Arsip Kategori: Buku

Mencari Jasa Cetak Buku Yang Cocok Untuk Anda

Antara Layanan Jasa Cetak Buku dan Penerbit Buku

open book pages on surface
Photo by Pixabay on Pexels.com

Mencari layanan cetak buku yang sesuai untuk anda sekarang ini sangatlah mudah. Terlebih sekarang ini sudah cukup banyak bertebaran dimana-mana. Mulai dari googling pencarian, hingga berkunjung ke marketplace yang tersedia, atau bisa langsung datang ke pusat percetakan yang ada.

Jasa Cetak Buku adalah layanan cetak yang berfokus kepada pembuatan buku dari berbentuk data (file) ke dalam bentuk fisik. Perlu kita ketahui, proses cetak buku sudah ada sejak masa lampau, dengan berbagai teknik percetakan.

Sayangnya industri cetak buku di Indonesia tidak berkembang jauh, tidak hanya karena rendahnya literasi, namun maraknya pembajakan buku berperan serta pada merosotnya penjualan buku.

Beruntung sekarang ini banyak tumbuh Penerbit Indie, yang pastinya akan memudahkan para penulis untuk menerbitkan serta mencetak bukunya sendiri. Hal ini terjadi karena sulitnya menembus penerbit-penerbit besar. Penerbit Buku besar umumnya menyortir semua naskah yang masuk, baru bisa diterbitkan. Tapi bagi berbagai kalangan penulis-penulis baru sangat sulit untuk menembusnya. Beruntunglah penerbit indie sekarang ini banyak tumbuh pelbagai provinsi. 

Tidak hanya memudahkan, penerbit-penerbit indie ikut juga membangun industri cetak kita, namun rata-rata masih skala oplah kecil saja, itupun terjadi karena kebutuhan pasar juga. Tapi tidak mengapa, sekarang ini  sudah memungkinkan mencetak buku hanya 1 saja. Ada banyak percetakan buku yang mampu mencetak buku dengan jumlah minimum.

Bisa mencetak buku dalam jumlah minimum pastinya akan sangat memudahkan bagi penulis baru dan penerbit kecil yang baru memulai rintisan usahanya. Jangan sampai  salah pilih ya, dalam memilih penerbit ataupun percetakan. Ada banyak hal yang harus kita ketahui sebelum mencetak buku kita. 

Hal Yang Perlu Ketahui Sebelum Anda Cetak Buku

thoughtful young arab woman studying online on netbook in courtyard
Photo by Keira Burton on Pexels.com

Kok mau cetak buku saja ribet sih? Mencetak buku harus dengan mesin yang sesuai standar, tidak asal cetak saja. Sebenarnya ada beberapa standar cetak buku yang wajib kita ketahui, mari kita mulai dari masalah Filenya.

1. File Yang Digunakan Dalam Cetak Buku

File buku baiknya kita pecah menjadi 2 bagian pertama file isi buku dan file cover buku, untuk memudahkan layout pracetak buku anda. Karena antara cover dan isi buku tidak dikerjakan bersamaan dan memakai jenis kertas yang berbeda pula.

Mengenai file cover dan file buku ada standarnya juga loh, berikut penjelasannya :

a. File Buku Sebaiknya Dalam Format PDF

Kenapa harus pdf bukankah microsoft word juga bisa? Tidak.. Tidak… Harus file PDF, dengan menggunakan file PDF kita bisa mengurangi resiko missing font seperti pada file Microsoft Word. Tapi File PDF tidak menjamin pula, sebaiknya kita menyimpan dalam format PDF/A.

Menyimpan file cetak buku dalam format PDF/A sangat berguna sekali, karena akan memudahkan kerja tempat cetak buku anda tuju.

save word format pdf
Klik gambar untuk memperbesar.

b. File Cover Serta Gambar Dalam Resolusi 300 dpi

Pada waktu memulai mengedit cover buku atau gambar harap pastikan betul layoutnya dalam 300 Pixels/Inch. Kalau mengenai color mode sebaiknya dalam format CMYK, ini akan memudahkan mencetak dimana saja. Karena spesifikasi mesin cetak atau printer dalam bentuk CMYK.

setting cover photoshop
Klik gambar untuk memperbesar.

Dengan file dalam resolusi tinggi tentunya akan menghasilkan hasil cetak yang sangat baik, tapi anda juga harus tahu juga, jenis mesin cetak yang dipergunakan percetakan buku tersebut. Apakah mesin lama atau teknologi baru dan modern.

2. Bahan Cetak Buku Apa Saja?

Unsur dalam Buku itu sederhana banget kok, cuma 3 jenis saja. Pertama Cover Buku, Isi Buku, dan pengikat antara cover dan isi yaitu Lem Buku. Nah sekarang kita harus tahu juga bahan apa saja yang dipergunakan masing-masing komponen tersebut.

a. Cover Buku

book surrounded with shells
Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Cover Buku pada umumnya menggunakan bahan Art Carton 260 gsm untuk soft cover (paperback), ada pula yang menggunakan kertas Ivory juga. 

Mengenai hardcover menggunakan bahan Art Paper 150 gsm, yang kemudian direkatkan kepada kertas tebal yaitu board karton.

Agar hasilnya maksimal, sangat kami sarankan harus dilaminasi doff atau glossy, agar cover buku tidak retak bila terlipat dan bisa melindungi dari kotoran serta tetesan air.

b. Isi Buku

Untuk buku bacaan terdiri 2 jenis kertas saja yang digunakan, yaitu Book Paper dan HVS. Kedua kertas ini sudah standar umum, dan kita sering melihatnya pada buku-buku yang ada. Lain halnya untuk majalah, kertas rekomendasi untuk majalah adalah Art Paper 150 gsm, bisa juga menggunakan Art Paper 120 gsm.

photo of dried pin cones on top of books
Photo by lilartsy on Pexels.com

c. Lem Buku

Mengenai lem buku sendiri memakai Lem Panas, bukan Lem Fox atau Lem Aibon, karena daya rekatnya masih cukup kurang, serta butuh pengalaman tinggi untuk menjilid secara sempurna. 

Lem Panas adalah lem yang harus dipanaskan terlebih dahulu, karena awalnya berupa biji-biji lem yang meleleh pada suhu 120° Celcius. Mesin jilid buku wajib menggunakan lem panas, tidak bisa menggunakan sembarang lem.

Baca Juga: Ukuran Standar Buku.

Memilih Tempat Cetak Buku Yang Tepat

green and black industrial machine
Photo by Wendelin Jacober on Pexels.com

Ketika memilih percetakan buku ada hal yang harus kita ketahui terlebih dahulu, tidak sembarang cetak mana saja. Karena beberapa percetakan memiliki fokus bidangnya masing-masing.

Mengenai cetak buku sendiri, sekarang ini ada 2 pilihan, kalau dulu masih berbasis cetak offset saja. Sekarang ini, setelah adanya digital print, barulah ada 2 pilihan dalam mencetak buku. Baik cetak offset dengan print digital itu sangatlah berbeda satu sama lainnya.

1. Layanan Cetak Buku Offset

Cetak offset sudah ada sejak lama, kalau datang ke percetakan offset, anda akan melihat mesin-mesin berukuran besar, dan membutuhkan operator cetak yang terampil dan berpengalaman. 

Salah satu kelemahan pada Cetak Buku Offset, kita tidak bisa mencetak dalam jumlah minimum. Karena ada ketentuan biaya produksi setiap mencetak, minimal oplah cetak setiap judul buku 1000 eksemplar, kalau 500 eksemplar biaya produksi per bukunya jadi tinggi.

2. Layanan Cetak Buku Print Digital (POD)

Nah, pada Cetak Digital, sebenarnya tidak ada ketentuan jumlah cetak, 1 buku saja bisa tercetak. Mengenai hasil cetaknya sendiri, sudah menyamai dengan hasil cetak offset. Tapi untuk cetak isi buku, harus mencari Percetakan yang menggunakan tinta cetaknya tidak mengkilap. 

Beberapa mesin Cetak Digital hasilnya tintanya mengkilap, tentunya hal ini tidak begitu menyenangkan bagi para pembaca buku. Karena untuk membaca buku sudah wajib menggunakan tinta yang matte, agar bisa membaca buku berlama-lama.

Lihat Juga: Harga Cetak Buku Murah.

Memilih Penerbit Buku Yang Tepat

Memilih sesuatu barang sudah pastinya mencari yang bagus, berkualitas, dan murah. Begitu pula dalam mencari penerbit yang tepat untuk anda, anda harus tahu betul penerbit mana yang cocok dengan selera anda. Kenapa selera? Setiap Penerbit Buku punya aturan masing-masing, bahkan mempunyai genre buku dan ciri khas desainnya.

Ada penerbit yang fokus kepada penerbitan novel, dan ada pula yang fokus kepada penerbitan akademis. Jangan sampai pilih ya, berikut poin utama dalam memilih penerbit buku yang tepat untuk anda.

Baca Juga: Pengertian Penerbit Buku.

1. Lihat Koleksi Yang Sudah Mereka Terbitkan

Dengan melihat koleksi buku penerbit anda bisa menilai hasil desain cover buku dari Penerbit, Apakah sudah sesuai dengan buku yang akan anda terbitkan.

2. Mintalah Contoh Sample Layout Isi Buku

Penerbit yang sudah anda pilih, coba bandingkan dengan  koleksi buku yang anda miliki, kalau bisa dari penerbit yang sudah ternama.

3. Tanyakan Waktu Pengerjaan Penerbit Tersebut

Seringkali kita menganggap desain cover dan layout adalah pekerjaan mudah, tapi hal ini membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup panjang. Biasanya Penerbit mematok waktu sekitar 2 minggu, dengan 3 kali revisi.

4. Harga Berbanding Lurus Dengan Kualitas

Beberapa penerbit indie mematok biaya penerbitan yang murah dan bagus pula, tapi antrian terbitnya bisa cukup lama juga, itu adalah hal yang wajar.

5. Terakhir Mintalah Sample Hasil Cetak

Kalau merasa kurang bagus, cobalah minta file naskahnya dan mencetaknya pada percetakan buku yang anda suka, tapi harus seizin penerbit ya, tidak boleh sembarangan.

Kesimpulan

Ada beberapa poin yang harus kita ketahui dalam mencetak buku, agar tidak salah kaprah, antara Percetakan buku dan Penerbit Buku.

  1. Percetakan buku dapat mencetak buku-buku untuk keperluan tugas, laporan kerja, ataupun ebook, anda bisa langsung ke tempat cetak buku, tidak bisa ke Penerbit. Karena jelas kebutuhannya sangatlah berbeda.
  2. Penerbit buku memang khusus bagi anda yang ingin bukunya diterbitkan,  dan mempunyai ISBN, agar dapat mengenalkan karya anda buat sendiri. Jangan hasil karya orang lain ya. 😃
Lihat Juga: Cara Menerbitkan Buku.

Tempat Menulis

Ragam Tempat Menulis yang Tepat Saat Bosan di Rumah

Bekerja dengan lepas, ternyata tidak begitu bebas. Bekerja dari rumah bisa saja jatuh dalam kebosanan pula. Padahal saat bekerja dari rumah,kita bebas melakukan apa yang kita mau, sah-sah saja memakai pakaian apa adanya, tidak mandi seminggu pun tidak apa-apa. 

Bagaimana kalau terus-menerus tiap harinya? Alangkah membosankan dan lama kelamaan kita tidak sadarkan diri sudah terlalu tua dalam rumah dan dunia luar sudah berganti wajah. Apalagi anda bosan dengan suasana rumah yang begitu saja, terlebih mengenai urusan mengganti interior rumah bisa mengeluarkan biaya yang cukup banyak.

Lalu bagaimana para pekerja lepas (baik itu penulis maupun jenis pekerja lepas lainnya), dapat kah mengatasi kebosanan bekerja dari rumah saja? Meskipun rumah sudah didesain sedemikian rupa, namanya jatuh dalam kejenuhan tetaplah membingungkan. Kebosanan adalah penghalang aktivitas kita bekerja, terlebih ada tuntutan estimasi waktu yang harus segera selesai. 

Tempat Menulis Selain Kantor atau Rumah Anda

close up photography of woman sitting beside table while using macbook
Photo by Andrew Neel on Pexels.com

Sekarang bekerja secara online adalah hal wajar, tidak melulu harus offline saja. Jika anda memiliki koneksi internet mobile, pastinya anda bisa bekerja pada tempat mana saja. Terlebih anda membutuhkan suasana baru untuk menumbuhkan ide anda yang berkeliaran entah kemana.

Berikut ada beberapa tempat untuk menulis yang mungkin harus anda coba.

1. Perpustakaan

Perpustakaan? ah tidak! eit nanti dulu, perpustakaan bukanlah tempat belajar saja. Sekarang ini perpustakaan bukanlah tempat hening yang membosankan yang banyak buku tua dan berdebu.

Banyak perpustakaan mendesain tata ruang dan tata letaknya yang membuat kita terasa nyaman dan keren, seperti perpustakaan Erasmus Huis yang terletak di Menteng Jakarta. Suasana disana terasa sangat nyaman dan memiliki atmosfer modern. Anda akan menyerap banyak ide dalam perpustakaan ini.

2. Kedai Kopi

Kedai kopi adalah tempat favorit dan paling umum bagi segelintir orang dengan berbagai alasan. Kopi sendiri sangat membantu kita untuk fokus kembali ketika mulai kelelahan, tapi jangan terlalu banyak ngopi dan lupa makan. 

Jangan terlalu lama pula di kedai kopi, tetap perhatikan pelanggan dan pemilik kedainya. Jika akan terlalu lama, pastikan memesan kembali dan jangan lupa memberi tip ya.

Dalam memilih kedai kopi pastikan sesuai dengan kebutuhan anda, apakah suka keheningan atau lebih menyukai keramaian kedai kopi tersebut. 

3. Taman 

Taman bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik, selain penuh dengan nuansa hijau, udara segar, dan nyaman. Boleh jadi ketika berada pada ruang terbuka, anda harus perhatikan betul prakiraan cuaca hari ini, alih-alih baru mulai mengetik, hujan pun turun tiba-tiba. Bisa berantakan pekerjaan yang akan anda baru mulai.

Ketika berada taman, carilah tempat duduk yang nyaman serta tidak mengurangi kenyamanan pengunjung lainnya. Jangan ambil alih semua tempat duduknya yang tersedia, itu serakah. Kalau rasa perlu bawalah tikar sendiri, agar bisa menciptakan kenyamanan yang tersendiri.

4. Dimana saja

Kok dimana saja? Setiap orang memiliki tempat kreatif sendiri, ada yang bisa bekerja tengah berada dalam kereta api, ada pula yang bisa bekerja di tengah-tengah keramaian Mall. 

Jika pekerjaan anda membutuhkan inspirasi carilah tempat yang nyaman dan menarik, lain halnya yang sangat membutuhkan keheningan, terlebih yang berurusan dengan data, yang membutuhkan konsentrasi lebih.

Kalau suasana belum menunjang mengembalikan mood anda, mungkin sudah waktunya anda beristirahat dan rileks. Istirahatlah selama 15 menit hingga 30 menit, coba tidak memikirkan banyak hal terlebih dahulu. 

Jangan terlalu menargetkan terlalu tinggi, bisa-bisa kerjaan anda tidak sesuai ekspektasi hasilnya. 

Lihat Juga : Cara Menulis Buku.

Cetak Buku Sendiri

Cetak Buku Sendiri dengan Mudah dan Murah

Cetak buku sendiri itu bisa dilakukan dengan sendiri loh! Tidak harus melalui  penerbit saja. Terlebih masih taraf karya pribadi dan hanya bacaaan untuk segelintir orang saja. Sebenarnya tidak semua buku harus memiliki ISBN, hal ini memerlukan biaya yang cukup banyak, dan waktu yang cukup panjang.

boy in white dress shirt standing beside books
Photo by cottonbro on Pexels.com

Sekarang ini, sudah bisa Cetak Buku Sendiri Murah, dengan layout dan desain secara mandiri, tentunya akan memangkas biaya yang cukup banyak. Mengenai cetak bukunya, anda bisa mencari tempat digital print yang bisa mencetak buku dalam jumlah minimum, bahkan kalau perlu carilah yang bisa mencetak 1 buku saja.

Sebelum anda mencetak buku anda, ada berapa poin yang harus diketahui untuk mengurangi biaya cetak buku:

  1. Ukuran Buku

Jangan asal mengira saja, anda harus melihat kembali koleksi buku anda yang kira-kira cocok, untuk buku yang akan anda cetak. Pastikan anda menggunakan penggaris untuk mengukur buku tersebut. 

Lihat Juga : Tabel Ukuran Buku.
  1. Tata Letak Isi

Bagian tata letak isi ini cukup menyulitkan, terlebih yang masih awam sekali penggunaan Microsoft Word, harus cek kembali ukuran buku yang anda pilih. Dan pastikan margin halaman pada settingan masing-masing 2 cm, apapun ukuran bukunya.

  1. Desain Sampul Buku

Untuk desain cover buku hal pertama, anda harus memahami penggunaan Adobe Photoshop ataupun CorelDraw. Kedua Software desain tersebut sangat mumpuni dalam mengolah desain cover, ada pula cara yang mudah; memakai platform desain grafis CANVA, yang bisa pergunakan melalui online dan banyak template gratis cover buku.

  1. Jenis kertas isi buku

Pada pilihan kertas isi buku tentunya tidak terlalu banyak, terlebih untuk buku bacaan. Ada 2 jenis kerja isi buku yaitu HVS dan book paper. Book paper sering kali digunakan pada buku novel, dan HVS tentunya kita sudah tau soal kertas ini.

Setelah mengetahui hal tersebut, ada lagi faktor yang bisa mengurangi biaya cetak buku anda. 

Faktor Mengurang Biaya Cetak Buku

woman in white t shirt wearing black framed eyeglasses
Photo by Nataliya Vaitkevich on Pexels.com
  1. Ukuran Buku dalam format A5, bisa juga dalam format B5. Untuk A4 sendiri ada perbedaan harga yang cukup signifikan. Kalau kita teliti banyak novel menggunakan ukuran 13 cm x 19 cm untuk mengurangi biaya cetak dan paling penting jadi mudah dan ringan buku tersebut. 
  2. Cetak Isi Buku dalam format Hitam Putih, sedang untuk warna, biaya cetaknya cukup beda jauh harga. Tapi tenang, anda bisa menghemat dengan memilih beberapa halaman yang warna, tidak perlu seluruh halaman.
Lihat Juga : Tabel Harga Cetak Buku.

Setelah berlama-lama menjelaskan, sebenarnya sekarang ini sudah banyak tempat yang bisa mencetak 1 buku saja. Tinggal anda mencari perbandingan harga yang cocok dengan anda. Tapi hati-hati ya, tidak semua tempat yang sudah menggunakan teknologi print digital yang sama kualitas cetak offset (ini adalah standar dalam percetakan buku). 

Dan bagaimana, yang ingin cetak buku sendiri lengkap dengan ISBN. Pastinya memerlukan penerbit, agar terdaftar ISBN buku anda. Tapi jangan menganggap Penerbit sebagai jasa membuat ISBN, itu salah besar. 

Setiap Penerbit memiliki kriteria dan syarat tersendiri dalam menerbitkan sebuah buku. Paling mudah anda harus mencari Penerbit Indie yang bisa

Lain halnya dengan Penerbit Mayor (Istilah Penerbit Besar), pada penerbit ini, setiap naskah melalui proses kurasi dan bebas biaya penerbit buku anda. Pastinya tidak sembarang naskah yang bisa lolos. 

Lihat Juga : Cara Menulis Buku.

Cara Menulis Buku Dengan Langkah Yang Tepat

Menulis Buku kedengarannya cukup menyulitkan tapi ternyata tidak juga kok? Bagi segelintir Penulis, menulis adalah salah satu proses kreatif dari kehidupan. Kemampuan manusia menulis ada sejak lama, semenjak penemuan huruf, manusia mulai menuliskan isi pikirannya ke dalam kertas untuk dibaca orang lain.

Sekarang ini, menulis dalam bentuk tulisan yang sangat panjang kedengarannya sangat langka, terlebih banyak yang terbiasa tinggal “copy-paste” saja. Gemah-ripah penulisan tidak terasa hingar-bingarnya lagi.

Syukurlah, sekarang ini geliat dunia buku mulai bangkit, banyak lahirnya penerbit baru yang sedang membuka jalannya tersendiri.

Sebenarnya menulis buku tidak terlalu sulit, asalkan kita dapat menemukan langkah yang tepat dan terarah. Untuk membantu anda mencapai tujuan itu, kami berikan beberapa langkah produktif untuk menulis buku.

Carilah Ide Anda

clear light bulb placed on chalkboard
Photo by Pixabay on Pexels.com

Salah satu hal penting dalam membuat karya buku anda adalah menemukan ide besar. Sayangnya ide tidak datang begitu saja, terkadang ide datang dengan sendirinya. Tapi masalahnya kemudian, anda enggan melanjutkannya lagi. Saya teringat J.K. Rowling mendapatkan ide menulis Harry Potter, ketika keretanya mengalami keterlambatan keberangkatan dari Manchester ke stasiun King’s Cross London pada 1990.

Lalu bagaimana dengan kita sendiri, tentu tidak banyak orang yang begitu saja menemukan ide besar begitu saja. Untuk hal itu, mulailah dengan mengajukan pertanyaan sederhana kepada diri sendiri :

  • Apa yang ingin saya tulis?
  • Hal penting untuk ditulis?
  • Siapa yang ingin membaca tulisan saya?
  • Apakah ide ini bisa berjalan secara efektif?

Jawaban pertanyaan-pertanyaan ini tentunya akan membantu anda mencari pilihan terbaik penulisan buku anda. Pada sisi lain, lihatlah koleksi buku anda, dengan melihatnya bisa membantu menggambarkan arah penulisan anda sendiri.

Riset Genre Gaya Penulisan Anda

woman in black crew neck t shirt sitting on books
Photo by Ichad Windhiagiri on Pexels.com

Melihat diri sendiri adalah hal paling terpenting, anda dapat melihat tulisan anda sebelumnya, mulai dari catatan buku pribadi hingga tulisan pada media sosial yang pernah anda tulis. Jangan pernah malu melihat tulisan anda sendiri, anda mungkin bisa tercengang melihat tulisan anda sendiri, bahkan bisa tahu pada waktu mana tulisan anda mengalir begitu bebasnya.

Tetapi jika ingin menulis hal yang berbeda, bisa lihat buku populer yang laris terjual pada market place, atau lihat pada situs BookDepository, mereka sangat baik dalam memetakan buku-buku sesuai dengan genrenya. Jadi kita akan tahu yang orang-orang suka baca.

Lihat Juga : Macam Genre Buku.

Buatlah Outline Garis Besar

Untuk menulis buku, ada baiknya membuat garis besar isi buku tersebut, agar mempermudah arus penulisan buku tersebut. Saya sendiri sebelum menuliskan tulisan ini saja, membuat beberapa poin-poin penting yang perlu sampaikan. Dengan membuat poin-poin kita akan tahu titik mana saja yang perlu tekankan, agar informasi ini sampai ke para pembaca.

Lain dengan novel, outline garis besarnya tentu saja berbeda, hal paling berbeda adalah pada poin konflik yang tercipta pada novel tersebut.

Outline garis besar penulisan ada pada awal, tengah, dan akhir, tentu kita menginginkan buku tersebut mengalir apa adanya. Yang paling penting anda memiliki karakter penulisan anda sendiri.

young black man working with report and outlining text
Photo by Keira Burton on Pexels.com

Mulailah Dengan Awal Yang Menarik

Setelah kita membuat outline dari penulisan buku, hal yang paling terberat adalah bagian pertama, karena pada bagian awal adalah letak pertama kali para pembaca masuk. Seperti pintu masuk menyelami dunia buku anda.

Pada awal bagian buku itulah, bagaimana para pembaca tertarik. Setelah mereka melihat sampul, para pembaca akan melihat bagian-bagian awal buku tersebut.

Tentu saja pada bagian awal anda harus mencoba bereksperimen, tidak hanya melulu hal yang umum, salah satu contoh Novel karya Milan Kundera. Dia memiliki ciri pengantar sangat berbeda, pembahasan awalnya berbeda, entah kenapa tiba-tiba kita masuk pada cerita yang berbeda lagi.

Fokuslah Pada Gaya Menulis Anda

Gaya penulisan bukanlah harus mengenai ciri khas penulisan anda, kalau belum merasa menemukan gaya penulisan anda. Anda boleh mengikuti gaya penulisan orang lain, Seperti Bertrand Russel, pada masa penulisannya dia mencoba mengikuti gaya penulisan John Stuart Mill.

black and red typewriter
Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Dengan mengikuti gaya penulisan penulis lain, lama kelamaan anda akan mampu menemukan gaya penulisan anda sendiri.

Kalau belum menemukan, sesekali cobalah menulis pada waktu senggang, atau bisa sesekali langsung menuliskan ketika ada hal yang ingin perlu sampaikan.

Sebenarnya dengan menulis secara seketika ketika datang ide, itu terasa sangat baik, tak hanya melatih gaya penulisan anda. Tapi juga akan menambah keragaman kosa kata serta kalimat.

Pikirkanlah Para Pembaca Anda

Meskipun menulis adalah bentuk ekspresi dari sebuah pikiran. Kita perlu juga, mengetahui para pembaca sukai. Alih-alih ingin membuat sesuatu tulisan yang berbeda malahan para pembaca tidak mengerti isi tulisan anda.

Cara mengetahui apa yang para pembaca sukai dengan melakukan riset pada situs penjualan buku. Pada situs BookDepostory sudah menampilkan buku mana saja yang menjadi Best Sellers.

person in white shirt with brown wooden frame
Photo by cottonbro on Pexels.com

Tapi akan menjadi berbeda, kalau anda menulis untuk segmen tertentu, pastinya anda sendiri sudah memiliki alasan tersendiri untuk menulis buku tersebut. Tidak dapat pungkiri, buku yang bagus belum tentu Best Seller, ada banyak buku yang mengilhami para penulis besar tapi berasal bukan dari buku Best Seller.

Tetapkan Target Tulisan

Menetapkan target penulisan adalah hal terpenting pada penulisan buku, sebenarnya sudah banyak yang mengajarkan ini. Dari mulai membiasakan menulis 500-750 kata per hari, dengan cara ini sangat bermanfaat sekali bagi yang belum terbiasa menulis sama sekali.

Dengan asal corat-coret tulisan dari 500-750 kata perhari, lambat laun tidak akan terasa tulisan anda sendiri akan bertambah banyak, pada titik tertentu tidak akan terasa, tulisan anda mencapai 1.500-2.000 kata per sesi anda menulis. Kalau sudah biasa melatih hal demikian, anda bisa menetapkan target penulisan buku anda sendiri.

Menulis buku itu bukanlah hal cepat, bukan sistem kebut semalam. Menulis sebuah buku itu adalah menabung kata. Sebenarnya buat saya pribadi menyelesaikan buku dalam waktu kurang setahun sudah sangat cepat sekali.

Atur Rutinitas Menulis

Sudah tahukan, kalau rutinitas keseharian kita suka menghambat hal yang kita inginkan, terlebih yang sudah terjebak dalam dunia pekerjaan, waktu menulis akan menjadi hal sempit bagi anda.

Tapi cobalah Petakan waktu anda dalam sehari, pada titik waktu mana yang bisa anda luangkan dalam sehari. Pertanyaan dasarnya begini :

  • Kapan saya memiliki waktu luang paling banyak? Dalam sehari atau minggu?
  • Pada jam berapa saya lebih produktif menulis?
  • Bagaimana saya mengatur jarak setiap sesi penulisan?
gold ipad beside stylus
Photo by Jess Bailey Designs on Pexels.com

Setelah anda melihat diri sendiri, anda akan tahu bagaimana anda memanfaatkan jadwal dan mengatur waktu penulisan anda sendiri. Jangan terlalu banyak mengambil banyak waktu, nanti anda bisa jatuh dalam kebosanan. Niatnya agar cepat selesai, malahan tulisan anda semakin memburuk.

Siapkan Ruang Menulis

Tidak semestinya seperti ruang kerja anda. Ruangan untuk menulis untuk keperluan menjaga konsentrasi dan ide-ide anda. Anda bisa menulis pada kamar anda sendiri.

Bagi anda yang menyukai kesunyian dan hening, carilah ruangan untuk menulis yang tergolong sunyi, terlebih kita tahu ada saja gangguan tiap harinya, bisa berupa suara kendaraan serta lainnya.

photo of woman taking notes
Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Pakai Aplikasi Menulis Dengan Maksimal

Zaman yang serba canggih sekarang ini, memungkin anda menulis pada waktu kapan saja, bisa pada waktu perjalanan berangkat kantor, jam istirahat, atau bisa juga ketika sedang rileks di kamar tidur. Sekarang tidak perlu lagi menenteng laptop kemana saja. Dengan Android atau Iphone anda, bisa menjadi media menulis.

Dengan menggunakan aplikasi menulis yang tepat, anda bisa lebih produktif, baik itu menggunakan Microsoft Word atau Google Docs. Sekarang ini 2 aplikasi tersebut sudah mampu saling hubung, satu sama lainnya, and tidak perlu menyimpan data tulisan pada flashdisk lagi.

Setelah anda selesai menulis dengan laptop, lalu berpindah ke telepon genggam anda dapat kita lakukan sekarang ini.

Jaga Motivasi Anda

now or never quote
Photo by Daria Shevtsova on Pexels.com

Menjaga motivasi diri adalah hal yang paling sulit, seringnya pada awal penulisan anda sangat semangat sekali, tapi karena mengatur waktu dan pikiran anda terlalu padat, anda akan terjerumus pada kebosanan.

Ketika muncul kebosanan anda perlu lihat kembali, kenapa anda memulai tulisan tersebut. Dan cobalah melihat sejauh mana tulisan anda. Bisa dengan mengkoreksi kesalahan kata, atau juga bisa membaca tulisan itu kembali.

Rileks Ketika Buntu

Ketika anda mulai pada titik buntu, terlebih anda sudah menjaga motivasi menulis anda, memang baiknya berhenti sebentar. Cari aktivitas lain yang bisa mengobati kebuntuan anda.

Anda bisa jalan-jalan kemana saja dahulu , entah itu ke Coffee Shop atau pergi ke tempat anda bisa menghibur diri sendiri. Nantinya kita bisa menemukan sendiri sendiri kebuntuan tanda tanya tersebut.

Mengistirahatkan pikiran penting sekali, makanya sejak awal mengatur ritme penulisan sangatlah penting sekali.

people sitting on chair near red bus
Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Jangan Terburu-buru Menyelesaikannya

Kita sudah tahu terburu-buru menyelesaikan adalah hal buruk dalam setiap kegiatan. Anda boleh saja menunda sebentar, terlebih sudah memasuki bagian akhir buku tersebut.

Luangkan waktu untuk mencari alternatif penutup tulisan anda, hampir sama pada waktu awal anda menulis. Mencari penutup tulisan anda sangatlah penting sekali, karena pada akhirnya para pembaca bisa menarik kesimpulan menyukai tulisan anda.

Carilah Penilaian Teman

cheerful diverse girlfriends reading document at table
Photo by Gary Barnes on Pexels.com

Meminta penilaian orang lain adalah hal yang paling tepat setelah tulisan buku anda selesai. Anda juga harus mampu menerima dan memahami penilaian teman anda.

Kalau masih merasa kurang sreg, anda bisa meminta penilaian teman anda lainnya. Tapi baiknya pada poin-poin penting tulisan anda.

Anda bisa membagikan pengantar buku anda saja, tidak perlu menyeluruh, kalau anda merasa perlu keseluruhan penilaian teman anda. Boleh juga kok memberikan draft tulisan anda seluruhnya,

Temukan Penerbit Yang Tepat

Pada bagian ini anda bisa memberikan draft tulisan anda kepada penerbit besar yang telah anda tuju. Pastikan anda tahu syarat-syarat agar tulisan anda diterbikan, Jika sudah anda kirim tapi belum mendapatkan jawaban, Anda bisa kok mencari Penerbit Indie.

Ketika menerbitkan Penerbit Indie, seluruh biaya penerbitan itu ditanggung anda, Yang paling penting adalah anda harus siap dengan biaya dan strategi marketing anda sendiri.

Lihat Juga : Cara Menerbitkan Buku.

Buku Itu?

man standing inside library while reading book
Photo by Mark Cruzat on Pexels.com

Buku adalah benda yang selalu dibaca dan dilupakan begitu saja. Sebagian orang yang menganggap isi buku lebih penting dari pada bentuknya, ada juga yang masih sibuk mencari kesempurnaan bentuk bukunya.

Memang benar, sesuatu yang kurang tidak begitu mengenakkan, sesuatu yang tidak sempurna terasa memekakkan perasaan. Terlebih semua itu membutuhkan pengorbanan, dari yang menabung jauh-jauh hari, hingga mengurangi jatah makan.

Buku itu sesuatu benda yang berarti, ada yang menganggapnya mahal, adapula yang menganggapnya buat apa? Bagi segelintir orang, buat apa baca buku, “bikin pusing kepala saja” atau “seperti orang pintar aja baca buku”.

Yah, kira-kira seperti itulah orang menilai, baik cakap atau buruknya.

Lebih baik menceritakan mengenai buku itu?

Bagaimana Buku Itu Sebaiknya Terlihat

Menarik Dari Segi Sampul

woman reading harry potter book
Photo by Dids on Pexels.com

Banyak buku yang memiliki sampul yang menarik, bahkan kemasannya begitu fantastis (dari segi kertas), hingga desain yang sangat menarik. Ada pula yang tertarik karena sampulnya yang menarik dan sesuai citra isi buku itu sendiri.

Namun ada pula yang desain sampul yang kurang merepresentasikan pesan dari isi buku tersebut, ini covernya kesasar kemana-kemana.

Sampul yang menarik tidak hanya berupa warna, ilustrasi gambar, atau hasil fotografi yang menarik. Sampul buku yang menarik mampu memberi sebagian pesan apa isi buku tersebut.

Lihat Juga : Pengertian Sampul Buku.

Tata Letak Isi Yang Rapi

Kerapihan itu untuk memudahkan para pembacanya. Agar dapat membaca berlama-lama dan menikmati isi buku tersebut. Isi buku itu tidak oleh mata saja menikmatinya, melainkan juga pikiran dan hati juga ikut menikmati lebih dalam.

crop faceless woman reading book on bed
Photo by Koshevaya_k on Pexels.com

Misal sebuah novel, pastinya membacanya memakan waktu yang lama. Novel yang menarik memilik tata letak paragraf dan jarak antar tulisan yang baik, biar mata bisa membaca kanan kiri dari teks tersebut dengan nyaman.

Jenis Tulisan Yang Terbaca Baik

book page
Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Memangnya kita tidak bisa menggunakan sembarang tulisan, pastinya tidaklah. Setiap jenis tulisan memliki ciri khas bahkan memiliki fungsinya masing-masing.

Tidak hanya bentuknya yang bagus, modern, classic, atau futuristik. Memilih bentuk tulisan haruslah sesuai dengan genre.

Bentuk tulisan yang sesuai genre, itu sangat membantu pembacanya menyelami tulisan tersebut. Tapi jangan lupa, perhatikan bentuk tulisan, pilihlah yang bentuk tulisannya yang terbaca dengan mudah, baik pada waktu dibaca cepat atau berlama-lama.

Lihat Juga : Buku Cetak VS Ebook.

Menggunakan Kertas Book Paper

a rose bookmark on an open book
Photo by Dario Fernandez Ruz on Pexels.com

Tahu tidak? Kertas Book paper memiliki warna buram kuning kecoklatan, sangat nyaman membacanya berlama-lama. Bukan persoalan lamanya, poin paling pentingnya adalah tidak cepat membuat mata kelelahan.

Memang wajar rata-rata novel menggunakan kertas book paper pada isi bukunya, karena novel sendiri memang membaca butuh waktu lama, membuat hanyut dan larut para pembacanya kedalam sebuah cerita.

Adapula segelintir orang menyukai aroma yang khas dari kertas book paper ini, bahkan adapula yang menyukai aroma tinta cetak sebuah buku seperti Umberto Eco, “I love the smell of book ink in the morning.”

Kualitas Cetak Yang Bagus

white soft tube bottles
Photo by Ulrich Scharwächter on Pexels.com

Hasil cetakkan yang baik akan mempengaruhi kebahagian membaca buku, sebaiknya menggunakan kualitas cetak beresolusi tinggi, untuk menciptakan tulisan yang padat dan tidak buram. Kenapa padat? Ada banyak hasil cetak yang berbayang dan tulisannya berpedar.

Untuk isi buku baiknya menggunakan tinta yang matte, bukan glossy. Sekarang ada banyak sekali hasil print digital (bukan cetak offset) yang hasil glossy, tentu ini akan membuat mata kita tidak nyaman, membuat mata cepat lelah.

Alangkah baiknya memakai cetak offset atau print digital yang hasilnya setara dengan offset, ini akan membuat buku memiliki hasil cetak yang bagus dan sempurna.

Lihat Juga : Apa Itu Jilid Lem Panas?

Cara Menerbitkan Buku

books school stack eyewear
Photo by Poppy Thomas Hill on Pexels.com

Jika anda ingin menjadi seorang penulis, atau sudah menjadi penulis, mungkin pernah berpikir untuk menerbitkan buku sendiri. Tantangan terbesarnya adalah mencari penerbit yang mau menerbitkan buku anda. Belum lagi ancaman terbesarnya buku tidak laku pejualannya.

Memang, sekarang makin banyak opsi untuk menerbitkan buku, waktu sebelumnya kita harus mengirimkan naskah kebeberapa penerbit besar yang bisa menerbitkan buku secara gratis. Tapi karena proses kurasi yang sangat ketat naskah anda tidak lolos seleksi.

Kalau anda yakin dengan naskah anda, bisa kok menerbitkan buku secara mandiri, istilahnya Self-Publishing.

Berikut ada beberapa hal yang harus ketahui sebelum menerbitkan buku :

Memilih Model Penerbitan

technology watch business police
Photo by Markus Winkler on Pexels.com

Banyak sekali pilihan penerbit buku, mulai dari penerbit mayor hingga penerbit indie, mereka memiliki aturan tersendiri dalam menerbitkan buku. Kalau ingin menerbitkan ke penerbit mayor, tidak ada langkah berikutnya. Karena penerbit mayorlah yang mengurus semuanya.

Nah, sekarang bicara mengenai penerbit indie, rata-rata penerbit indie memiliki syarat yang mudah dalam menerbitkan buku. Mengenai biaya itu sangat variatif, tapi jangan terkesima dengan biaya penerbitan murah. Lihatlah portofolio penerbit dahulu :

  • Berapa banyak buku yang sudah terbit?
  • Desain buku dari cover hingga tata letak isi.
  • Model pemasaran dan kerjasama .

Cek dan Edit Secara Menyeluruh

focused female employee reading information on computer in office
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Jangan pernah ragu untuk mengecek tulisan anda sendiri, dengan mengecek kita bisa tahu tulisan yang salah, bahkan anda bisa tahu bagian mana yang salah penyampaian kalimat. Baiknya tidak anda sendiri mengeceknya, mintalah tolong teman anda untuk mengecek buku tersebut.

Setelah selesai, editlah buku tersebut dengan perlahan, ada berapa hal yang harus perhatikan :

  • Pilihlah ukuran buku yang sesuai genre buku
  • Perhatikan margin buku tersebut, sebagai gambaran buku A5 menggunakan margin atas bawah kiri kanan masing-masing 2 cm.
  • Pastikan Awal Bab berada pada posisi halaman ganjil, buku akan terlihat rapi dan nyaman dibaca.
  • Tengok koleksi buku anda, itu bisa jadi gambaran real buku bagaimana buku anda nanti.
ukuran buku
Contoh ukuran buku pada Microsoft Word
margin buku
Contoh Margin buku pada Microsoft Word
Lihat Juga : Ukuran Buku.

Pilihlah Judul BukuYang Mudah Diingat

your soul is a river by nikita gill book
Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Mungkin dari awal anda sudah memikirkan judul tersebut, tetapi belum tentu itu benar-benar keputusan yang tepat. Tentu anda tahu, judul buku adalah hal pertama kali yang membuat para pembaca anda tertarik.

Buatlah beberapa pilihan Judul Buku, yang bisa anda pertimbangankan, tapi jangan terlalu cepat memutuskan. Biarkan beberapa hari, lalu coba tengok dan renungkan buku tersebut. Pelan-pelanlah dalam mengambil keputusan, karena judul buku langkah awal buku anda.

Format Tata Letak Buku Anda

Setelah naskah selesai edit dengan cara saksama, sekarang kita masuk kedalam bagian format buku anda. Dari judul bab, rata teks, dan penomoran halaman. Hal ini tidak hanya memudahkan bagi penerbit, tapi penerbit bisa lebih memahami buku anda tersebut.

Kalau ragu dengan tata letak buku anda, sekarang ada banyak kok template layout naskah yang dapat mengunduhnya dengan gratis. Desain tata letak isi buku bisa menggunakan Microsoft Word atau Adobe InDesign. Sekarang tinggal pilih sesuai dengan kemampuan anda.

women s white spaghetti strap top
Photo by Lisa on Pexels.com
Lihat Juga : Template Layout Buku A5.

Buatlah Desain Cover Buku Anda

arrangement of soft cover books placed in row on white marble surface
Photo by ready made on Pexels.com

Tak ayal, cover buku adalah bagian yang terkuat dari menarik perhatian para pembaca buku anda. Cover buku sendiri dapat memberi kesan pertama tentang karya buku anda.

Untuk memilih desain cover buku yang harus perhatikan adalah resolusi gambar tersebut, harus 300 Dpi. Desain cover buku bisa kita pilih mengunakan foto atau ilustrasi. Pilihlah sesuai kategori genre buku anda. Jangan asal terlihat bagus saja.

Mengenai desain cover kita bisa menggunakan Adobe Photoshop atau CorelDraw, tergantung kemampuan anda sendiri.

Survei Harga Pasar Buku

person holding blue and clear ballpoint pen
Photo by Lukas on Pexels.com

Kenapa harus survei harga pasar buku? Karena dengan survei harga buku anda dapat mengetahui kira-kira berapa harga buku tersebut terjual. Yang paling berbahaya buku anda terlalu kemahalan, dan akhirnya tidak laku.

Sebenarnya harga jual buku tidak berpatokan kepada biaya cetaknya saja, genre buku pun menjadi penentuan harga buku tersebut, karena itu menentukan minat beli segment para pembacanya.

Menentukan Model Marketing Buku

Sekarang ini untuk memasarkan sebuah buku agaklah mudah, terlebih bagi yang sudah terbiasa dengan dunia media sosial. Pada model penerbitan Indie, kita bisa memasarkan secara sendiri buku tersebut, dan pastinya keuntungan langsung mengalir ke tangan anda.

Anda bisa memasarkan buku melalui Instagram, Facebook, bahkan Tiktok juga bisa loh. Mengenai cara menjualnya bisa melalui lewat Market Place seperti Tokopedia dan Shopee .

person holding iphone showing social networks folder
Photo by Tracy Le Blanc on Pexels.com

Berapa Banyak Buku Yang Dicetak

Tentu, kita tidak ingin ada batasan buku yang ingin dijual, terlebih buku bisa jadi best seller. Anda bisa menggunakan bisa menggunakan sistem Pre Order untuk penjualan buku anda. Selain minim biaya dan pastinya minim resiko.

Sekarang tidak perlu mencetak banyak-banyak kok, anda bisa mencetak 50 buku dahulu, lalu kemudian 100 buku, dengan sesuai permintaaan pembaca anda tiap bulannya.

Lihat Juga : Harga Cetak Buku.

6 Manfaat Rutin Membaca Buku

crop faceless woman reading book on bed
Photo by Koshevaya_k on Pexels.com

Bagi segelintir orang yang menyukai buku, membaca buku tidaklah tantang terberat, malah menjadi candu baginya. Sebenarnya, sering membaca buku adalah kebiasaan yang sangat positif sekali, bukan pas mau ujian saja kita membaca buku, itu malah memaksakan otak kita, terlebih dengan sistem belajar kebut semalam.

Membaca buku biasanya sering dilakukan pada saat masih dibangku sekolah, dan perlahan-lahan kebiasaan ini mulai hilang begitu saja. Baiknya jangan pernah berhenti, karena membaca buku bisa dilakukan kapan saja tanpa memandang batasan usia.

Tapi, membaca buku tidak hanya untuk menambah pengetahuan saja, keuntungan lebihnya adalah menjaga kesehatan otak kita.

Nah mau memulai rutin membaca buku tidak? Ini ada beberapa manfaat membaca buku bagi kita semua, yaitu :

1. Memperkuat Kemampuan Otak

Waktu kita membaca buku otak kita akan bekerja secara baik, mulai dari mengingat serta memahami isi buku hingga menganalisa buku tersebut. Dan otak kita mendapatkan tambahan memori yang baru kita ketahui, ini adalah latihan yang bagus buat otak kita.

Setiap kita membaca, ada berbagai macam kata serta kalimat yang akan  kita ingat, bahkan kalau dirasa informasi itu penting, kita akan membacanya berulang-ulang agar teringat dengan jelas.

pexels-photo-5356421.jpeg
Photo by Kathy Jones on Pexels.com

2. Meningkatkan Empati

Bagi yang gemar membaca novel dan buku motivasi, pastinya hal ini akan meningkatkan empati. Kita akan memahami apa saja yang dirasakan orang lain mulai dari perkataan hingga apa yang kita lihat.

Karena pada waktu kita membaca buku, secara tidak langsung kita mencoba memahami maksud yang disampaikan oleh penulis buku tersebut.

3. Mengurangi Stress dan Depresi

man in black shirt and gray denim pants sitting on gray padded bench
Photo by Inzmam Khan on Pexels.com

Membaca buku itu bisa mengurangi stress, terlebih kita membaca buku yang bisa membangkitkan motivasi dan perasaan. Buku sebenarnya sarana rekreasi yang paling murah.

Untuk depresi membantu untuk mengalihkan beberapa masalah dalam pikiran kita, bahkan dapat membantu untuk mengalisa masalah kita sendiri lebih dalam.

4. Membuat Tidur Lebih Nyaman

Beberapa dokter menyarankan untuk membaca buku sebelum tidur, tapi jangan ebook ya. Karena cahaya yang dipancarkan oleh Smartphone anda akan membuat kita terjaga.

Membaca buku sebelum kita tidur itu membuat tidur kita lebih baik, tidak ada beban pikiran yang terbawa, karena fokus kita sebelumnya menikmati membaca buku tersebut.

5. Meningkatkan Kemampuan Konsentrasi

Pada saat kita membaca buku tanpa kita sadari, kita sedang berkonsentrasi penuh kepada isi buku tersebut, terlebih buku itu berisi informasi atau cerita yang ingin kita ketahui lebih jauh lagi

Dengan membaca buku, kita akan selalu menganalisa dan memahami setiap kata pada buku tersebut, otomatis akan meningkatkan kemampuan konsentrasi.

6. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

photo of people holding each other s hands
Photo by fauxels on Pexels.com

Setiap kita membaca buku, pastinya ada beberapa kata baru yang kita ketahui dan susunan kalimat yang menarik. Nah, hal ini akan otomatis menambah kemampuan komunikasi kita.

Pastinya kemampuan komunikasi kita akan lebih baik dan jelas, tentu hal ini membuat lawan bicara anda nyaman.

Lihat Juga : Alasan Penting Membaca Buku Pada Masa Pandemi.

Tips Memulai Hobi Membaca Buku Agar Tidak Cepat Bosan

woman sitting on window reading book
Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Bagi segelintir orang, membaca buku adalah hal yang membosankan, bahkan membaca buku adalah sarana terbaik agar cepat tidur dengan nyenyak 😁. Ya agar lebih cepat terlelap tidur, membaca buku bukanlah perkara mudah dan gampang, terlebih itu untuk mendapatkan nilai yang bagus pada pendidikan.

Lagi-lagi soal nilai, kebiasaan membaca buku secara rutin itu pada masa Pendidikan saja, setelah menyelesaikan Pendidikan? Kebiasaan membaca buku hilang antah berantah kemana.

Bagaimana yang ingin mengisi waktunya dengan kegiatan positif, yang salah satunya dengan membaca buku? Sudah terbayangkan? Betapa rumitnya membaca buku.

Baik, ini ada beberapa Tips Memulai Hobi Baca Buku Agar Tidak Cepat Bosan :

1. Bawalah Buku Selalu Kemana Saja

light sea dawn landscape
Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Hal ini memang terkesan agak terpaksa dengan membawa buku  selalu kemana saja, akan memunculkan niat membaca, entah itu kapan waktunya. Bisa jadi, pada waktu menunggu antrian, terperangkap tengah kemacetan jalan, dan sebagainya.

Jadi buku yang dibawa akan menjadi media pengisi waktu luang. Saya pribadi telah mengalami, sedang menunggu antiran tapi HP tinggal sedikit, akhir membaca buku.

2. Mulailah Dari Buku Yang Tipis (Pocket Book)

Biasanya karena keinginan yang terlalu mengebu-gebu, karena buku terlalu tebal, akhirnya merasa jenuh, kok tidak kelar-kelar baca bukunya.

Sebenarnya ada beberapa penerbit yang rutin menerbitkan buku yang tipis, seperti dari Penerbit Circa. Saya sendiri merasa senang, dengan adanya buku-buku yang tipis, harga murah dan tidak memakan lama membaca bukunya.

3. Carilah Buku Yang Menarik

Sebenarnya cukup gampang mencari buku yang menarik, tinggal dilihat Best Seller atau tidak, tapi hati-hati banyak sekali yang menampilkan kata “Best Seller” pada kenyataannya tidak. Kalau di Toko Buku ternama biasanya memajang pada area awal pintu masuk, buku-buku yang laku keras.

Tapi tidak cukup itu saja, kita bisa lihat di Media Berita, buku-buku yang direkomendasikan setiap tahunnya.

woman sitting on floor while reading
Photo by Nicole Berro on Pexels.com

4. Follow Media Sosial Toko Buku Ternama

Mengikuti media sosial toko buku itu mengasyikan, sekarang banyak sekali toko buku online yang ramah dan edukatif di halaman media sosialnya. Tiap harinya kita bisa melihat dari Quote dari Penulis hingga buku-buku yang direkomendasikan mereka.

5. Buatlah Jadwal Untuk Membaca Buku

accuracy afternoon alarm clock analogue
Photo by Pixabay on Pexels.com

Menjadwal memang terkesan agak kaku, tapi kalau tidak merasa lelah coba sisihkan waktu di Pagi hari atau sebelum tidur. 2 waktu itu sebenarnya adalah waktu terbaik membaca, Tidak perlu lama-lama kok, 15 menit saja cukup. Kalau sudah terbiasa baru tingkatkan waktu membacanya

Baca Juga : ALASAN PENTING MEMBACA BUKU PADA MASA SULIT.

Alasan Penting Membaca Buku Pada Masa Sulit

“Bacalah buku-buku terbaik dulu, atau Anda mungkin tidak memiliki kesempatan untuk membacanya sama sekali.” – Henry David Thoreau

person reading interesting book in hands
Photo by Gary Barnes on Pexels.com

Selama pandemi ini telah membawa banyak perubahan dan tantangan besar, salah satu yang paling menonjol adalah perubahan ekonomi, tidak hanya cara kerjanya saja melainkan cara hidup kita juga berubah.

Sementara dunia sedang berubah, banyak pula bisnis mengalami penurunan yang luar biasa dari segi pendapatannya. Tapi para penjual buku (khususnya yang berbasis online) mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Penjualan buku ternyata makin melonjak selama pandemi ini, terutama buku novel dan buku bisnis. Dibeberapa market place sendiri seperti Tokopedia, mengalami lonjakan sampai 2,5 kali lipat penjualan bukunya, dan kami pun merasa seperti demikian pula.

Hal ini tidak terjadi di Indonesia saja, di Eropa dan Amerika mengalami lonjakan penjualan buku signifikan pula.

Lalu mengapa buku menjadi hal penting Selama Masa Sulit pada Pandemi ini :

Buku Sarana Edukasi Yang Baik.

Mari kita lihat secara akurat, buku adalah sumber informasi yang cukup handal dari dahulu kala. Tak diayal selama pandemi ini banyak sekali informasi yang salah kaprah, bahkan kita juga bosan dengan berita yang itu-itu saja.

Buku mampu memberikan ruang tersendiri, tidak terganggu berita serta informasi yang salah kaprah. 1 jam membaca buku dengan 1 jam melihat telepon genggam sangatlah berbeda, contoh artikel ini saja, cukup dengan waktu 3-5 menit saja selesai membacanya. Tapi apakah memberi informasi yang cukup banyak? Sedikit sekali.

Buku Adalah Bentuk Pelarian Positif

Terlepas dari perkembangan teknologi, buku termasuk teknologi informasi yang pertama kali diciptakan manusia, yang masih dipakai hingga kini. Bahkan ini adalah salah satu sarana pelarian yang positif, memberikan waktu cukup panjang. 1 buku bisa kita dalam waktu 3-7 hari diwaktu senggang kita.

Membaca buku dapat membuat kita fokus sementara waktu, melupakan hal-hal yang mencemaskan dan beratnya kondisi yang sedang dihadapi. Dan kita sendiri mendapat ide-ide baru yang tidak pernah terpikirkan. Tidak percaya, cobalah langsung.

Buku Memberikan Kenyamanan

Tapi jangan membaca buku yang berat-berat isinya. Ada banyak buku yang ditulis sederhana dan tentunya tidak membosankan, yang dapat membuat kita masuk dan larut dalam buku itu sendiri.

Saya sendiri tidak ingin memberikan contoh buku yang patut dibaca, karena ini masalah kegemaran seseorang. Tapi ada banyak sekali situs memberikan informasi buku-buku yang wajib dibaca sekali seumur hidup.

Buku Memberikan Informasi Lengkap

Apakah internet bisa memberikan informasi cukup lengkap? Bisa juga iya atau bisa juga tidak. Tidak dipungkiri, informasi yang dilansir di internet tidak cukup lengkap. Bahkan yang menulisnya saja belum tentu pakarnya langsung.

Lewat buku, kita dapat menerima informasi yang cukup tepat dan banyak, serta memberikan banyak pandangan. Bagian terbaik dari menghabiskan membaca 1 buku adalah kita mendapatkan informasi yang sempurna, tidak setengah-setengah.

BACA JUGA : Buku Cetak VS Ebook.

Perjalanan Buku Ikhlas Paling Serius

Ikhlas paling serius sebelum
Sebelum ditangan Penerbit

Ikhlas Paling Serius


“Buku harus dijadikan kapak untuk mencairkan laut beku dalam diri kita.” Franz Kafka

Perjalanan buku ini seperti narasi saja, awalnya cuma dicetak secara mandiri oleh Penulisnya dikami, hingga akhirnya diambil oleh Penerbit Besar, yaitu Penerbit Media Kita. Tepatnya akan terbit pada tanggal 26 Maret 2021 nanti.

Menjadi Menarik : Dari Mempublikasikan Secara Mandiri Hingga ke Penerbit Besar.


Tak ayal, ini jadi pengalaman menarik buat kami. Memang tidak pernah menyangka, buku ini awalnya cuma dicetak 100 buku lanjut kedurasi pesanan yang jumlah berbeda.

Akhirnya bertemu juga dengan penerbit yang tepat.

setelah diterbitkan media kita
Setelah di Penerbit Media Kita

Meski pada akhirnya kami tidak bisa mencetaknya lagi. Lah wong sudah dipegang oleh Penerbit. Karena Penerbit Buku dan Percetakan Buku adalah 2 hal yang berbeda.

Jangan Ragu

Bagi para penulis janganlah pernah ragu, teruslah berkarya. Masih banyak jalan bagi karyanya dibaca oleh para pembaca buku. Bisa lewat jalur mandiri seperti ini atau bisa juga Self Publishing (Penerbit Indie). Terlebih dunia buku memiliki banyak sekali genre buku.

Lihat Juga : Macam-macam Genre Buku.

Tentu salah satu tips yang paling penting adalah terus berkarya dan terus mengembang diri, jangan pernah berhenti dititik nyaman. 🙂