Arsip Tag: menulis

Menulis dimasa Pandemi

menulisMenulis dimasa pandemi sekarang ini, susah banget, selain berada dalam ancaman penyakit, ekonomi, dan lagi kejenuhan. Menulis diwaktu sekarang memang terasa cukup dalam, Ya dalam… Ini lebih sakit dari pada menuliskan kenangan. Padahal dahulu cukup pandai untuk menulis janji-janji manis. Berada dalam ketakutan serta kejenuhan memang sangatlah berbeda.

Saya juga bingung kenapa Anne Frank mampu menuliskan catatan hariannya yang panjang dalam keheningan, kejenuhan, dan ketakutan. Memang saya pribadi bukanlah ilmuwan yang dapat menuliskan pandangan serta catatan kritis yang berpengaruh.

Menulis sekarang ini serasa pencarian amat jauh, mau nulis saja jadi repot yah? Padahal tidak perlu banyak mencari ini itu, cukup menulis saja dengan semangat. Entah apa jadinya nanti.

Memang yang menghambat adalah pikiran ini karena sudah terbiasa berkomentar, dibanding berpikir dan merenung. Saya tidak mau berbicara soal berpikir, karena ini terlalu berat. Mending kita merenung, karena dengan merenung bakalan kesasar kesana kemari yang kadang membuat tersenyum sendiri.

Dan mulailah menulis catatan-catatan pendek, ya kalau tulisan terlihat carut-marut ya tidak apa-apa, wong bukanlah update status media sosial. Menulis kan memberhentikan kekosongan diri, dan memulai memberi jalan pada pikiran ini. Sedikit demi sedikit akan menjadi tulisan panjang. Ya seperti tulisan ngawur ini, awalnya ingin menulis artikel bermanfaat malah kesasar jadi tulisan ini.

Tulislah Bukumu Dengan Nyaman

itu bukan cetakkan buku kami ya

“Sebuah buku bisa dibaca terus menerus ratusan tahun kemudian, jadi jangan tergesa-gesa menulis”. (admin Only Print)

Tulisan ini adalah kerisauan hati seorang tukang cetak buku. ada banyak buku yang tercetak, akhirnya terlupakan, dan tergeletak dalam rak buku yang berdebu, bahkan si penulis sendiri telah berhenti menulis lagi, hanya sedikit menjadi karya buku yang menarik. seperti karya JK Rowling – Harry Potter bisa masuk salah buku yang mempengaruhi dunia.
(sumber BBC Indonesia)

JK Rowling mendapat ide penulisan sewaktu perjalanan naik kereta api dari Manchester ke London, ide yang muncul begitu saja, akhirnya menjadi berjilid-jilid kisah Harry Potter.

Sebenarnya dalam menulis memerlukan latihan cukup panjang, dan pada waktunya nanti akan menemukan ciri khas tulisan sendiri. Untuk ide otentik agaklah rumit, tidak dapat dicari, terkadang ditemukan begitu saja.

Ya kalau ingin terus berlatih menulis, pasti akan menemukan gaya sendiri. Betrand Russel sendiri awal penulisannya mengikuti gaya penulisan buku-buku lain.

Seperti Puthut Ea, dia sendiri menulis menggunakan telepon genggamnya. Saya sendiri pun sama ketika menulis tulisan ini, menulis dengan handphone ditemani kopi segelas, eh maaf plus es jeruk juga.

Kenapa jangan tergesa-gesa, Saya sendiri sering mengalami mencetak buku yang ditengah perjalanan banyak revisi serta dikejar waktu launching. Buku sendiri, bagi saya pribadi adalah bahan bacaan ilmu pengetahuan dan hiburan, yang terbebas dalam ruang dan waktu. Sebagai contoh novel Anna Karenina karangan Leo Tolstoy, sejak diterbitkan tahun 1873, masih dibaca bukunya hingga kini. Perlu dicatat buku bukanlah untuk dikenal, melainkan buku untuk dibaca.

Yah dalam menulis santai sajalah, sambil belajar menulis pelan-pelan. Akhirnya berhalaman-halaman lalu berbab-bab, dan akhirnya bisa berjilid-jilid. Tidak perlu banyak pengejaran, temukan gaya penulisan sendiri. Tidak perlu mencari popularitas.