satunya dengan membaca buku? Sudah terbayangkan? Betapa rumitnya membaca buku.

Baik, ini ada beberapa Tips Memulai Hobi Baca Buku Agar Tidak Cepat Bosan :

1. Bawalah Buku Selalu Kemana Saja

light sea dawn landscape
Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Hal ini memang terkesan agak terpaksa dengan membawa buku  selalu kemana saja, akan memunculkan niat membaca, entah itu kapan waktunya. Bisa jadi, pada waktu menunggu antrian, terperangkap tengah kemacetan jalan, dan sebagainya.

Jadi buku yang dibawa akan menjadi media pengisi waktu luang. Saya pribadi telah mengalami, sedang menunggu antiran tapi HP tinggal sedikit, akhir membaca buku.

2. Mulailah Dari Buku Yang Tipis (Pocket Book)

Biasanya karena keinginan yang terlalu mengebu-gebu, karena buku terlalu tebal, akhirnya merasa jenuh, kok tidak kelar-kelar baca bukunya.

Sebenarnya ada beberapa penerbit yang rutin menerbitkan buku yang tipis, seperti dari Penerbit Circa. Saya sendiri merasa senang, dengan adanya buku-buku yang tipis, harga murah dan tidak memakan lama membaca bukunya.

3. Carilah Buku Yang Menarik

Sebenarnya cukup gampang mencari buku yang menarik, tinggal dilihat Best Seller atau tidak, tapi hati-hati banyak sekali yang menampilkan kata “Best Seller” pada kenyataannya tidak. Kalau di Toko Buku ternama biasanya memajang pada area awal pintu masuk, buku-buku yang laku keras.

Tapi tidak cukup itu saja, kita bisa lihat di Media Berita, buku-buku yang direkomendasikan setiap tahunnya.

woman sitting on floor while reading
Photo by Nicole Berro on Pexels.com

4. Follow Media Sosial Toko Buku Ternama

Mengikuti media sosial toko buku itu mengasyikan, sekarang banyak sekali toko buku online yang ramah dan edukatif di halaman media sosialnya. Tiap harinya kita bisa melihat dari Quote dari Penulis hingga buku-buku yang direkomendasikan mereka.

5. Buatlah Jadwal Untuk Membaca Buku

accuracy afternoon alarm clock analogue
Photo by Pixabay on Pexels.com

Menjadwal memang terkesan agak kaku, tapi kalau tidak merasa lelah coba sisihkan waktu di Pagi hari atau sebelum tidur. 2 waktu itu sebenarnya adalah waktu terbaik membaca, Tidak perlu lama-lama kok, 15 menit saja cukup. Kalau sudah terbiasa baru tingkatkan waktu membacanya

Baca Juga : ALASAN PENTING MEMBACA BUKU PADA MASA SULIT.

Alasan Penting Membaca Buku Pada Masa Sulit

“Bacalah buku-buku terbaik dulu, atau Anda mungkin tidak memiliki kesempatan untuk membacanya sama sekali.” – Henry David Thoreau

person reading interesting book in hands
Photo by Gary Barnes on Pexels.com

Selama pandemi ini telah membawa banyak perubahan dan tantangan besar, salah satu yang paling menonjol adalah perubahan ekonomi, tidak hanya cara kerjanya saja melainkan cara hidup kita juga berubah.

Sementara dunia sedang berubah, banyak pula bisnis mengalami penurunan yang luar biasa dari segi pendapatannya. Tapi para penjual buku (khususnya yang berbasis online) mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Penjualan buku ternyata makin melonjak selama pandemi ini, terutama buku novel dan buku bisnis. Dibeberapa market place sendiri seperti Tokopedia, mengalami lonjakan sampai 2,5 kali lipat penjualan bukunya, dan kami pun merasa seperti demikian pula.

Hal ini tidak terjadi di Indonesia saja, di Eropa dan Amerika mengalami lonjakan penjualan buku signifikan pula.

Lalu mengapa buku menjadi hal penting Selama Masa Sulit pada Pandemi ini :

Buku Sarana Edukasi Yang Baik.

Mari kita lihat secara akurat, buku adalah sumber informasi yang cukup handal dari dahulu kala. Tak diayal selama pandemi ini banyak sekali informasi yang salah kaprah, bahkan kita juga bosan dengan berita yang itu-itu saja.

Buku mampu memberikan ruang tersendiri, tidak terganggu berita serta informasi yang salah kaprah. 1 jam membaca buku dengan 1 jam melihat telepon genggam sangatlah berbeda, contoh artikel ini saja, cukup dengan waktu 3-5 menit saja selesai membacanya. Tapi apakah memberi informasi yang cukup banyak? Sedikit sekali.

Buku Adalah Bentuk Pelarian Positif

Terlepas dari perkembangan teknologi, buku termasuk teknologi informasi yang pertama kali diciptakan manusia, yang masih dipakai hingga kini. Bahkan ini adalah salah satu sarana pelarian yang positif, memberikan waktu cukup panjang. 1 buku bisa kita dalam waktu 3-7 hari diwaktu senggang kita.

Membaca buku dapat membuat kita fokus sementara waktu, melupakan hal-hal yang mencemaskan dan beratnya kondisi yang sedang dihadapi. Dan kita sendiri mendapat ide-ide baru yang tidak pernah terpikirkan. Tidak percaya, cobalah langsung.

Buku Memberikan Kenyamanan

Tapi jangan membaca buku yang berat-berat isinya. Ada banyak buku yang ditulis sederhana dan tentunya tidak membosankan, yang dapat membuat kita masuk dan larut dalam buku itu sendiri.

Saya sendiri tidak ingin memberikan contoh buku yang patut dibaca, karena ini masalah kegemaran seseorang. Tapi ada banyak sekali situs memberikan informasi buku-buku yang wajib dibaca sekali seumur hidup.

Buku Memberikan Informasi Lengkap

Apakah internet bisa memberikan informasi cukup lengkap? Bisa juga iya atau bisa juga tidak. Tidak dipungkiri, informasi yang dilansir di internet tidak cukup lengkap. Bahkan yang menulisnya saja belum tentu pakarnya langsung.

Lewat buku, kita dapat menerima informasi yang cukup tepat dan banyak, serta memberikan banyak pandangan. Bagian terbaik dari menghabiskan membaca 1 buku adalah kita mendapatkan informasi yang sempurna, tidak setengah-setengah.

BACA JUGA : Buku Cetak VS Ebook.

Perjalanan Buku Ikhlas Paling Serius

Ikhlas paling serius sebelum
Sebelum ditangan Penerbit

Ikhlas Paling Serius


“Buku harus dijadikan kapak untuk mencairkan laut beku dalam diri kita.” Franz Kafka

Perjalanan buku ini seperti narasi saja, awalnya cuma dicetak secara mandiri oleh Penulisnya dikami, hingga akhirnya diambil oleh Penerbit Besar, yaitu Penerbit Media Kita. Tepatnya akan terbit pada tanggal 26 Maret 2021 nanti.

Menjadi Menarik : Dari Mempublikasikan Secara Mandiri Hingga ke Penerbit Besar.


Tak ayal, ini jadi pengalaman menarik buat kami. Memang tidak pernah menyangka, buku ini awalnya cuma dicetak 100 buku lanjut kedurasi pesanan yang jumlah berbeda.

Akhirnya bertemu juga dengan penerbit yang tepat.

setelah diterbitkan media kita
Setelah di Penerbit Media Kita

Meski pada akhirnya kami tidak bisa mencetaknya lagi. Lah wong sudah dipegang oleh Penerbit. Karena Penerbit Buku dan Percetakan Buku adalah 2 hal yang berbeda.

Jangan Ragu

Bagi para penulis janganlah pernah ragu, teruslah berkarya. Masih banyak jalan bagi karyanya dibaca oleh para pembaca buku. Bisa lewat jalur mandiri seperti ini atau bisa juga Self Publishing (Penerbit Indie). Terlebih dunia buku memiliki banyak sekali genre buku.

Lihat Juga : Macam-macam Genre Buku.

Tentu salah satu tips yang paling penting adalah terus berkarya dan terus mengembang diri, jangan pernah berhenti dititik nyaman. 🙂

Buku Cetak vs Ebook

Pandangan Mengenai Buku Cetak Dengan Ebook

Buku dan ebook sebenarnya bukan masalah baru. Ebook hadir beberapa tahun belakangan, dan masih bertahan hingga kini. Namun tetap saja menjadi dilema penggunaannya.

Sekarang ini sudah beberapa Penerbit di Indonesia mulai beradaptasi dengan ebook, semenjak adanya Aplikasi Google Play Books (maaf tidak tahu soal aplikasi iPhone, apalagi Kindle)

kindle technology amazon tablet
Photo by freestocks.org on Pexels.com

Sayangnya baik ebook dan buku cetak belum dipandang betul di Indonesia. Yah bisa dibilang, karena budaya malas baca. Untungnya perkembangan literasi visual cukup bagus, dengan maraknya penggunaan YouTube, yang memiliki konten edukasi didalamnya. Tapi ada beberapa yang menyesatkan juga.

Bicara budaya membaca sebenarnya kebutuhan krusial, tidak cukup hanya melek huruf saja. Melek secara pemikiran kritis sangat perlu.

Sebenarnya kehadiran ebook sangat membantu sekali keberadaan buku cetak. Kita bisa melihat beberapa halaman versi ebooknya sebelum memutuskan membeli bukunya. Kalau ditoko buku belum tentu bisa semudah ini, terkadang harus buka segel plastiknya dahulu, baru bisa melihat ke dalam isi bukunya.

Kalau di luar sana ,Penerbit sangat memanfaat sekali fitur ini. Customer sering kali melihat dahulu ebooknya di Google Play Books, baca beberapa halaman gratisnya. Lalu customer dapat memutuskan membeli buku fisiknya di market place.

Buku Cetak

Buku cetak memiliki banyak keunggulan, diantaranya memiliki nuansa buku secara sempurna. Kita dapat merasakan memegang buku, membalikkan halaman buku satu persatu, hingga merasakan bentuk serat kertas melalui sentuhan jari.

Terlebih buku cetak, pilihan terbaik dalam membaca sebelum kita tidur, tidak membuat ketegangan mata dibandingkan membaca melalui telepon genggam. Alih-alih ingin membaca buku lewat telepon genggam, malah tambah sulit tidur.

Kalau bicara, dibawa kemana-mana, pastinya ebook lebih mudah. Cukup mengandalkan telepon genggam anda saja sudah cukup. Tidak repot membawa banyak buku, untuk menjalani keseharian.

Lihat Juga : Ukuran Standar Buku.

Ebook

Ebook memiliki desain yang berbeda dengan buku cetak, layout bukunya saja berbeda jauh dengan buku cetak. Di Aplikasi Google Playbook sendiri, mengenalkan tata letak model Flowing Text, jauh berbeda dengan tampilan buku umumnya.

Adaptasi tampilan ebook sangat membantu proses membaca ebook, tapi sayangnya tidak merasai sudah berapa halaman sudah membaca. Tidak dipungkiri tebalnya sebuah buku, menjadi tantangan sendiri dalam motivasi membaca buku lebih banyak lagi.

Lihat juga : Kelemahan Ebook.

Perbandingan Harga

Ebook sendiri, harusnya lebih murah dibandingkan buku cetak. Entah kenapa di Indonesia, harganya masih sama dibandingkan buku cetak. Hal ini menjadi penghalang besar, perkembangan ebook di Indonesia.

Para pembaca buku tentunya mengharapkan harga yang lebih murah dari buku cetak. Mungkin ada alasannya lain, terlebih buku bajakan di Indonesia sangat merajalela. Tentu akan mengkhawatirkan, bagi penerbit sendiri. Niatnya mencari tambahan untung (lebih tepatnya bertahan, karena banyak sekali penerbit sekarang yang gulung tikar) malah tidak mendapatkan apa-apa.

Tapi ada baiknya mempertimbangkan harga yang didapat karena memperoleh tambahan informasi serta pengetahuan dari buku. Pengetahuan adalah investasi terbesar bagi pribadi.

Kesimpulan

  • Buku cetak membuat merasakan lebih fisik buku, dapat memegangnya, membalikkan halamannya, serta merasakan serat kertasnya.
  • Buku cetak lebih bersahabat dan nyaman untuk mata, tidak membuat mata tegang dan kelelahan.
  • Buku cetak tidak memerlukan sama sekali listrik.
  • Ebook dapat dibawa kemana-mana beberapa judul buku dalam 1 perangkat saja.
  • Ebook bisa disimpan dengan baik dalam satu gadget, tidak memerlukan sama sekali rak buku, tidak ada resiko rusak.
  • Ebook dapat dibaca dalam tempat gelap, tidak membutuhkan penerangan, tapi resikonya tinggi juga, terhadap mata.
Lihat Juga : Cara Membangun Kebiasaan Membaca Buku.

Beberapa Macam Genre Buku

Prakata

opened book on white cloth near dandelion flowers
Photo by Sunsetoned on Pexels.com

Memilih sebuah buku yang baik sebenarnya tidak ada patokannya. Tidak ada buku yang tidak baik, buku terlaris pun juga tidak melulu bisa dikatakan buku yang bagus. Bagi segelintir orang, buku memiliki manfaat, nilai, dan arti tersendiri.

Membicarakan buku, seperti membicarakan perjalanan panjang, tidak tahu kini telah ada berapa buku yag sudah tercipta dimuka bumi ini, dan berapa banyak buku yang sudah terbaca oleh orang-orang, belum lagi, berapa banyak buku yang telah punah ditelan oleh zaman.

Sebutlah novel tertua didunia itu The Tale of Genji, tidak jelas juga novel ini sudah berapa kali dibaca dan tercetak, dan berapa orang yang hidupnya dipengaruhi buku tersebut.

Bagi yang ingin mengeluti dunia baca, ada baiknya mengenal genre buku dahulu, tapi sebenarnya tidak tepat juga, langsung pergi saja ke toko buku minimal akan menemukan buku yang menarik dari toko buku tersebut.

Genre Buku itu ada banyak macamnya, dan terus berkembang. Tidaklah tepat mengatakan berapa jumlah genre buku. Kenapa? Karena buku adalah hasil pemikiran manusia, yang tentunya akan terus berkembang dari waktu ke waktu.

Ada beberapa macam Genre Buku yang umum dibaca yaitu :

1. Aksi dan Petualangan

Seperti dalam dunia film saja, genre ini selalu membuat kegembiraan. Karena karakter utama dalam buku selalu menemukan sesuatu yang beresiko dan punya masalah terus 🙂 (kasihan sekali hidupnya). Akhirnya dapat menyelesaikan semua resiko dengan jalan berbahaya dan terselesaikan dengan cara yang tidak memungkinkan.

2. Klasik

Sebutlah buku karya Charles Dickens, bukunya terbit pertama kali berjudul The Pickwick Papers tahun 1836. Kalau admin sendiri baru sempat membaca Great Expectations dari Charles Dickens, buku ini selalu ada dibeberapa rak buku toko buku ternama. Seperti karya sepanjang masa saja.

Genre Klasik sebenarnya sangat menarik, kadang yang menjadi pertanyaan bagaimana orang dahulu kala dapat menulis dengan pemikiran yang sangat jauh dan bagus sekali .

3. Komik

Kok komik masuk ke dalam satu genre buku? Cerita dalam komik itu disajikan dalam bentuk gambar yang menarik, berurutan yang disajiikan secara naratif loh. Kita dapat membaca tulisan-tulisan lewat “balon-balon” kata pada setiap gambarnya.

4. Detektif dan Misteri

Dalam genre ini acapkali berkisar pada tindak kejahatan yang harus diselesaikan. Salah satu yang kita kenal karya Sir Arthur Conan Doyle melalu karyanya The Adventures of Sherlock Holmes.

Kepiawaian dalam memecahkan teka-teki, menjadi bagian yang menarik dalam membaca buku genre ini. Kita dibimbing kedalam hal yang tidak mungkin ditemukan akal sehat.

5. Fantasi

Genre ini umumnya berlatarkan pada dunia khayalan fiksi, yang mencakup elemen-elemen penting dari sihir, mitologi, atau supernatural. Genre ini selalu berkaitan erat dengan genre adventure dan genre lainnya.

6. Fiksi Sejarah

Genre ini mengambil setting waktu tertentu dari masa lalu yang tentunya tidak sesuai dengan kenyataan realnya. Bahkan sangat bertentangan dengan sejarahnya, dan ada juga yang terlihat sangat mirip juga.

Sebutlah salah satu karya Gabriel Garcia Marquez dalam One Hudred Years of Solitude, ini termasuk fiksi sejarah yang cukup menarik untuk dibaca.

7. Horor

Ih serem, genre ini sangat terkesan dengan sesuatu yang menyeramkan, membuat berdegub kencang. Genre ini tidak hanya membuat kita tidak nyaman tapi menggiring kita terus dalam penasaran yang jauh. Kalau mengenai Horor yang tidak jauh masternya Stephen King.

8. Sastra Fiksi

Genre ini sangat luas sekali, bisa mencakup banyak genre lainnya, Sastra Fiksi mengacu kepada gaya penulisan artistik pengarang, yang bisa membangkitkan pemikiran mendalam melalui cerita dalam buku tersebut.

9. Romance

Ingin rasanya melewati bagian genre ini, Genre yang berkisar kisah percintaan romantis ini, mempunyai banyak penggemar dari berbagai kalangan usia. Genre ini membuat hati kita bisa hangat, berbunga-bunga, bahkan bisa larut kedalam kesedihan.

10. Fiksi Ilmiah (Sci-Fi)

Kadang sering dianggap sama dengan genre fantasi, yang membedakan dari cerita fiksi ilmiah adalah sangat bersandar pada tema teknologi dan sains masa depan.

11. Cerita Pendek

Cerita pendek adalah prosa singkat yang secara jelas lebih pendek dari novel. Genre ini menceritakan narasi dan rangkaian adegan yang singkat. Biasanya genre ini dibukukan dalam kumpulan cerpen.

12. Thriller

Genre ini bersifat menegangkan, menampilkan upaya tokoh utama untuk menghentikan dan mengalahkan penjahat, yang berupaya untuk menyelamatkan hidup mereka sendiri, daripada mengungkap kejahatan.

13. Fiksi Perempuan (Women’s Fiction)

Fiksi Perempuan ditulis khusus untuk pembaca perempuan, yang seringkali merefleksikan pengalaman perempuan dalam masyarakat dan pribadinya.

14. Biografi dan Otobiografi

Dari namanya kita sudah tahu mengenai genre ini, yang mengungkap sejarah kehidupan seseorang, entah itu baik atau buruknya. Yang pasti bisa mengungkap sejarah tertentu.

15. Esai

Ditulis dengan sudut pandang penulisnya yang merefleksikan topik tertentu entah kritik atau cara pandang terhadap tema tertentu. Tema ini sangat menarik untuk dibaca dan menambah wawasan baru juga.

16. Sejarah

Genre buku ini mencatat letak dan moment tertentu dalam sejarah, yang tentunya bertujuan untuk menginformasikan serta mendidik pembacanya. Dengan buku sejarah kita dapat melihat bagian waktu dunia tertentu.

17. Memoir

Berbeda dengan otobiofrafi, memoar lebih fleksibel, tidak menampilkan catatan kronologis. Lebih fokus kepada momen yang dapat memberikan pesan dan pelajaran tertentu pada pembaca. Salah satu buku yang bisa dibaca karya Michelle Obama yaitu Becoming.

18. Puisi

Banyak sekali puisi yang sudah dibukukan, genre ini salah satu genre yang termasuk dinikmati, karena puisi termasuk bentuk seni tulis yang dapat membangkitkan atau memberikan kedalaman emosi. Ada banyak pesan yang tersembunyi dalam puisi, yang sulit ditafsirkan.

19. Self-Help

Genre ini berfokus kepada kesehatan emosional, atau spiritual. Buku-buku genre ini bertujuan untuk mendorong peningkatan pribadi dalam berbagai aspek kehidupan.

Lihat Juga : Masalah Dalam Mencetak Buku.

Apa Sih? Jilid Lem Panas itu

jilid buku lem panas

Jilid Buku Lem Panas

Penjilidan adalah proses menyatukan lembaran kertas-kertas secara berurutan menjadi sebuah buku. Dalam penjilidan sendiri membutuhkan adanya lem, sebagai media perekat lembaran kertas tersebut dengan cover buku.

Dalam proses membuat buku, tidak dapat dipungkiri membutuhkan adanya lem. Ditempat fotocopy banyak memakai lem untuk keperluan jilid, entah itu merek Aibon, Reskol maupun Fox, ya, lem-lem tersebut menjadi standar dalam mengelem sebuah buku.

Bagaimana dengan lem panas sendiri? Lem panas salah satu jenis perfect binding, selain jahit benang.

Karena kebutuhan buku yang relatif banyak dan memerlukan waktu cepat, maka lem panas ini hadir untuk menunjang dalam cetak buku.

Lem panas dapat kering dengan sempurna dalam waktu 2 jam, dibandingkan jenis lem Aibon, Reskol, maupun Fox (lem ini membutuhkan seharian untuk kering sempurna)

Sayangnya lem panas sendiri, membutuhkan adanya mesin khusus untuk menjilid. Tidak dapat hanya mengandalkan keterampilan tangan saja.

Keuntungan Jilid Lem Panas Pada Buku.

  • Menarik secara bentuk buku.
  • Kekuatan jilidnya sangat kuat
  • Daya tahannya sangat lama
  • Pada punggung buku bisa ditulis nama judul, pengarang, dan penerbit.

Poin diatas dapat dijabarkan nilai lebih lem panas, kenapa menarik? Punggung buku menjadi siku dengan sempurna, dan keras pada bagian terlemnya.

Kalau kita lihat buku-buku pelajaran atau novel yang biasa kita baca. Semua itu memakai jilid lem panas loh. Penting sekali buat buku yang dijual menggunakan lem panas,otomatis meningkatkan kepercayaan pembaca terhadap buku tersebut.

Lihat juga : Ukuran Standar Buku.