Arsip Tag: menjadi penulis buku

Cara Menjadi Penulis

person holding white ceramci be happy painted mug
Photo by Lisa on Pexels.com

Penulis buku adalah salah satu profesi bebas titel sarjana, siapa saja bisa menjadi penulis. Sebenarnya menulis adalah salah satu bentuk kebebasan, tiada bentuk larangan dalam menulis. Anda bisa membuat apapun dari sebuah tulisan, dari tulisan blog hingga ke buku resep masakan, itu adalah sebuah karya. Cuma karena beberapa alasan tulisan itu memang dilarang, karena khawatir akibat buruk.

Syarat menjadi Penulis cuma 1, yaitu cukup rajin membaca. Setidaknya anda sudah membekali diri dengan beberapa informasi dan pengetahuan yang bisa memuluskan jalan anda menjadi penulis.

Sebenar saya pribadi malu untuk memberi cara untuk menjadi penulis, namun apalah daya. Tulisan ini memang wajib ditulis juga, setidaknya ada informasi agar tersampaikan.

Alih-alih jangan sampai dibaca oleh para penulis besar Indonesia, bisa-bisa hanya bahan tertawaan saja. 

Setelah meneliti kesana kemari barulah ketemu 10 Tips Menjadi Penulis, kenapa tidak 20 saja? Bisa-bisa nanti para pembacanya menderita kebosanan, terkantuk-kantuk lalu tertidur pulas.

Baiklah kita mulai saja, ada beberapa Hal Yang Perlu Anda Pelajari Untuk Menjadi Penulis.

1. Menjadi Pembaca Rutin dan Baik

Keinginan menjadi Penulis umumnya karena sebelumnya kita sudah membaca, baik itu berupa buku, blog, ataupun kolom wacana pada media berita. Saya pribadi acapkali menulis ketika sedang membaca sebuah buku. Rasa keinginan untuk menulis seperti meledak-ledak.😂 Jangan kecewa, kalau habis membaca buku cuma bisa menulis 2 Paragraf saja, itu adalah proses. 

boy in gray jacket reading book
Photo by Maël BALLAND on Pexels.com

Poin pentingnya adalah rajin membaca, kalau perlu rutin hingga tamat, kalau tidak tamat juga tidak apa-apa sih. Karena belum tentu ada berminat sekali pada hal tersebut. Paling mudah adalah sering membaca kolom wacana atau blog dari para penulis buku terkenal.

Salah satunya bisa membaca tulisan Eka Kurniawan pada kolom  Jawa Pos, tulisan-tulisannya memang bagus sekali. Terlebih salah satu karya bukunya “Cantik Itu Luka”, telah diterjemahkan kedalam bahasa asing. 

Tapi jangan terpatri begitu saja, anda harus mencari penulis yang bisa mengilhami dan memotivasi anda untuk menulis lebih banyak lagi. Terlebih anda harus memperhatikan tulisan tersebut dengan baik, agar tahu bagaimana sebuah kalimat terbentuk dengan baik.

Baca Juga : Tips Membaca Buku Agar Tidak Cepat Bosan.

2. Menulis Setiap Hari

person writing on notebook
Photo by lilartsy on Pexels.com

Kok harus setiap hari? Seorang Seniman Pematung mengukir batu  dengan perlahan-lahan setiap hari, akhirnya menjadi karya seni yang sempurna. Memaksakan diri untuk menulis setiap harinya, bukanlah hal berat-berat banget loh, cukup beberapa paragraf saja, tidak perlu banyak-banyak. 

Kalau sudah menulis dengan rutin tiap harinya, anda akan mampu memadankan kata menjadi kalimat. Terlebih anda akan mampu mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran anda, ke dalam bentuk tulisan. 

Mengeluarkan kata-kata dalam pikiran anda tentunya terasa sulit, seperti mengungkapkan cinta saja. 😍Setelah kata keluar, anda akan menikmati menulis itu sendiri, bahkan bisa menjadi candu. Kalau tidak menulis seperti ada yang hilang. 

3. Buatlah Blog

Mungkin sebagian orang sudah tahu, Raditya Dika dahulunya adalah penulis blog, lalu menjadi penulis buku “Kambing Jantan”, dan sekarang sudah bermigrasi berbagai Profesi. 

woman using laptop computer
Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Menulis melalui blog itu mempunyai harapan untuk terbaca dengan luas. Terlebih anda bisa aktif bergaul dengan para blogger.  Meski sekarang tidak trend lagi, tapi kan membuat blog itu gratis serta mudah.

Kenapa menulis pada blog? Salah satu keuntungan menulis melalui blog, ada bisa menelusuri perkembangan tulisan anda, dan bisa tersimpan dengan rapi, tanpa khawatir, akan kehilangan data tulisan anda. Bagi yang tulisan tidak ingin terbaca orang lain tinggal aktifkan fitur private, kalau masih merasa tidak aman anda bisa menulis di Google Docs.

4. Membaca Buku “Petunjuk Menulis”

Jangan menganggap remeh membaca buku “How To”, meskipun saya pribadi enggan membacanya, tapi pada kenyataannya membutuhkan masukan informasi, tentang bagaimana tata cara merangkai kata dengan baik dan rapi.

Membaca buku petunjuk menulis cukup membantu sekali, terlebih mengalami kesulitan meneruskan sebuah tulisan, dan tidak dapat dipungkiri, sering kita mengalami kebuntuan, entah berupa ide ataupun padanan kata serta kalimat yang tepat.

pengalaman para penulis dunia

Kalau merasa kerumitan menyusun kata-kata, anda bisa membaca pengalaman para penulis, Seperti pada Buku “Menulis Itu Indah: Pengalaman Para Penulis Dunia” dari Penerbit Octopus, buku ini sangat bagus untuk menjadi asupan salah satu bacaan.

Baca Juga : Cara Membangun Kebiasaan Membaca Buku.

5. Carilah Tempat Kursus Menulis

person writing on the notebook
Photo by Startup Stock Photos on Pexels.com

Memang ada tempat kursus menulis? Ya memang ada kok. Sebenarnya ada banyak kelas belajar, yang tidak hanya berada pada kampus, untuk umum juga ada. 

Salah satunya kelas menulis dari Komunitas Salihara, dan pengajarnya sangat bagus sekali, yaitu Ayu Utami pengarang Novel Saman. Kelas ini diadakan rutin tiap tahunnya, mudah-mudahan ada terus tiap tahunnya.

Mengikuti kelas menulis bisa menambah masukkan yang sangat banyak sekali. Tidak hanya pengetahuan saja, kita mendapatkan latihan serta koreksi dari hasil penulisan kita.

Jangan malu untuk mengikuti kelas menulis, kalau perlu ikuti kelas menulis dari 2 atau 3 tempat yang berbeda. Anda akan mendapatkan manfaat yang luar biasa.

6. Carilah Kritikan dari Teman atau Grup

multiracial businesswomen with laptop talking about work
Photo by Alexander Suhorucov on Pexels.com

Teman yang baik adalah teman yang bisa memberi masukan secara obyektif, sering kali kita mendapatkan teman yang mampu mengkritik saja, tapi tidak mampu memberi masukan yang baik. 

Kalau sudah mengikuti kelas menulis, anda bisa memasuki grup menulis. Biasanya ada saja tuh, grup-grup menulis yang telah mereka buat. Tapi jangan pernah ragu, serta marah kalau mendapat kritikan, mereka juga calon pembaca karya anda pula.

Ketika mendapatkan kritikan, anda harus langsung membenah diri, koreksi kembali tulisan anda. Dan jangan lupa tujuan anda menulis untuk apa? Seringkali, bukan menjadi masukan, malah anda makin malas dalam menulis.

7. Seringlah Berkomunikasi 

Komunikasi adalah salah satu syarat penting, kenapa? Tidak mungkin anda terdiam dalam kamar saja, sambil terus mengetik isi buku anda, nanti bisa terjadi kejenuhan dan kebuntuan, itu adalah penderitaan.

Ketika kita keluar dan berkomunikasi, anda akan mendapatkan ide-ide baru yang tidak terpikirkan. Bahkan ketika berbicara tanpa arah dengan teman anda, bisa saja menemukan hal baru, tanpa disangka-sangka.

two women sitting on ground near bonfire
Photo by Alexandr Podvalny on Pexels.com

Janganlah sengaja mencari ide-ide dalam berkomunikasi, biarkanlah semua mengalir begitu saja. Karena berkomunikasi adalah waktu rehat anda sendiri.

8. Atur Jadwal Menulis

Mengatur jadwal menulis adalah bagian terpenting untuk menjadi penulis, dengan membiasakan diri menulis secara rutin, anda bisa menemukan gaya penulisan anda sendiri.

planner on a table
Photo by cottonbro on Pexels.com

Poin yang paling penting dalam mengatur jadwal menulis, anda harus tahu betul pada waktu mana anda kosong dan rileks. Tidak harus setiap hari, bisa dengan mengatur 1 hari menulis 1 hari membaca buku. Bisa juga 1 jam setiap malam hari, sebelum anda tidur.

Lain ceritanya ketika baru menemukan ide cerita baru, biarkanlah terus mengalir tulisan anda, teruskan sampai mana titik itu berhenti. Tentu kita tidak ingin ide tersebut terlupakan begitu saja. 

Baca Juga : Cara Menulis Buku.

9. Menulis Dengan Bebas

Kebebasan adalah poin terpenting, anda jangan sampai terbelenggu dengan aturan penulisan serta batasan ide tulisan. Menulis dengan bebas setiap hari, lewat media apa saja itu sangat menarik. 

person holding fountain pen
Photo by John-Mark Smith on Pexels.com

Bebas saja dalam menulis,bisa pada kertas struk belanja, ataupun tisu yang tersedia pada Kedai Kopi (jangan terlalu banyak ya). Pastinya anda akan ingin menulis sesuatu pada kertas tersebut, entah itu ungkapan atau sebuah puisi pendek. 

Menulis dengan bebas juga berarti anda tidak meniru karya orang lain, biarkanlah menjadi diri anda sendiri, dan berusaha  menemukan gaya tulisan anda sendiri. Biasanya kita terbelenggu harapan agar bisa menulis seperti gaya penulis favorit kita.

10. Tanya Kembali Kenapa Anda Ingin Jadi Penulis

Menanyakan diri sendiri kenapa ingin jadi penulis sangat penting dan jujur, bisa jadi cuma iri hati ataupun tergerak tiba-tiba begitu saja. Tentu menjadi penulis tidak hanya soal buku saja, penulis artikel maupun penulis berita termasuk cakupan profesi menulis.

person standing on gray concrete floor
Photo by Marlon Trottmann on Pexels.com

Menjadi penulis itu bisa jadi profesi utama, ataupun profesi kedua anda, tidak melulu terjebak dalam 1 profesi saja. Apalagi tulisan anda sudah diterima pada para pembaca, pastinya anda akan selalu dituntut untuk menerbitkan karya terbaru.

Setelah menanyakan diri kembali, anda akan tahu kelanjutannya. Apakah ingin menjadi penulis?

Baca Juga : Cara Menerbitkan Buku.

Bagaimana Menjadi Penulis Buku

person using typewriter
Photo by Min An on Pexels.com

Apa itu Penulis?

Penulis Buku adalah orang yang telah menulis sebuah karya, baik sebuah cerita, esai, karya sastra, atau karya akademis. Di Indonesia lebih dikenal istilah Pengarang Buku.

Ada banyak alasan, kenapa orang orang menulis, entah itu karena pekerjaan mereka, ekspresi kreatif, atau bisa pula kejenuhan mereka.

Untuk menjadi penulis tidak perlu syarat mutlak, cukup kreatif dan rajin saja sih.

Tidak ada hal yang begitu rekat untuk menjadi penulis, seseorang bisa saja tiba-tiba menjadi seorang penulis. Padahal diwaktu sebelumnya hanyalah seorang pekerja kantor biasa.

Tapi yang ingin berniat menjadi penulis, mulailah dari sekarang juga. Jangan ditunda-tunda.

Bagaimana Cara Menjadi Penulis Buku

1. Pelajari diri anda dahulu dan mulailah belajar.

Yup, tak kenal maka tak sayang. Mengenali potensi diri adalah hal terpenting, sebelum mempertimbangkan profesi apapun. Bagaimana menjadi penulis buku? Membaca sebuah buku pun belum pernah.

Apalagi banyak diantara kita, yang baru saja menyelesaikan membaca sebuah buku, langsung tergesa-gesa untuk menulis. Tenang, semua itu membutuhkan waktu dan proses.

Mulailah dari mempelajari dari buku-buku yang telah dibaca. Baik cara penulisan, gaya bahasa, hingga penggunaan tanda baca.

Belajar gaya penulisan yang agak sedikit sulit, kita terkadang mampu menilai setelah membaca novel, langsung berkata; “ah cerita begini doang”. Cobalah tiru, alih-alih baru sampai tiga paragraf saja ceritanya sudah tamat.

Lihat Juga : Cara Mencetak Buku.
2. Siapkan tempat dan media untuk menulis.

Bicara soal tempat, sebuah tempat dapat memberikan perasaan tersendiri dalam menulis. Tempat yang sunyi adalah pilihan tepat, dalam meluangkan waktu untuk menulis. Kalau ditempat keramaian, sebenarnya bukan pilihan bagus, Namun ketika ide datang, segerakanlah untuk menulis.

Ide untuk menulis itu bisa datang secara tiba-tiba, mulai biasakanlah menulis pelbagai media. Tidak hanya pena saja, kalau perlu semuanya. Baik itu laptop dan telepon genggam, jadikanlah media menulis juga.

Seperti Made Wianta yang terkenal lewat karya Puisi Rupa. Menulis yang tidak terbentur oleh media apapun, Dia menulis di atas kertas tisu, tiket, nota belanja, bahkan sobekan majalah. Puisi Rupa itu sendiri adalah salah satu cara merespon suatu situasi atau kondisi secara cepat, spotan, dan membebaskan.

Jangan terbentur pada pena yang bagus, telepon genggam yang canggih, apalagi laptop yang canggih (saking canggihnya dipakai buat main game saja).

3. Ciptakanlah pola pikir yang baik, jangan ragu.

Banyak yang penulis awalnya terkesima dengan tulisan yang bagus, serta kata-kata yang indah. Akhirnya mencoba membuat kata-kata yang indah dengan berpikir keras, dan hasilnya tentu saja buntu. Berkutat pada kata-kata indah sering kali meluluhkan kenginan menulis, bahkan satu paragraf pun tidak selesai-selesai. Lah wong niatnya pengen dipuji, bukan berkarya.

Nah sebelum menulis baiknya kita memiliki pola pikir yang positif, tidak perlu mengejar karya yang bagus. Jangan takut apalagi ragu, kalau tulisan tidak terasa bagus.

Memang banyak yang akhirnya berhenti menulis karena ragu dan malu, apalagi telah dapat cemohan orang-orang. Tapi tetap yakinlah, belajar perlahan-lahan, dan perbaiki gaya penulisan.

Lihat Juga : Pengertian dan Jenis Cover Buku.
4. Atasi gangguan dalam menulis, berusaha tetap fokus.

Gangguan dalam menulis itu bisa macam-macam, mulai dari diri sendiri kurang pede atau terlalu yakin sekali tulisannya bagus. Keduanya sama saja petaka besar. Menulis itu kaitannya dengan berkarya, bukan ingin dikenal. Yang paling pertama kali lawanlah diri sendiri dahulu, karena gangguan pertama kali adalah diri sendiri.

Setelah diri sendiri dapat diatasi, tentunya hal lain harus diatasi juga, seperti telepon genggam. Kalau menulis menggunakan telepon genggam baiknya aktifkan dahulu mode pesawat, agar tidak terganggu centang-centung pesan masuk.

Terakhir pastikan semua pekerjaan sudah selesai sebelum menulis, jangan sampai ditengah menulis, baru teringat kompor belum dimatikan.

5. Kalau sudah terbiasa menulis, mulailah tetapkan waktu.

Setelah mampu mengatasi gangguan menulis, mulailah tetapkan waktu untuk menulis. Entah itu setiap hari sebelum tidur, maupun menetapkan waktu sembarang ketika ada ide. Kalau bisa keduanya lebih baik.

Disiplin waktu itu baik sekali, pastinya tulisan sebuah buku akan cepat selesai. Eh tapi, jangan over pede dahulu, koreksi juga tulisan dari awal kembali. Ya, dengan mengkoreksi, kita akan tahu kesalahan kecil atau besar dalam setiap penulisan.

Tapi yang menarik itu tetap menulis disembarang waktu, baik berupa esai, puisi, maupun cerpen. Menulis sembarang waktu, seperti mengumpulkan butir-butir emas kreativitas. Jadi kedua point ini tetap dipakai, baik itu disiplin waktu menulis dan sembarangan waktu menulis, malah nanti bisa jadi dua karya buku loh.

Terakhir

Tunggu apalagi, masih saja ragu menulis sebuah buku. Karya terkenal itu tidak tahu kapan muncul, boleh jadi itu dari karya anda sendiri.

Lihat Juga : Standar Ukuran Buku.