Arsip Kategori: Buku

Pengertian dan Jenis Cover Buku

composed books on white marble background
Photo by ready made on Pexels.com

Pengertian Cover Buku

Cover Buku (sampul buku) adalah pelindung bagian dari isi buku yang berupa lembaran-lembaran, fungsinya juga sebagai pengikat lembaran-lembaran kertas isi buku agar tidak mudah lepas.

Cover Buku sendiri tak hanya menjaga isi buku. Cover Buku bertujuan untuk menandai buku agar mudah dikenali serta menginformasikan sedikit mengenai isi sebuah buku.

Secara keseluruhan mengenai cover buku, baiknya memiliki desain yang menarik; agar mudah dikenali dan menjadi identitas buku itu sendiri. Jadi pas dijejerkan pada rak buku, kita sudah tahu buku mana yang kita cari, tanpa harus membaca judul satu persatu.

Pada Cover buku sendiri terdiri dari 3 bagian :

  • Sampul Depan : pada sampul depan terdiri dari Judul Buku dan Nama Penerbit
  • Sampul Belakang : umumnya berupa ringkasan penjelasan atau petunjuk dari isi buku, Nama Penerbit serta barcode ISBN
  • Punggung Buku (samping buku) : Judul Buku, Nama Penulis serta Nama Penerbit. Pada punggung buku sendiri harus sesuaikan ketebalan buku, kalau terlalu tipis sebaiknya tidak menggunakan.

Jenis Cover Buku

Cover buku sendiri awalnya berbentuk Hardcover, dan seiring perkembangannya hadir cover buku berjenis Paperback (Softcover) agar mudah dibawa dan lebih murah harganya.

Berikut penjelasan Jenis Cover Buku :

  1. Paperback (Softcover) adalah cover buku berbahan kertas sedikit tebal dan lentur yang ketebalannya variatif mulai dari 210 gsm, 230 gsm, 260 gsm hingga 310 gsm, ini tergantung pilihan sendiri. Softcover biasanya menggunakan jenis kertas Art Carton dan kertas Ivory yang dilaminasi glossy atau doff.
  2. Hardcover adalah cover buku berbahan tebal, keras dan kaku. Hardcover sendiri terdiri dari Carton Board (papan berbahan kertas) yang dilapisi kertas tipis seperti Art Paper 120 gsm atau 150 gsm, dan ada tali pita pembatas.
Lihat Standar Ukuran Buku disini.

Pada era modern jenis cover buku digunakan sesuai kebutuhan (segmen), Hardcover acapkali bertujuan untuk memberi kesan eksklusif pada sebuah buku dibandingkan Softcover.

Tapi tetaplah kita berpegang; jangan menilai sebuah buku dari covernya, jadikanlah buku sebagai jendela dunia. 🙏

Lihat juga harga cetak buku kami ya.

Menulis Buku Sekarang Ini

Menulis Buku Zaman Modern

writer working on typewriter in office
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Menulis buku diwaktu ini terasa mudah (tepatnya ditahun 2020 ini), ya memang mudah kok. Menulis buku itu tidak hanya, tidak tapi, dan tidak bukan melalui lewat pena saja. Lewat layar datar telepon pintar saja sudah bisa menulis. Menulis atau mengetik ya? Sudah-sudah, bukan itu maksudnya. Menulis sebuah tulisan, tujuannya untuk dibaca. 

Dulu pernah membaca buku sejarah dunia, bagaimana manusia mulai menandai komunikasi lalu timbullah huruf-huruf. Huruf-huruf itu tidak seperti tulisan dibaca sekarang ini. Huruf-huruf tempo dulu adalah simbol.

Ya kalau sekarang sudah mudah sekali membaca tulisan. Tidak ada hambatan purna rupa bahasa. Tinggal Select All, lalu Paste ke Google Translate. Entah terjemahannya itu benar atau salah dalam segi penyusunan kalimatnya? Mosok Google bisa segitu hebatnya.

Jangan copy paste tulisan orang lain juga ya. Jadilah kreatif.

Tapi, tapi, tapi, bingung juga sih?

Kenapa dengan maraknya media sosial, budaya menulis tidak bisa tumbuh pesat ya? Malah tumbuh budaya update kalimat-kalimat pendek. Entah itu nyinyir atau quote-quote tidak jelas.

Tips Menulis

Ya mau tidak mau harus bagikan juga Tips Bagaimana Mengawali Menulis, berikut tips menulis yang simple, agar mudah dipahami :

  • Sering membaca buku : membaca buku secara rutin akan menambah kosa kata dan meningkatkan kreatifitas.
  • Sering menulis catatan pendek : tidak dipungkiri, menulis catatan pendek itu dapat menambah kemampuan dalam menulis.
  • Pelajari dan ikuti gaya penulisan pengarang buku favorit : meniru itu bisa menemukan dimana letak gaya menulis kita.
  • Jangan memaksa diri : kebanyakan kita selalu memaksa diri agar tulisan terlihat bagus dan indah, dan bersikeras agar cepat selesai,
  • Menulis diwaktu santai : memilih waktu yang santai atau ketika ide itu hadir segerakanlah menulis, agar ide tidak bisa hilang begitu saja.
  • Coba riset sana-sini : melihat tulisan orang-orang lainnya lewat media online dan media cetak, dapat mengetahui tren dan tema yang akan ditulis
  • Terakhir, temukan kemampuan diri sendiri : tidak perlu memaksa, belajarlah dari waktu ke waktu.

Dari semua tips diatas mosok tidak bisa menulis juga. Ini tips yang paling penting; Kalau masih malas menulis saja, biarkan telepon pintar yang mengetik sendiri. Tinggal bicara cas cis cus, sang telepon pintar akan mengetik semuanya secara otomatis. Sungguh indah abad 20 ini. Ya kalau ingin langsung cetak buku bisa juga dikami kok. 🙃

Benda Aneh Untuk Pembatas Buku

Bicara kebiasaan baca buku, pastinya kita tidak bisa membaca terus sebuah buku atau jarang sampai habis dalam satu waktu. Kalau main game mungkin sih. Pas baca buku sendiri pasti banyak diantara kita yang suka melipat bagian halaman buku. Itu sudah paling umum hampir semua pembaca melakukan itu, ya tidak semua sih.

pembatas buku pada umumnya

Kadang kita beruntung, pas membeli buku dapat bonus pembatasnya. Kalau tidak ada, pasti kita coba mencari alternatif penggantinya.

Atau bisa membuat sendiri pembatas buku, yang paling baik ukuran pembatas buku itu 12 cm x 3 cm saja. Biar bisa pas ditempatkan semua ukuran buku, buku koleksi anda yang berbeda-beda ukurannya.

Admin sendiri pas membaca buku pernah pakai kertas timah rokok pembatas buku, yang paling aneh sih pernah pakai daun kering. Ada sih yang lebih aneh tapi malu bilangnya.

Kalau bicara aneh, kira-kira apa ya? Benda yang layak dijadikan pembatas buku. Yang pasti, bukan daun pintu jendela saja dijadikan pembatas buku. Itu mah kebangetan.😅

Berikut pembatas buku yang aneh admin pernah telusuri dan sebagian pernah dicoba :

  • Sumpit (Kalau sumpit pasti pas baca bukunya lagi dimeja makan)
  • Sedotan (Nah sedotan, pasti baca buku lagi diwarung kelontong)
  • Kabel tis (Ini pasti lagi dimana ya?)
  • Tagihan hutang (Sengaja dijadikan pembatas buku biar ingat kapan jatuh tempo)
  • Surat cinta🙄 (Bingung mau ngomong apa, yang pasti posesif banget)
  • Tisu (Ini yang paling baik, jangan tisu bekas flu aja dipakai pembatas buku)
  • Nota belanja (Baru selesai belanja buku, nota belanja langsung dipakai pembatas buku)
  • Sambel saset (Ya kalau lagi makan di KFC sambel sasetnya diminta) Lumayan buat pembatas buku)
  • Uang ;maklum Sultan 😓 (Tidak mau komentar)
  • Robekan foto mantan (Jeng.. jeng.. maksudnya apaan nih?)

Mungkin segitu saja kali, kalau menambah banyak lagi bisa-bisa membuat inspirasi keanehan pembatas buku. Nanti malah tambah bikin tersesat.

Bisa dibilang, power off kepepet bisa menjadikan benda apapun jadi pembatas buku. Apalagi pas orang orang tua memanggil dengan keras. Langsung dengan sigap berkata “iya mak..”. Benda terlihat depan mata langsung dijadikan pembatas buku.

Standar Ukuran Buku di Penerbitan

Prakata Ukuran Buku

Ukuran buku umumnya berdasarkan tinggi kali lebar, pada bagian lebar adalah bagian membuka buku. Buku umumnya bentuk persegi panjang, sekarang ini ada buku yang berbentuk kotak. Pada buku modern sendiri, ukuran buku tidak baku, banyak Penerbitan mencoba variasi ukuran buku. Entah demi karena desain buku tersebut atau keperluan buku itu sendiri. Ya juga ada buku ukurannya sangat besar sekali.

Di Indonesia sendiri ukuran-ukuran bukunya sedikit berbeda dengan penerbitan buku luar. Ada istilah ukuran buku unesco, ukuran ini biasa dipakai pada buku-buku Penerbitan buku ilmiah.

Ukuran Buku

Berikut beberapa daftar ukuran buku di Indonesia :

Nama UkuranUkuran BukuJenis Buku
Duadecimo13 cm x 19 cmNovel
A514,8 cm x 21 cmNovel & Umum
A610,5 cm x 14,8 cmPuisi
B5 JIS18,2 cm x 25,7 cmUmum & Edukasi
B5 ISO17,6 cm x 25 cmUmum & Edukasi
B6 JIS12,8 cm x 18,2 cmPuisi, Novel, & Esai
Unesco15,5 cm x 23 cmAkademisi & Ilmiah
A421 cm x 29,7 cmJurnal & Edukasi
Standar Ukuran Buku

*Keterangan : Untuk Jenis Buku Umum dapat digunakan berbagai latar belakang jenis buku, baik pengetahuan sehari-hari dan ilmiah serta tidak ada batasan Genre Buku.

Baiknya ya, memberikan penjelasan terhadap semua ukuran diatas. Nanti akan ditambah lagi penjelasannya. Ada juga ukuran buku lainnya, seperti buku terkecil didunia atau ukuran buku terbesar dunia. Ini tidak termasuk segmen buku bacaan sih.

Ukuran buku tidaklah penting, yang penting oplah cetaknya😅. Ya tidak begitu juga, ukuran buku itu kembali kepada berbagai aspek; mulai dari jenis konten buku, desain, target marketnya hingga ke biaya produksi cetak bukunya.

Patut disayangkan, karena biaya produksi yang cukup tinggi, jika harus mencetak dalam oplah ribuan. Akhirnya ukuran buku diperkecil untuk meminimalisir biaya produksi.

Untungnya sekarang sudah bisa mencetak buku tanpa minimal jumlah cetak.

Penyebabnya perkembangan teknologi serta minat baca buku terus berkurang,  tergerus oleh perkembangan teknologi internet. Kalau tidak best seller tidak mungkin dicetak dalam oplah yang tinggi. Maka sekarang ini mulai lahirlah percetakan yang bisa dengan minimum jumlah cetak.

Terakhir yang paling penting adalah aspek kenyamanan membaca buku, bukan ukuran buku itu sendiri. Buatlah buku yang nyaman dibaca. Perhatikan jenis font yang digunakan hingga ukuran fontnya juga. Jangan sampai buku yang segmennya untuk orang tua malah menggunakan font yang kecil. Ya jadi tidak bisa dibaca dengan mudah.

Beberapa Manfaat Membaca Buku

Sampai sekarang ini agak kebingungan dengan manfaat membaca buku, mungkin karena zaman yang sudah berubah banyak secara drastis. Mencari pengetahuan dan hiburan sekarang ini begitu mudahnya lewat genggaman Smartphone, kita sudah bisa kemana-mana. Bahkan menjawab pertanyaan matematika yang sulit pun sudah bisa lewat genggaman tangan.

Apalagi membaca buku diwaktu sekarang menjadi pemandangan cukup langka dan sangat langka, ditengah ramainya Warung Kopi (coffee shop) atau dalam angkutan umum, yang terlihat banyak adalah memegang smartphone.

Barang kali artikel ini terlalu cukup dipaksakan hadir, demi kelangsung membaca sebuah buku. Berikut alasan kenapa kita perlu membaca buku :

1. Menjaga Pikiran tetap Aktif
Dengan baca buku secara rutin dapat membuat otak (pikiran) kita aktif, tentunya tidak perlu berlama-lama, apalagi sampai begadang semalaman.

2. Obat Stress
Ada beberapa buku yang bisa membuat Kita tertawa, buku-buku humor bisa menjadi salah satu pilihan. Novel tentunya sangat baik sebagai peneman waktu senggang

3. Menambah pengetahuan
Nah ini adalah point yang paling penting; menambah pengetahuan. Acapkali pas waktu membaca menemukan hal baru, baik itu pemikiran maupun ide.

4. Menambah keragaman kosakata
Awalnya tidak menganggap terlalu penting, karena merasa cukup mapam dengan kemampuan bahasa Indonesia, tapi setelah membaca beberapa buku merasa banyak kosa kata bahasa Indonesia belum diketahui misalnya kata “kekenesan dan beting”.

5. Kemampuan menyimpan memori
Soal simpan menyimpan hal ini mulai terasa bila umur semakin tua. Tidak perlu berlama-lama 1 bulan atau 2 bulan, terkadang kita lupa, dengan membaca buku terkadang memori lama yang sudah dilupakan mulai teringat kembali, seperti rasa rindu yang hilang (mulai ngelantur).

6. Berpikir analitis
Ini yang paling seru, dengan maraknya hoax. Membaca buku membuat filter terhadap berita-berita bohong yang beredar, secara sepintas pun kita dapat menganalisa apakah itu benar atau tidak?

7. Meningkatkan konsentrasi
Membaca buku di angkutan umum atau warung kopi, bisa membuat konsentrasi makin tinggi. Gangguan hilir mudik orang-orang, bau parfum menyengat, atau orang bicara disebelah kita, ketika asyik dan larut dalam bacaan buku tidak menjadi gangguan lagi.

8. Kemampuan menulis
Berkaitan dengan sebelumnya membaca menambah keragaman kosa kata, dengan membaca kita semakin kaya dengan keragaman kata, tentunya semakin mudah untuk menulis.

9. Ketenangan
Buku adalah salah satu cara menghibur diri, baik ranah imajinasi ataupun pengetahuan. Setiap membaca buku bisa menemukan hal-hal baru, sesuatu yang unik dari buku.

10. Alternative hiburan waktu luang
Agar tidak itu-itu aja, membaca buku juga bisa sebagai alternatif hiburan. Jangan baca buku berat-berat ya. Salah satu contoh membaca novel atau juga boleh membaca komik.

Dari semua penjelasan diatas, ada baiknya kita sering membaca buku. Seperti kita tahu Buku itu adalah jendela dunia.

Teman membaca buku apa saja ya?

Membaca buku tak hanya persoalan mata, posisi duduk yang baik serta penerangan yang baik yang menjadi aspek penting dalam membentuk konsentrasi membaca. Mau baca buku saja kok repot? Iya membaca buku itu memang merepotkan, seperti nonton drama seri favorit yang sedang seru-serunya langsung muncul iklan. Emosional lagi tinggi-tingginya terbentur iklan, mau menangis tertahan atau marah tertahan. Saya juga tidak bisa membayangkan kalau pertandingan bola dikasih iklan, pas mau gol, iklan langsung muncul.

Nah apa saja yang membantu menemani teman membaca buku:

1. Minuman

Minuman adalah sahabat setia dalam membaca buku, sedikit pastikan minuman yang anda pilih adalah minuman hangat. Kalau minuman dingin pakai es, sebenarnya boleh-boleh saja. Tapi eh tapi, kalau keseruan membaca bisa lupa esnya sudah mencair, rasa minumannya bisa adem. Pilihlah minuman hangat seperti kopi, teh, coklat hangat, atau wedang jahe(ini tergantung cuaca).

2. Makanan ringan

Kalau makanan saya pribadi bingung mau kasih contohnya, terlebih tidak suka ngemil. Paling simple sih makanan ringan yang tidak ada remah-remahnya sih. Kalau waktu kantuk tiba tidak perlu repot beresin remah makanan itu.

3. Musik

Musik instrumen yang paling pas, kalau musik rock, pop, atau koplo bisa ikutan asyik bersenandung ria. Bisa-bisa malah kelupaan membaca bukunya, asyik bersenandung lalu berjoget.

4. Buku catatan dan pena

Buku catatan dan pena sangat penting, apalagi ketika membaca buku yang sifatnya informatif. Kalau novel juga bisa sih, terkadang kita juga harus mencatat quote-quote penting yang inspiratif.

Mungkin ini saja sementara hal-hal ini saja dilain waktu akan saya tambahkan lagi. 🙂

 

Menulis dimasa Pandemi

menulisMenulis dimasa pandemi sekarang ini, susah banget, selain berada dalam ancaman penyakit, ekonomi, dan lagi kejenuhan. Menulis diwaktu sekarang memang terasa cukup dalam, Ya dalam… Ini lebih sakit dari pada menuliskan kenangan. Padahal dahulu cukup pandai untuk menulis janji-janji manis. Berada dalam ketakutan serta kejenuhan memang sangatlah berbeda.

Saya juga bingung kenapa Anne Frank mampu menuliskan catatan hariannya yang panjang dalam keheningan, kejenuhan, dan ketakutan. Memang saya pribadi bukanlah ilmuwan yang dapat menuliskan pandangan serta catatan kritis yang berpengaruh.

Menulis sekarang ini serasa pencarian amat jauh, mau nulis saja jadi repot yah? Padahal tidak perlu banyak mencari ini itu, cukup menulis saja dengan semangat. Entah apa jadinya nanti.

Memang yang menghambat adalah pikiran ini karena sudah terbiasa berkomentar, dibanding berpikir dan merenung. Saya tidak mau berbicara soal berpikir, karena ini terlalu berat. Mending kita merenung, karena dengan merenung bakalan kesasar kesana kemari yang kadang membuat tersenyum sendiri.

Dan mulailah menulis catatan-catatan pendek, ya kalau tulisan terlihat carut-marut ya tidak apa-apa, wong bukanlah update status media sosial. Menulis kan memberhentikan kekosongan diri, dan memulai memberi jalan pada pikiran ini. Sedikit demi sedikit akan menjadi tulisan panjang. Ya seperti tulisan ngawur ini, awalnya ingin menulis artikel bermanfaat malah kesasar jadi tulisan ini.

Tulislah Bukumu Dengan Nyaman

itu bukan cetakkan buku kami ya

“Sebuah buku bisa dibaca terus menerus ratusan tahun kemudian, jadi jangan tergesa-gesa menulis”. (admin Only Print)

Tulisan ini adalah kerisauan hati seorang tukang cetak buku. ada banyak buku yang tercetak, akhirnya terlupakan, dan tergeletak dalam rak buku yang berdebu, bahkan si penulis sendiri telah berhenti menulis lagi, hanya sedikit menjadi karya buku yang menarik. seperti karya JK Rowling – Harry Potter bisa masuk salah buku yang mempengaruhi dunia.
(sumber BBC Indonesia)

JK Rowling mendapat ide penulisan sewaktu perjalanan naik kereta api dari Manchester ke London, ide yang muncul begitu saja, akhirnya menjadi berjilid-jilid kisah Harry Potter.

Sebenarnya dalam menulis memerlukan latihan cukup panjang, dan pada waktunya nanti akan menemukan ciri khas tulisan sendiri. Untuk ide otentik agaklah rumit, tidak dapat dicari, terkadang ditemukan begitu saja.

Ya kalau ingin terus berlatih menulis, pasti akan menemukan gaya sendiri. Betrand Russel sendiri awal penulisannya mengikuti gaya penulisan buku-buku lain.

Seperti Puthut Ea, dia sendiri menulis menggunakan telepon genggamnya. Saya sendiri pun sama ketika menulis tulisan ini, menulis dengan handphone ditemani kopi segelas, eh maaf plus es jeruk juga.

Kenapa jangan tergesa-gesa, Saya sendiri sering mengalami mencetak buku yang ditengah perjalanan banyak revisi serta dikejar waktu launching. Buku sendiri, bagi saya pribadi adalah bahan bacaan ilmu pengetahuan dan hiburan, yang terbebas dalam ruang dan waktu. Sebagai contoh novel Anna Karenina karangan Leo Tolstoy, sejak diterbitkan tahun 1873, masih dibaca bukunya hingga kini. Perlu dicatat buku bukanlah untuk dikenal, melainkan buku untuk dibaca.

Yah dalam menulis santai sajalah, sambil belajar menulis pelan-pelan. Akhirnya berhalaman-halaman lalu berbab-bab, dan akhirnya bisa berjilid-jilid. Tidak perlu banyak pengejaran, temukan gaya penulisan sendiri. Tidak perlu mencari popularitas.

Efek Membaca Buku Digital

baca ebook.jpg

Membaca buku sangatlah bermanfaat, mungkin beberapa dari kita ingat ungkapan “Buku adalah Jendela Dunia”. Membaca buku tidak hanya menambah pengetahuan kita, beberapa studi menyatakan membaca buku secara konsisten hingga usia 60-70 tahun dapat mencegah penurunan mental. Dengan membaca buku akan mengasah pikiran kita yang tentunya menambah pengetahuan. Tidak hanya itu saja dengan gemar membaca buku akan menambah rasa empati kita lebih tinggi.

Dengan perkembangan zaman buku pun beralih bentuk ke dalam buku digital atau lebih kita kenal dengan ebook. Membaca buku format digital memanglah enak, kita tidak perlu lagi menenteng beberapa buku yang sedang ingin dibaca. Cukup dengan media Laptop ataupun smartphone buku buku digital dengan mudah kita baca dimana saja. Karena berbagai kemudahan ini buku dalam format digital mulai di gemari. Saya sendiri senang membaca buku digital lewat Smartphone, daripada diwaktu senggang melihat media sosial lebih baik membaca ebook (buku digital) yang telah ada di smartphone saya. Tapi lama kelamaan kok mulai merasa mata lebih lelah. Karena itu lah saya mencari artikel tentang lebih baik mana membaca buku teks atau ebook. berikut berapa point yang telah disadur dari medicaldailydotcom.

Lupa Akan Beberapa Point Penting Isi Buku
Mungkin kita sudah terbiasa memberi pembatas atau melipat halaman buku teks . Ketika kita membaca buku sering kali kita menandai beberapa point penting pada buku tersebut, baik itu distabilo atau diberi tanda garis. Membaca buku teks kita dapat melakukan itu semua. Bagaimana dengan buku digital tentu kita dapat melipat dan menstabilo laptop dan smartphone kita. Dibalik kemudahan buku digital, kita dapat beralih kemana saja. Bisa lihat Facebook dan lainnya. Malah dengan ini membuat kita jadi lupa, karena arah fokus pikiran langsung berubah. Beda halnya dengan dengan buku teks kita, ketika kita merasakan kebosanan membaca buku teks, kita pasti mengistirahatkan pikiran sejenak. entah bikin kopi atau mencari cemilan.

Membaca Buku Digital  Mengurangi Kualitas Tidur
Sebuah studi dari Harvard University membaca buku digital (ebook) sebelum tidur, menyebabkan berkurangnya produksi Hormon Melatonin. Akibatnya kita sulit untuk tertidur, tidur kurang pulas, dan ketika bangun tidur tubuh merasa lelah.

Sebaliknya dengan membaca teks biasa lebih meningkatkan kualitas tidur kita, dan lebih mudah mengantuk. Buku Teks lebih menjernihkan pikiran kita karena tidak terganggu sinyal yang terpancar oleh Smarthpone dan sinar layar terpancar ke mata kita.

Membaca Buku Digital Dapat Meningkatkan Stres
Sudah kita ketahui membaca buku dapat mengurangi stres, sama seperti kita mendengarkan Musik, Berjalan Kaki, Minum teh, dan Minum Kopi. Tapi ketika kita membaca Buku digital lewat Laptop ataupun Smartphone menghilangkan semua manfaat buku yang dapat menghilangkan stres. Dengan membaca buku digital lewat smartphone misalnya akan mengganggu fokus kita dalam membaca, kita terkadang iseng membuka halaman Facebook. Dengan demikian membaca buku digital (ebook) lebih menambah stres karena membuat mata kita lebih lelah, pikiran kita sulit fokus, dan tentunya mengurangi kualitas tidur kita, jika dilakukan sebelum tidur.

Dibalik kemudahan ada resiko, mungkin kita dapat berhemat banyak dengan membaca buku digital (ebook), kita dapat mendownload buku tersebut dari mana saja, dan kita tidak perlu berputar-putar toko buku mencari buku, apalagi kita harus membeli beberapa buku. Tapi Buku digital masih banyak kekurangannya, hal ini disebabkan oleh perangkat yang kita gunakan untuk membaca buku digital. Tapi semua tergantung pilihan anda, dari sisi biaya yang dikeluarkan tentulah buku digital (ebook) lebih murah.

Mencetak Buku Tidak Perlu Banyak

mencetak buku.jpeg

Kini mencetak buku tidaklah perlu banyak, tidak perlu repot mencetak sekitar 500 buku bahkan 1000 buku untuk mendapatkan buku yang berkualitas. Dengan adanya perkembangan dunia digital, khususnya dalam digital print mencetak buku satuan sudah bisa, dengan kualitas sama dengan Penerbitan atau buku-buku yang berada di Toko-toko buku ternama seperti Gramedia. Jadi tidak perlu lagi bingung lagi membuat dummy buku ataupun membukukan buku anda sendiri yang sesuai dengan kualitas buku biasa lihat di Toko-toko Buku ternama.

Only Print kini memberikan layanan cetak buku satuan dengan kualitas baik, mulai jilid Hardcover ataupun Softcover menggunakan Metode Jilid Lem Panas sesuai standar penerbitan ataupun percetakkan. Lem panas ini sangat kuat dan tidak perlu di staples lagi isinya.

Untuk Cover sendiri Full Color yang telah dilaminasi glossy ataupun dov sesuai dengan selera anda. Mengenai Isi buku tinggal pilih saja, antara kertas HVS ataupun Book paper. Book Paper sendiri adalah kertas ringan berwarna sedikit kekuningan yang biasa digunakan pada buku Novel.

Isi buku pun telah menggunakan tinta yang anti air , baik warna ataupun hitam putih. Mengenai harga yang pasti murah, bahkan sangat terjangkau bagi berbagai kalangan. Mengenai detail harga cetak buku satuan kami silahkan cek.

Untuk cetak buku satuan bisa cek di Harga Cetak Buku.