Arsip Kategori: Buku

Menjelajahi buku on demand

printed musical note page
Photo by Pixabay on Pexels.com

Prakata

Membuat sebuah buku dari dulu membutuhkan waktu yang cukup lama, ada proses cetak isi, kemudian cetak cover, laminasi cover, proses jilid, pemotongan buku, lalu berakhir di pengemasan plastik shrink.

Sejak awal, proses percetakan buku menggunakan sistem cetak offset dari masa ke masa. Baru belakangan ini cetak digital merambah ke dalam industri cetak Indonesia.

Cetak digital sendiri adalah adaptasi mesin printer konvensional (rumahan dan kantor) menjadi skala industri. Yang tadinya printer berukuran kecil, sekarang menjadi berukuran besar.

Kita cukup membayangkan, printer yang ada dirumah anda berukuran 20 kali lipat besarnya dan lebih berkali-kali lebih cepat.

Industri cetak digital mengenalkan platform “Print on demand”, yang berarti mencetak sesuai dengan permintaan. Mau sedikit atau jumlah banyak tidak masalah sama sekali.

Nah, kalau untuk buku yang dapat mencetak buku sesuai permintaan disebut “Book On Demand” atau “Buku On Demand”.

Bagaimana cara cetak buku on demand bekerja?

Pertama, cetak isi buku dahulu, lalu menghitung tebal buku untuk persiapan cetak cover. setelah cover selesai dicetak langsung dilaminasi. Kemudian proses penjilidan buku, pemotong buku sesuai ukuran, terakhir packing buku. Selesai deh.

Cara cetak on demand sangat sederhana, cukup dengan file yang sudah tersusun rapi, langsung cetak saja. Persis seperti print dirumah saja.

Buku on demand, apa saja yang perlu diketahui?

  • Tidak perlu cetak banyak, satu buku saja bisa dicetak
  • Kualitas cetaknya setara atau sama dengan kualitas cetak offset
  • Efesien dari segi waktu dan tenaga
  • Hemat biaya cetak
Lihat juga : Harga Cetak Buku Print On Demand.

Cetak buku on demand vs cetak buku offset.

Nah ini yang paling rumit, bicara kualitas sama. Lalu manakah yang lebih baik? Kedua sama-sama baik dan bagus sih.

  • Pertama Cetak Buku Offset itu sangat hemat biaya jika kuantitas lebih dari 1000 buku dibanding Cetak Buku On Demand.
  • Kedua Cetak Buku On Demand lebih hemat biaya jika kuantitas 1 hingga 500 buku dibanding cetak offset

Jadi Apa yang akan dipilih?

Semua itu tergantung kebutuhan anda dalam mencetak buku, kalau baru mulai memasarkan buku alangkah baik mengunakan basis cetak on demand. Kalau bukunya sudah best seller, sangat disarankan untuk mencetak dalam basis cetak offset.

Lihat Juga : Standar Ukuran Buku.

Bagaimana Menjadi Penulis Buku

person using typewriter
Photo by Min An on Pexels.com

Apa itu Penulis?

Penulis Buku adalah orang yang telah menulis sebuah karya, baik sebuah cerita, esai, karya sastra, atau karya akademis. Di Indonesia lebih dikenal istilah Pengarang Buku.

Ada banyak alasan, kenapa orang orang menulis, entah itu karena pekerjaan mereka, ekspresi kreatif, atau bisa pula kejenuhan mereka.

Untuk menjadi penulis tidak perlu syarat mutlak, cukup kreatif dan rajin saja sih.

Tidak ada hal yang begitu rekat untuk menjadi penulis, seseorang bisa saja tiba-tiba menjadi seorang penulis. Padahal diwaktu sebelumnya hanyalah seorang pekerja kantor biasa.

Tapi yang ingin berniat menjadi penulis, mulailah dari sekarang juga. Jangan ditunda-tunda.

Bagaimana Cara Menjadi Penulis Buku

1. Pelajari diri anda dahulu dan mulailah belajar.

Yup, tak kenal maka tak sayang. Mengenali potensi diri adalah hal terpenting, sebelum mempertimbangkan profesi apapun. Bagaimana menjadi penulis buku? Membaca sebuah buku pun belum pernah.

Apalagi banyak diantara kita, yang baru saja menyelesaikan membaca sebuah buku, langsung tergesa-gesa untuk menulis. Tenang, semua itu membutuhkan waktu dan proses.

Mulailah dari mempelajari dari buku-buku yang telah dibaca. Baik cara penulisan, gaya bahasa, hingga penggunaan tanda baca.

Belajar gaya penulisan yang agak sedikit sulit, kita terkadang mampu menilai setelah membaca novel, langsung berkata; “ah cerita begini doang”. Cobalah tiru, alih-alih baru sampai tiga paragraf saja ceritanya sudah tamat.

Lihat Juga : Cara Mencetak Buku.
2. Siapkan tempat dan media untuk menulis.

Bicara soal tempat, sebuah tempat dapat memberikan perasaan tersendiri dalam menulis. Tempat yang sunyi adalah pilihan tepat, dalam meluangkan waktu untuk menulis. Kalau ditempat keramaian, sebenarnya bukan pilihan bagus, Namun ketika ide datang, segerakanlah untuk menulis.

Ide untuk menulis itu bisa datang secara tiba-tiba, mulai biasakanlah menulis pelbagai media. Tidak hanya pena saja, kalau perlu semuanya. Baik itu laptop dan telepon genggam, jadikanlah media menulis juga.

Seperti Made Wianta yang terkenal lewat karya Puisi Rupa. Menulis yang tidak terbentur oleh media apapun, Dia menulis di atas kertas tisu, tiket, nota belanja, bahkan sobekan majalah. Puisi Rupa itu sendiri adalah salah satu cara merespon suatu situasi atau kondisi secara cepat, spotan, dan membebaskan.

Jangan terbentur pada pena yang bagus, telepon genggam yang canggih, apalagi laptop yang canggih (saking canggihnya dipakai buat main game saja).

3. Ciptakanlah pola pikir yang baik, jangan ragu.

Banyak yang penulis awalnya terkesima dengan tulisan yang bagus, serta kata-kata yang indah. Akhirnya mencoba membuat kata-kata yang indah dengan berpikir keras, dan hasilnya tentu saja buntu. Berkutat pada kata-kata indah sering kali meluluhkan kenginan menulis, bahkan satu paragraf pun tidak selesai-selesai. Lah wong niatnya pengen dipuji, bukan berkarya.

Nah sebelum menulis baiknya kita memiliki pola pikir yang positif, tidak perlu mengejar karya yang bagus. Jangan takut apalagi ragu, kalau tulisan tidak terasa bagus.

Memang banyak yang akhirnya berhenti menulis karena ragu dan malu, apalagi telah dapat cemohan orang-orang. Tapi tetap yakinlah, belajar perlahan-lahan, dan perbaiki gaya penulisan.

Lihat Juga : Pengertian dan Jenis Cover Buku.
4. Atasi gangguan dalam menulis, berusaha tetap fokus.

Gangguan dalam menulis itu bisa macam-macam, mulai dari diri sendiri kurang pede atau terlalu yakin sekali tulisannya bagus. Keduanya sama saja petaka besar. Menulis itu kaitannya dengan berkarya, bukan ingin dikenal. Yang paling pertama kali lawanlah diri sendiri dahulu, karena gangguan pertama kali adalah diri sendiri.

Setelah diri sendiri dapat diatasi, tentunya hal lain harus diatasi juga, seperti telepon genggam. Kalau menulis menggunakan telepon genggam baiknya aktifkan dahulu mode pesawat, agar tidak terganggu centang-centung pesan masuk.

Terakhir pastikan semua pekerjaan sudah selesai sebelum menulis, jangan sampai ditengah menulis, baru teringat kompor belum dimatikan.

5. Kalau sudah terbiasa menulis, mulailah tetapkan waktu.

Setelah mampu mengatasi gangguan menulis, mulailah tetapkan waktu untuk menulis. Entah itu setiap hari sebelum tidur, maupun menetapkan waktu sembarang ketika ada ide. Kalau bisa keduanya lebih baik.

Disiplin waktu itu baik sekali, pastinya tulisan sebuah buku akan cepat selesai. Eh tapi, jangan over pede dahulu, koreksi juga tulisan dari awal kembali. Ya, dengan mengkoreksi, kita akan tahu kesalahan kecil atau besar dalam setiap penulisan.

Tapi yang menarik itu tetap menulis disembarang waktu, baik berupa esai, puisi, maupun cerpen. Menulis sembarang waktu, seperti mengumpulkan butir-butir emas kreativitas. Jadi kedua point ini tetap dipakai, baik itu disiplin waktu menulis dan sembarangan waktu menulis, malah nanti bisa jadi dua karya buku loh.

Terakhir

Tunggu apalagi, masih saja ragu menulis sebuah buku. Karya terkenal itu tidak tahu kapan muncul, boleh jadi itu dari karya anda sendiri.

Lihat Juga : Standar Ukuran Buku.

Tips Mencetak Buku Mandiri

Mencetak Buku Itu Sedikit Sulit

books placed between branches of blossoming tree
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Mencetak buku sendiri itu bisa dibilang gampang-gampang susah, menjadi sulit kalau kita tidak ingin memahami, bagaimana cara mencetak buku yang sesuai keinginan kita.

Bisa dibilang mencetak buku sedikit berbeda dengan proses percetakan pada umumnya, lewat jasa fotocopy pun tidak sama. Karena harus tahu mengenai margin (batas tepi) buku yang harus benar-benar diperhatikan, agar benar-benar nyaman dibaca.

Perkara nyaman dibacalah, yang menjadikan proses pembuatan buku, agak sedikit rumit. Kalau asal cetak saja, alih-alih bukannya bagus, malah menjadi berantakan tidak karuan.

Mulai dari susunan halaman, penempatan penomoran halaman, ukuran font, hingga ke desain cover dan isi.

Tata letak isi (paragraf dan ukuran font) maupun cover harus diperhatikan sekali, jangan sampai terlalu dekat dengan bagian dalam lem dan luar buku. Bisa-bisa nanti terkena potong, atau terlalu mepet, jadi pas buku dibuka terlalu sudut ke dalam.

Karena sebab itulah ada beberapa point sederhana yang harus kami bagikan.

Hal yang harus diketahui sebelum mencetak buku :

1. Ukuran Buku Yang Diinginkan

Coba tengok koleksi buku anda, dan pilihlah yang paling nyaman dibaca. Yup, ambil penggaris kemudian ukurlah, kira-kira masuk ke ukuran buku ya mana? Mengenai ukuran buku bisa dilihat disini.

Dari ukuran buku, kita juga bisa ukur margin (batas tepi dengan paragraf) buku tersebut.

2. Cari Desain Cover dan Tata Letak Isi Yang Sesuai Keinginan.

Ada baiknya kita melihat koleksi buku sendiri, boleh juga sesekali ke toko buku atau perpustakaan hanya untuk melihat-lihat desain dan tata letak isi yang diinginkan. Setelah itu, cari tutorial atau template desain yang diinginkan. Bisa juga melalui www.canva.com untuk desain cover.

3. Memilih Jenis Kertas Yang Cocok Untuk Buku.

Untuk sebuah buku bacaan, baiknya menggunakan book paper atau HVS. Yang paling baik untuk membaca berlama-lama, yaitu book paper. Kalau HVS agak cepat membuat mata lelah.

4. Mempersiapkan Biaya Cetak.

Nah ini, masalah terbesar adalah biaya (duit-duit). Namun seiring perkembangan zaman mencetak buku satuan sudah mudah, dan tidak perlu mengeluarkan biaya relatif tinggi. 1 buku saja bisa dicetak kok sekarang, tidak perlu banyak-banyak.

5. Pilih Tempat Cetak Buku

Tempat cetak buku sekarang ini sudah relatif banyak bisa online. Tapi pastikan tempat cetak buku itu bisa menjilid dengan Lem Panas, karena jilid dengan lem panas menjadi standar bagi buku Penerbitan.

Mungkin itu saja yang dapat kami bagi, sebagai gambaran ringkas sebelum mencetak buku karya anda sendiri.

Selamat Menulis..

Lihat juga : Template Layout Buku.

Kenapa Harus Membaca Buku

white ceramic teacup with saucer near two books above gray floral textile
Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Harus membaca buku, iya memang wajib kok.

Membaca buku adalah aktivitas yang memiliki banyak manfaat, bagi pribadi maupun orang lain. Tradisi membaca buku telah berjalan sudah lama sekali, semenjak manusia mulai belajar tulis menulis.

Seperti kita tahu, buku salah satu sumber pengetahuan kita. Bisa menambah pengetahuan serta wawasan. Belajar dari pengalaman saja tidak cukup, maka baiknya kita harus membaca buku lebih rutin lagi.

Karena membaca adalah suatu cara mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis. Tak hanya sebuah tulisan saja, ini merupakan hasil pemikiran seorang penulis.

Aktivitas membaca itu mempunyai tujuan yang baik, entah itu karena dikejar oleh ujian sekolah. Aktivitas membaca sendiri adalah salah satu cara menghibur diri sendiri, contohnya dengan membaca novel.

Ada banyak buku-buku yang bisa mengubah pemikiran kita, seperti buku biografi ataupun buku motivasi.

Lantas, untuk apa sih kita membaca?

  1. Mendapatkan dan terhubung dengan pengetahuan baru, kita bisa memahami berbagai pemikiran penulis (orang).
  2. Dapat memberikan kita kesempatan untuk bereksperimen atau menguji, lebih tepatnya bisa memikirkan dan mencoba, apa yang dimaksud oleh penulis.
  3. Terjadi dialog pemikiran, karena dalam suatu bacaan itu, banyak sekali lemparan pertanyaan.
  4. Menikmati keindahan kata-kata yang diberikan oleh penulis. Pada akhirnya kita bisa mengerti keindahan kata-kata itu sendiri.
  5. Dengan membaca, pikiran kita menjadi terstruktur, tidak seperti tumpahan air yang melimpah kesana kemari.
Lihat juga : Manfaat Membaca Buku.

Apalagi kebiasaan membaca sudah biasa kita tanamkan dari sejak kecil. Tentu hal ini akan menambah keragaman kosa kata kita. Fungsi kreativitas akan terus bertambah seiring dengan perkembangan usia.

Menanamkan keyakinan bahwa membaca buku adalah hal positif ini yang paling penting sekali.

Sudah banyak sekali contoh kenapa kita harus membaca buku. Minimal 1 buku saja 1 bulan. Nanti ditambah seiring dengan perkembangan waktu.

Kalau kita sudah membaca hingga 3-4 buku, pastinya rasa ingin tahu akan terus bertambah. Dan tidak kerasa akan banyak buku yang telah dibaca.

Terakhir, jangan pernah berhenti membaca buku ya. Membaca buku itu banyak sekali manfaatnya. Sampai-sampai tidak tahu lagi apa yang harus diutarakan lagi. 🙏

Kenapa Harus Beli Buku Original dari Penerbit

person holding stack of books
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Stop Beli Buku Bajakan, terlalu banyaknya buku bajakan di Indonesia tentunya meresahkan Penerbit. Bahkan tidak hanya Penerbit saja, Penulis pun kehilangan minatnya untuk menulis lebih produktif lagi.

Bukankah ini egois, mengeruk keuntungan dari hasil buku bajakan atau sebaliknya membeli buku bajakan.   Tidak perlu bicara soal ekonomis, ketika Motivasi Menulis hilang, kemana lagi mencari ide dan informasi selain dari sebuah buku. Apakah buku harus dibiarkan tenggelam begitu saja?

Kita hanya menikmati jagat digital, yang mana tidak tahu asal-usul kebenarannya. Lain halnya dengan sebuah buku.

Selain itu Buku Bajakan sangat tidak menghargai hasil kerja payah seorang penulis. Apalagi bisa merugikan banyak pihak juga loh. Dari pekerja cetak hingga dunia literasi sendiri.

Membeli buku original dari penerbit ada keuntungannya, seperti :

1. Kualitas cetak yang baik, memberikan kenyamanan dalam membaca buku.

Beberapa Penerbit sangat memperhatikan betul kualitas dan kenyamanan baca. Tidak dipungkiri kenyamanan membaca itu penting sekali, bagi para pembacanya. Kalau buku bajakan selain kualitas yang cetak buruk akan mempengaruhi kenyamanan membaca kita.

2. Kualitas jilid buruk, lembaran halaman jadi mudah lepas.

Buku adalah benda yang dipakai berlama-lama, bukan benda sekali pakai. Buku bajakan itu kualitas jilidnya seadanya, tidak setara dengan kualitas jilid buku Penerbit. Bukan persoalan awet, tapi ketika kita membacanya jangan sampai buku mudah rusak, lembaran halamannya mudah lepas dan hilang. Kalau kenangan buruk hilang sih, boleh saja.

3. Hanya tahu buku yang best seller saja, tidak akan tahu Karya terbaik.

Banyak buku yang diterjemahkan dari penulis meraih penghargaan Nobel. Ataupun dari penulis-penulis Indonesia yang memiliki karya yang bagus. Untungnya tidak semua buku yang bagus dibajak, karena para pembajak hanya mencari keuntungan finansial saja, bukan mencari keuntungan intelektual.

4. Buku original dijual toko-toko buku yang pejuang literasi.

Ada beberapa toko yang menjual buku-buku rujukan literasi, bisa dibilang hanya menjual buku-buku yang berkualitas dari segi karya. Seperti toko buku Post Santa, Berdikari, Buku Akik, dan Dema Buku. Mereka dapat ditemukan melalui online serta toko fisik.

Nah mulai sekarang bacalah buku original, selain menambah pengetahuan pribadi serta membantu dunia literasi di Indonesia tetap terjaga.

Lihat Juga : MENCETAK BUKU TIDAK PERLU BANYAK

Pengertian dan Jenis Cover Buku

composed books on white marble background
Photo by ready made on Pexels.com

Pengertian Cover Buku

Cover Buku (sampul buku) adalah pelindung bagian dari isi buku yang berupa lembaran-lembaran, fungsinya juga sebagai pengikat lembaran-lembaran kertas isi buku agar tidak mudah lepas.

Cover Buku sendiri tak hanya menjaga isi buku. Cover Buku bertujuan untuk menandai buku agar mudah dikenali serta menginformasikan sedikit mengenai isi sebuah buku.

Secara keseluruhan mengenai cover buku, baiknya memiliki desain yang menarik; agar mudah dikenali dan menjadi identitas buku itu sendiri. Jadi pas dijejerkan pada rak buku, kita sudah tahu buku mana yang kita cari, tanpa harus membaca judul satu persatu.

Pada Cover buku sendiri terdiri dari 3 bagian :

  • Sampul Depan : pada sampul depan terdiri dari Judul Buku dan Nama Penerbit
  • Sampul Belakang : umumnya berupa ringkasan penjelasan atau petunjuk dari isi buku, Nama Penerbit serta barcode ISBN
  • Punggung Buku (samping buku) : Judul Buku, Nama Penulis serta Nama Penerbit. Pada punggung buku sendiri harus sesuaikan ketebalan buku, kalau terlalu tipis sebaiknya tidak menggunakan.

Jenis Cover Buku

Cover buku sendiri awalnya berbentuk Hardcover, dan seiring perkembangannya hadir cover buku berjenis Paperback (Softcover) agar mudah dibawa dan lebih murah harganya.

Berikut penjelasan Jenis Cover Buku :

  1. Paperback (Softcover) adalah cover buku berbahan kertas sedikit tebal dan lentur yang ketebalannya variatif mulai dari 210 gsm, 230 gsm, 260 gsm hingga 310 gsm, ini tergantung pilihan sendiri. Softcover biasanya menggunakan jenis kertas Art Carton dan kertas Ivory yang dilaminasi glossy atau doff.
  2. Hardcover adalah cover buku berbahan tebal, keras dan kaku. Hardcover sendiri terdiri dari Carton Board (papan berbahan kertas) yang dilapisi kertas tipis seperti Art Paper 120 gsm atau 150 gsm, dan ada tali pita pembatas.
Lihat Standar Ukuran Buku disini.

Pada era modern jenis cover buku digunakan sesuai kebutuhan (segmen), Hardcover acapkali bertujuan untuk memberi kesan eksklusif pada sebuah buku dibandingkan Softcover.

Tapi tetaplah kita berpegang; jangan menilai sebuah buku dari covernya, jadikanlah buku sebagai jendela dunia.

Lihat juga harga cetak buku kami ya.

Jenis Jilid Buku

Jilid buku bertujuan untuk mengikat lembaran-lembaran kertas pada buku. Pada awalnya, buku diikat dengan benang agar lembaran teks menjadi rapi dan mudah dibaca.

Seiring perkembangan zaman, cara menjilid telah berkembang lebih jauh dan lebih efektif.

Karena kebutuhan waktu serta kuantitas buku yang banyak, cara menjilid pun menjadi purna rupa bentuk dan metodenya.

Berikut Macam-macam Jenis Jilid Buku :

1. Perfect Binding

Perfect Binding (Lem Panas) salah satu jenis jilid yang paling umum pada dunia Penerbitan. Tak hanya hasil jilid yang kuat, waktu pengerjaan relatif singkat. Bukan berarti cepat ya, karena setelah dijilid, lem buku harus didinginkan agar menempel erat.

2. Jahit Kawat {Staples)

Metode penjilidan ini paling umum kita lihat pada buku tulis. Jilid kawat menjadi pilihan untuk buku yang memiliki lembaran halaman sedikit. Tidak disarankan untuk buku yang tebal, karena mudah lepas.

3. Spiral Kawat

Jenis jilid ini biasa ditemui pada proposal serta buku notebook. Jilid spiral kawat memiliki estetika yang menarik pada buku. Tapi bagi yang bertangan kidal, jangan harap bisa menulis dibuku dengan nyaman pada buku spiral kawat (sekedar curhat).

4. Jahit Benang

Jahit benang salah satu metode penjilidan buku paling lama, yang masih dipakai hingga kini. Biasanya 4 hingga 8 lembar halaman dijahit, lalu disusun dan disatukan menjadi buku, setelah itu dilem untuk memasangkan cover. Sayangnya metode jilid ini memerlukan waktu relatif lama.

Dari semua jenis jilid buku diatas itu sendiri tergantung dengan kebutuhan serta kegunaan buku sendiri. Yang paling penting adalah bagaimana kita merawat sebuah buku. Sekuat apapun jenis jilidnya, kalau kita tidak mampu menjaga dan merawat buku, tetap saja akan rusak. 🙏

Menulis Buku Sekarang Ini

Menulis Buku Zaman Modern

writer working on typewriter in office
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Menulis buku diwaktu ini terasa mudah (tepatnya ditahun 2020 ini), ya memang mudah kok. Menulis buku itu tidak hanya, tidak tapi, dan tidak bukan melalui lewat pena saja. Lewat layar datar telepon pintar saja sudah bisa menulis. Menulis atau mengetik ya? Sudah-sudah, bukan itu maksudnya. Menulis sebuah tulisan, tujuannya untuk dibaca. 

Dulu pernah membaca buku sejarah dunia, bagaimana manusia mulai menandai komunikasi lalu timbullah huruf-huruf. Huruf-huruf itu tidak seperti tulisan dibaca sekarang ini. Huruf-huruf tempo dulu adalah simbol.

Ya kalau sekarang sudah mudah sekali membaca tulisan. Tidak ada hambatan purna rupa bahasa. Tinggal Select All, lalu Paste ke Google Translate. Entah terjemahannya itu benar atau salah dalam segi penyusunan kalimatnya? Mosok Google bisa segitu hebatnya.

Jangan copy paste tulisan orang lain juga ya. Jadilah kreatif.

Tapi, tapi, tapi, bingung juga sih?

Kenapa dengan maraknya media sosial, budaya menulis tidak bisa tumbuh pesat ya? Malah tumbuh budaya update kalimat-kalimat pendek. Entah itu nyinyir atau quote-quote tidak jelas.

Tips Menulis

Ya mau tidak mau harus bagikan juga Tips Bagaimana Mengawali Menulis, berikut tips menulis yang simple, agar mudah dipahami :

  • Sering membaca buku : membaca buku secara rutin akan menambah kosa kata dan meningkatkan kreatifitas.
  • Sering menulis catatan pendek : tidak dipungkiri, menulis catatan pendek itu dapat menambah kemampuan dalam menulis.
  • Pelajari dan ikuti gaya penulisan pengarang buku favorit : meniru itu bisa menemukan dimana letak gaya menulis kita.
  • Jangan memaksa diri : kebanyakan kita selalu memaksa diri agar tulisan terlihat bagus dan indah, dan bersikeras agar cepat selesai,
  • Menulis diwaktu santai : memilih waktu yang santai atau ketika ide itu hadir segerakanlah menulis, agar ide tidak bisa hilang begitu saja.
  • Coba riset sana-sini : melihat tulisan orang-orang lainnya lewat media online dan media cetak, dapat mengetahui tren dan tema yang akan ditulis
  • Terakhir, temukan kemampuan diri sendiri : tidak perlu memaksa, belajarlah dari waktu ke waktu.

Dari semua tips diatas mosok tidak bisa menulis juga. Ini tips yang paling penting; Kalau masih malas menulis saja, biarkan telepon pintar yang mengetik sendiri. Tinggal bicara cas cis cus, sang telepon pintar akan mengetik semuanya secara otomatis. Sungguh indah abad 20 ini. Ya kalau ingin langsung cetak buku bisa juga dikami kok. 🙃

Benda Aneh Untuk Pembatas Buku

Bicara kebiasaan baca buku, pastinya kita tidak bisa membaca terus sebuah buku atau jarang sampai habis dalam satu waktu. Kalau main game mungkin sih. Pas baca buku sendiri pasti banyak diantara kita yang suka melipat bagian halaman buku. Itu sudah paling umum hampir semua pembaca melakukan itu, ya tidak semua sih.

pembatas buku pada umumnya

Kadang kita beruntung, pas membeli buku dapat bonus pembatasnya. Kalau tidak ada, pasti kita coba mencari alternatif penggantinya.

Atau bisa membuat sendiri pembatas buku, yang paling baik ukuran pembatas buku itu 12 cm x 3 cm saja. Biar bisa pas ditempatkan semua ukuran buku, buku koleksi anda yang berbeda-beda ukurannya.

Admin sendiri pas membaca buku pernah pakai kertas timah rokok pembatas buku, yang paling aneh sih pernah pakai daun kering. Ada sih yang lebih aneh tapi malu bilangnya.

Kalau bicara aneh, kira-kira apa ya? Benda yang layak dijadikan pembatas buku. Yang pasti, bukan daun pintu jendela saja dijadikan pembatas buku. Itu mah kebangetan.😅

Berikut pembatas buku yang aneh admin pernah telusuri dan sebagian pernah dicoba :

  • Sumpit (Kalau sumpit pasti pas baca bukunya lagi dimeja makan)
  • Sedotan (Nah sedotan, pasti baca buku lagi diwarung kelontong)
  • Kabel tis (Ini pasti lagi dimana ya?)
  • Tagihan hutang (Sengaja dijadikan pembatas buku biar ingat kapan jatuh tempo)
  • Surat cinta🙄 (Bingung mau ngomong apa, yang pasti posesif banget)
  • Tisu (Ini yang paling baik, jangan tisu bekas flu aja dipakai pembatas buku)
  • Nota belanja (Baru selesai belanja buku, nota belanja langsung dipakai pembatas buku)
  • Sambel saset (Ya kalau lagi makan di KFC sambel sasetnya diminta) Lumayan buat pembatas buku)
  • Uang ;maklum Sultan 😓 (Tidak mau komentar)
  • Robekan foto mantan (Jeng.. jeng.. maksudnya apaan nih?)

Mungkin segitu saja kali, kalau menambah banyak lagi bisa-bisa membuat inspirasi keanehan pembatas buku. Nanti malah tambah bikin tersesat.

Bisa dibilang, power off kepepet bisa menjadikan benda apapun jadi pembatas buku. Apalagi pas orang orang tua memanggil dengan keras. Langsung dengan sigap berkata “iya mak..”. Benda terlihat depan mata langsung dijadikan pembatas buku.

Standar Ukuran Buku di Penerbitan

Prakata Ukuran Buku

Ukuran buku umumnya berdasarkan tinggi kali lebar, pada bagian lebar adalah bagian membuka buku. Buku umumnya bentuk persegi panjang, sekarang ini ada buku yang berbentuk kotak. Pada buku modern sendiri, ukuran buku tidak baku, banyak Penerbitan mencoba variasi ukuran buku. Entah demi karena desain buku tersebut atau keperluan buku itu sendiri. Ya juga ada buku ukurannya sangat besar sekali.

Di Indonesia sendiri ukuran-ukuran bukunya sedikit berbeda dengan penerbitan buku luar. Ada istilah ukuran buku unesco, ukuran ini biasa dipakai pada buku-buku Penerbitan buku ilmiah.

Ukuran Buku

Berikut beberapa daftar ukuran buku di Indonesia :

Nama UkuranUkuran BukuJenis Buku
Duadecimo13 cm x 19 cmNovel
A514,8 cm x 21 cmNovel & Umum
A610,5 cm x 14,8 cmPuisi
B5 JIS18,2 cm x 25,7 cmUmum & Edukasi
B5 ISO17,6 cm x 25 cmUmum & Edukasi
B6 JIS12,8 cm x 18,2 cmPuisi, Novel, & Esai
Unesco15,5 cm x 23 cmAkademisi & Ilmiah
A421 cm x 29,7 cmJurnal & Edukasi
Standar Ukuran Buku

*Keterangan : Untuk Jenis Buku Umum dapat digunakan berbagai latar belakang jenis buku, baik pengetahuan sehari-hari dan ilmiah serta tidak ada batasan Genre Buku.

Baiknya ya, memberikan penjelasan terhadap semua ukuran diatas. Nanti akan ditambah lagi penjelasannya. Ada juga ukuran buku lainnya, seperti buku terkecil didunia atau ukuran buku terbesar dunia. Ini tidak termasuk segmen buku bacaan sih.

Ukuran buku tidaklah penting, yang penting oplah cetaknya😅. Ya tidak begitu juga, ukuran buku itu kembali kepada berbagai aspek; mulai dari jenis konten buku, desain, target marketnya hingga ke biaya produksi cetak bukunya.

Patut disayangkan, karena biaya produksi yang cukup tinggi, jika harus mencetak dalam oplah ribuan. Akhirnya ukuran buku diperkecil untuk meminimalisir biaya produksi.

Untungnya sekarang sudah bisa mencetak buku tanpa minimal jumlah cetak.

Penyebabnya perkembangan teknologi serta minat baca buku terus berkurang,  tergerus oleh perkembangan teknologi internet. Kalau tidak best seller tidak mungkin dicetak dalam oplah yang tinggi. Maka sekarang ini mulai lahirlah percetakan yang bisa dengan minimum jumlah cetak.

Terakhir yang paling penting adalah aspek kenyamanan membaca buku, bukan ukuran buku itu sendiri. Buatlah buku yang nyaman dibaca. Perhatikan jenis font yang digunakan hingga ukuran fontnya juga. Jangan sampai buku yang segmennya untuk orang tua malah menggunakan font yang kecil. Ya jadi tidak bisa dibaca dengan mudah.

Beberapa Manfaat Membaca Buku

Sampai sekarang ini agak kebingungan dengan manfaat membaca buku, mungkin karena zaman yang sudah berubah banyak secara drastis. Mencari pengetahuan dan hiburan sekarang ini begitu mudahnya lewat genggaman Smartphone, kita sudah bisa kemana-mana. Bahkan menjawab pertanyaan matematika yang sulit pun sudah bisa lewat genggaman tangan.

Apalagi membaca buku diwaktu sekarang menjadi pemandangan cukup langka dan sangat langka, ditengah ramainya Warung Kopi (coffee shop) atau dalam angkutan umum, yang terlihat banyak adalah memegang smartphone.

Barang kali artikel ini terlalu cukup dipaksakan hadir, demi kelangsung membaca sebuah buku. Berikut alasan kenapa kita perlu membaca buku :

1. Menjaga Pikiran tetap Aktif
Dengan baca buku secara rutin dapat membuat otak (pikiran) kita aktif, tentunya tidak perlu berlama-lama, apalagi sampai begadang semalaman.

2. Obat Stress
Ada beberapa buku yang bisa membuat Kita tertawa, buku-buku humor bisa menjadi salah satu pilihan. Novel tentunya sangat baik sebagai peneman waktu senggang

3. Menambah pengetahuan
Nah ini adalah point yang paling penting; menambah pengetahuan. Acapkali pas waktu membaca menemukan hal baru, baik itu pemikiran maupun ide.

4. Menambah keragaman kosakata
Awalnya tidak menganggap terlalu penting, karena merasa cukup mapam dengan kemampuan bahasa Indonesia, tapi setelah membaca beberapa buku merasa banyak kosa kata bahasa Indonesia belum diketahui misalnya kata “kekenesan dan beting”.

5. Kemampuan menyimpan memori
Soal simpan menyimpan hal ini mulai terasa bila umur semakin tua. Tidak perlu berlama-lama 1 bulan atau 2 bulan, terkadang kita lupa, dengan membaca buku terkadang memori lama yang sudah dilupakan mulai teringat kembali, seperti rasa rindu yang hilang (mulai ngelantur).

6. Berpikir analitis
Ini yang paling seru, dengan maraknya hoax. Membaca buku membuat filter terhadap berita-berita bohong yang beredar, secara sepintas pun kita dapat menganalisa apakah itu benar atau tidak?

7. Meningkatkan konsentrasi
Membaca buku di angkutan umum atau warung kopi, bisa membuat konsentrasi makin tinggi. Gangguan hilir mudik orang-orang, bau parfum menyengat, atau orang bicara disebelah kita, ketika asyik dan larut dalam bacaan buku tidak menjadi gangguan lagi.

8. Kemampuan menulis
Berkaitan dengan sebelumnya membaca menambah keragaman kosa kata, dengan membaca kita semakin kaya dengan keragaman kata, tentunya semakin mudah untuk menulis.

9. Ketenangan
Buku adalah salah satu cara menghibur diri, baik ranah imajinasi ataupun pengetahuan. Setiap membaca buku bisa menemukan hal-hal baru, sesuatu yang unik dari buku.

10. Alternative hiburan waktu luang
Agar tidak itu-itu aja, membaca buku juga bisa sebagai alternatif hiburan. Jangan baca buku berat-berat ya. Salah satu contoh membaca novel atau juga boleh membaca komik.

Dari semua penjelasan diatas, ada baiknya kita sering membaca buku. Seperti kita tahu Buku itu adalah jendela dunia.