Arsip Kategori: Tips

Cara Membangun Kebiasaan Membaca Buku

a romantic setting in the bathroom
Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Menulis artikel ini agak berat memang, terlebih kebiasaan membaca buku saja belum mumpuni. Masih banyak buku yang belum sempat dibaca, dan lagi, ada beberapa buku juga belum selesai dibaca.

Bicara kebiasaan, sebenarnya berkaitan dengan rutinitas. Bangun pagi lalu gosok gigi, makan siang tepat waktu, dan semua yang dilakukan berulang-ulang secara tepat.

Membaca buku sebagai bagian rutinitas sangat baik dan sangat aman, karena tidak akan menimbulkan kelebihan kolesterol pada tubuh.

Sayangnya kebiasaan membaca buku biasanya terhenti ketika kebutuhan terhadap pendidikan sudah usai. Mayoritas ketika sudah masuk dalam dunia pekerjaan, kebiasaan membaca buku akan pelan-pelan hilang. Padahal ada banyak buku yang bisa dibaca sebagai alternatif waktu luang.

Membaca buku itu jangan disamakan dengan menghapal, dan tidak selalu untuk menjadi pintar. Baiknya membaca buku itu, sering terjadi dialog dalam pikiran. Simplenya pikiran bisa berpikir jauh kemana-mana.

Sebenarnya ada beberapa cara untuk membangun kebiasaan membaca buku :

1. Sediakan Waktu Khusus Untuk Membaca

Inilah yang paling penting, banyak dari kita kurang menyediakan waktu khusus untuk membaca. Padahal, waktu yang disediakan tidaklah harus cukup lama :

  1. Pagi hari 30 menit
  2. Sebelum tidur 40-60 menit
  3. Hari libur 1-2 jam

Waktu diatas tidaklah harus akurat, itu tergantung kita mau menyediakan waktu itu sendiri. Tidak dipungkiri, kesibukan adalah beban utama dalam menyediakan waktu.

2. Tujuan Membaca

Apa sih tujuan membaca? Kalau cuma ingin terlihat pintar, yah cukup menenteng buku saja kemana-mana. Otomatis, orang-orang disekitar akan menilai bagus. Tujuan membaca buku bagi setiap orang berbeda-beda, tapi bagi yang ingin memiliki kebiasaan membaca buku, baiknya mempertimbangkan tujuan membaca.

Tujuannya sederhana, membaca buku ada dua pilihan pertama untuk menambah pengetahuan pribadi dan kedua hiburan diwaktu luang.

3. Jadikan Telepon Pintar Sebagai Media Baca

Kesibukan dan beratnya membawa buku sebenarnya bukan masalah penting sekarang ini. Lewat telepon pintar sekarang ini sudah bisa dilakukan, lewat Google Playbook salah satunya, sudah banyak sekali ebook disana.

Dan membangun kebiasaan tidak melulu harus lewat buku, bisa saja membaca Esai-esai dari Mojok.co sebagai alternatif media baca.

4. Kembangkan Daftar Yang Ingin Dibaca

Daftar bacaan sebenarnya tidak begitu penting sih, menjadi perlu untuk patokan arah yang ingin dibaca. Kalau tidak memiliki daftar buku yang ingin dibaca, bisa kesasar kemana-mana, dan akhirnya minat baca menurun.

Tapi biasanya setelah kita membaca lebih 20 buku, daftar bacaan buku akan tercipta otomatis. Jadi ingin tahu mengenai buku lainnya.

5. Jangan Jadikan Kebiasaan Membaca Sebagai Tantangan.

Saya pikir kebiasaan membaca buku bukanlah sebuah tantangan, kalau dijadikan tantangan bisa-bisa malah drop nantinya. Jadikan saja sebuah alasan agar hidup lebih baik saja sudah cukup.

Kebiasaan membaca buku dibentuk agar kita tidak terjebak kebosanan rutinitas harian yang begitu-gitu saja.

Lihat Juga : Beberapa Kelemahan Ebook. 

Membangun Kebiasaan Menulis Lebih Banyak

opened notebook with silver pen near magnolia
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com
“What matters in life is not what happens to you but what you remember and how you remember it.” Gabriel García Márquez

Membuat tulisannya yang panjang tidak lahir tiba-tiba begitu saja. Menulis itu membutuhkan kerja keras. Tidak hanya itu saja, menulis adalah upaya sadar untuk menuangkan ide-ide lewat susunan kata yang terjalin satu sama lainnya. Terlepas dari apapun, menulis  menjadi cara berkomunikasi kita sendiri lewat pikiran. Baru ketika diterbitkan, baik menjadi sebuah buku, artikel website, blog, dan tulisan pada media sosial, tulisan itu baru dibaca.

Tetapi kebiasaan menulis itu butuh dorongan yang banyak, tidak cukup hanya sabar saja. Bagian yang tersulit adalah memotivasi untuk menulis lebih banyak lagi. Jangan berkutat pada layar dan tombol keyboard saja, mulai lah menciptakan kebiasaan menulis dengan baik.

Membangun Kebiasaan Menulis

Saya sendiri sadar, butuh waktu yang cukup lama untuk membangun kebiasaan menulis. Dulu sih, terbiasa menulis dibagian belakang buku tulis. Baru kini membiasakan menulis pada laptop dan hp, jadi lebih simple lagi.

Teratur dan rutin menulis itu memang seperti olah raga saja, tadinya cuma biasa mengayuh sepeda berjarak 5 km, kemudian menjadi 10 km, lalu 20 km. Percayalah, semua itu butuh waktu.

Cara yang terbaik adalah menjadikan menulis menjadi rutinitas, berikut ada sedikit tips :

1. Menulis Setiap Hari

Ya harus menulis setiap hari, kalau tidak bagaimana membangun kebiasaan menulis, sedang belum terbiasa menulis sama sekali. Lah wong, kita saja bisa membalas pesan Whatsapp setiap harinya, cobalah hitung sudah berapa kata yang sudah anda tulis dipesan itu.

Yang paling simple bisa mulai dari 300 kata saja setiap harinya, tidak banyak kok, lalu coba sesekali menjadi 750 kata . Barulah kemudian 750 kata perharinya.

Nantinya anda akan sadar, perlahan-lahan menulis itu menjadi mudah kok. Entah itu tulisanya bagus atau tidak, bukan anda yang menilai. Biasanya kita akan malas menulis pada hari kedua, nah itulah tantang terberatnya. Jangan berhenti, kalau pun berhenti sementara, bacalah buku atau esai-esai ringan, itu untuk tambahan nutrisi pikiran anda.

2. Tetapkan Tujuan Menulis

Tujuan selalu menjadi hal penting, sebelum anda menulis, tujuan untuk menulis apa sih? Mau menulis esai atau menulis sebuah novel. Menetapkan arah tulisan itu, tidak perlu memaksa untuk jadi karya yang bagus. Paling penting jadikan rutinitas dahulu.

Sebagai contoh kalau anda ingin menulis sebuah novel, biasakan menulis cerita pendek (cerpen) setiap harinya. Kalaupun tidak ada ide, tulislah apa yang sedang anda rasakan saja, itu sudah sangat bagus kok

Selingi dengan berbagai macam ide penulisan, jadi tidak melulu tulisan itu-itu saja. Bisa itu sebuah curahan isi hati, kritik, esai, atau resume buku yang telah dibaca.

3. Luangkan Waktu Menulis

Mengenai waktu sudah pastinya yang paling penting, setelah berlatih kebiasaan menulis. Mulailah luangkan waktu yang cukup banyak untuk menulis. Kalau cuma diberikan waktu 10 menit perhari untuk menulis, sudah dapat dibayangkan berapa banyak tulisan yang dapat ditulis.

Berilah waktu yang cukup panjang untuk anda menulis, jangan berikan waktu sebentar-bentar saja. Mau menulis sebuah karya kok, waktu yang diberikan cuma sedikit, kecuali anda ingin menulis puisi, itu persoalan lain.

Minimal berikan waktu untuk menulis 30 menit, kalau bisa ya sejam. Nanti akan berjam-jam waktu anda menulis, tidak terasa lelah, malahan makin haus lagi untuk menulisnya lebih banyak lagi.

4. Jangan Edit Langsung

Kebanyakan dari kita, ingin tulisan terlihat bagus. Inilah letak permasalahannya, biasakan menulisa saja, lupakan keindahan kata-katanya, kalau tidak terjalin menjadi kalimat yang baik, itu persoalan nanti.

Baru menulis satu paragraf saja, sudah buru-buru dicek dan diedit. Nanti ide anda tidak mengalir dengan mudah. Biarkan ide anda  mengalir dahulu menjadi kalimat, barulah ketika sudah selesai. Bacalah ulang, dan perhatikan penggunaan kata yang salah, serta tanda baca yang kiranya belum sesuai.

Pemahaman tanda baca saya pikir penting sekali loh. Salah penempatan tanda baca, bisa-bisa nanti bisa salah tafsir nanti tulisannya.

5. Tempat Menulis

Upayakan mempunyai tempat menulis sendiri dan pada media yang tepat. Tidak dipungkiri menulis di cafe kurang melahirkan tulisan yang panjang dan menarik.

Kalau ingin coba, didalam kamar atau ruangan khusus, yang bisa menghindari kita dari kebisingan serta gangguan. Pastinya proses menulis akan terasa berbeda.

Dan untuk media sendiri lebih baik menggunakan komputer (baik PC atau Laptop), dibandingkan dengan handphone yang mudah membuat jempol cepat lelah. Tapi itu juga tergantung kemampuan pribadi juga sih.

6. Pahamilah Gaya Penulisan Sendiri

Memahami tulisan sendiri tidaklah mudah, gaya penulisan sendiri, tergantung apa yang mengilhami tulisan kita. Tapi sesekali bacalah semua tulisan anda sendiri, biar memahami perkembangan gaya penulisan sendiri.

Kita akan tahu, letak kesalahan gaya tulisan. Bisa jadi, terlalu berputar-putar, jadi maksud dari tulisan itu sendiri tidaklah jelas.

Dan bandingkanlah sesekali dengan tulisan karya orang lain, agar anda dapat memahami gaya penulisan lebih banyak lagi.

Mungkin cukup ini saja yang bisa dibagikan.  Mulailah giat menulis sebuah karya. 🙏

Lihat Juga : Bagaimana Menjadi Penulis Buku.

Bagaimana Menjadi Penulis Buku

person using typewriter
Photo by Min An on Pexels.com

Apa itu Penulis?

Penulis Buku adalah orang yang telah menulis sebuah karya, baik sebuah cerita, esai, karya sastra, atau karya akademis. Di Indonesia lebih dikenal istilah Pengarang Buku.

Ada banyak alasan, kenapa orang orang menulis, entah itu karena pekerjaan mereka, ekspresi kreatif, atau bisa pula kejenuhan mereka.

Untuk menjadi penulis tidak perlu syarat mutlak, cukup kreatif dan rajin saja sih.

Tidak ada hal yang begitu rekat untuk menjadi penulis, seseorang bisa saja tiba-tiba menjadi seorang penulis. Padahal diwaktu sebelumnya hanyalah seorang pekerja kantor biasa.

Tapi yang ingin berniat menjadi penulis, mulailah dari sekarang juga. Jangan ditunda-tunda.

Bagaimana Cara Menjadi Penulis Buku

1. Pelajari diri anda dahulu dan mulailah belajar.

Yup, tak kenal maka tak sayang. Mengenali potensi diri adalah hal terpenting, sebelum mempertimbangkan profesi apapun. Bagaimana menjadi penulis buku? Membaca sebuah buku pun belum pernah.

Apalagi banyak diantara kita, yang baru saja menyelesaikan membaca sebuah buku, langsung tergesa-gesa untuk menulis. Tenang, semua itu membutuhkan waktu dan proses.

Mulailah dari mempelajari dari buku-buku yang telah dibaca. Baik cara penulisan, gaya bahasa, hingga penggunaan tanda baca.

Belajar gaya penulisan yang agak sedikit sulit, kita terkadang mampu menilai setelah membaca novel, langsung berkata; “ah cerita begini doang”. Cobalah tiru, alih-alih baru sampai tiga paragraf saja ceritanya sudah tamat.

Lihat Juga : Cara Mencetak Buku.
2. Siapkan tempat dan media untuk menulis.

Bicara soal tempat, sebuah tempat dapat memberikan perasaan tersendiri dalam menulis. Tempat yang sunyi adalah pilihan tepat, dalam meluangkan waktu untuk menulis. Kalau ditempat keramaian, sebenarnya bukan pilihan bagus, Namun ketika ide datang, segerakanlah untuk menulis.

Ide untuk menulis itu bisa datang secara tiba-tiba, mulai biasakanlah menulis pelbagai media. Tidak hanya pena saja, kalau perlu semuanya. Baik itu laptop dan telepon genggam, jadikanlah media menulis juga.

Seperti Made Wianta yang terkenal lewat karya Puisi Rupa. Menulis yang tidak terbentur oleh media apapun, Dia menulis di atas kertas tisu, tiket, nota belanja, bahkan sobekan majalah. Puisi Rupa itu sendiri adalah salah satu cara merespon suatu situasi atau kondisi secara cepat, spotan, dan membebaskan.

Jangan terbentur pada pena yang bagus, telepon genggam yang canggih, apalagi laptop yang canggih (saking canggihnya dipakai buat main game saja).

3. Ciptakanlah pola pikir yang baik, jangan ragu.

Banyak yang penulis awalnya terkesima dengan tulisan yang bagus, serta kata-kata yang indah. Akhirnya mencoba membuat kata-kata yang indah dengan berpikir keras, dan hasilnya tentu saja buntu. Berkutat pada kata-kata indah sering kali meluluhkan kenginan menulis, bahkan satu paragraf pun tidak selesai-selesai. Lah wong niatnya pengen dipuji, bukan berkarya.

Nah sebelum menulis baiknya kita memiliki pola pikir yang positif, tidak perlu mengejar karya yang bagus. Jangan takut apalagi ragu, kalau tulisan tidak terasa bagus.

Memang banyak yang akhirnya berhenti menulis karena ragu dan malu, apalagi telah dapat cemohan orang-orang. Tapi tetap yakinlah, belajar perlahan-lahan, dan perbaiki gaya penulisan.

Lihat Juga : Pengertian dan Jenis Cover Buku.
4. Atasi gangguan dalam menulis, berusaha tetap fokus.

Gangguan dalam menulis itu bisa macam-macam, mulai dari diri sendiri kurang pede atau terlalu yakin sekali tulisannya bagus. Keduanya sama saja petaka besar. Menulis itu kaitannya dengan berkarya, bukan ingin dikenal. Yang paling pertama kali lawanlah diri sendiri dahulu, karena gangguan pertama kali adalah diri sendiri.

Setelah diri sendiri dapat diatasi, tentunya hal lain harus diatasi juga, seperti telepon genggam. Kalau menulis menggunakan telepon genggam baiknya aktifkan dahulu mode pesawat, agar tidak terganggu centang-centung pesan masuk.

Terakhir pastikan semua pekerjaan sudah selesai sebelum menulis, jangan sampai ditengah menulis, baru teringat kompor belum dimatikan.

5. Kalau sudah terbiasa menulis, mulailah tetapkan waktu.

Setelah mampu mengatasi gangguan menulis, mulailah tetapkan waktu untuk menulis. Entah itu setiap hari sebelum tidur, maupun menetapkan waktu sembarang ketika ada ide. Kalau bisa keduanya lebih baik.

Disiplin waktu itu baik sekali, pastinya tulisan sebuah buku akan cepat selesai. Eh tapi, jangan over pede dahulu, koreksi juga tulisan dari awal kembali. Ya, dengan mengkoreksi, kita akan tahu kesalahan kecil atau besar dalam setiap penulisan.

Tapi yang menarik itu tetap menulis disembarang waktu, baik berupa esai, puisi, maupun cerpen. Menulis sembarang waktu, seperti mengumpulkan butir-butir emas kreativitas. Jadi kedua point ini tetap dipakai, baik itu disiplin waktu menulis dan sembarangan waktu menulis, malah nanti bisa jadi dua karya buku loh.

Terakhir

Tunggu apalagi, masih saja ragu menulis sebuah buku. Karya terkenal itu tidak tahu kapan muncul, boleh jadi itu dari karya anda sendiri.

Lihat Juga : Standar Ukuran Buku.

Tips Mencetak Buku Mandiri

Mencetak Buku Itu Sedikit Sulit

books placed between branches of blossoming tree
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Mencetak buku sendiri itu bisa dibilang gampang-gampang susah, menjadi sulit kalau kita tidak ingin memahami, bagaimana cara mencetak buku yang sesuai keinginan kita.

Bisa dibilang mencetak buku sedikit berbeda dengan proses percetakan pada umumnya, lewat jasa fotocopy pun tidak sama. Karena harus tahu mengenai margin (batas tepi) buku yang harus benar-benar diperhatikan, agar benar-benar nyaman dibaca.

Perkara nyaman dibacalah, yang menjadikan proses pembuatan buku, agak sedikit rumit. Kalau asal cetak saja, alih-alih bukannya bagus, malah menjadi berantakan tidak karuan.

Mulai dari susunan halaman, penempatan penomoran halaman, ukuran font, hingga ke desain cover dan isi.

Tata letak isi (paragraf dan ukuran font) maupun cover harus diperhatikan sekali, jangan sampai terlalu dekat dengan bagian dalam lem dan luar buku. Bisa-bisa nanti terkena potong, atau terlalu mepet, jadi pas buku dibuka terlalu sudut ke dalam.

Karena sebab itulah ada beberapa point sederhana yang harus kami bagikan.

Hal yang harus diketahui sebelum mencetak buku :

1. Ukuran Buku Yang Diinginkan

Coba tengok koleksi buku anda, dan pilihlah yang paling nyaman dibaca. Yup, ambil penggaris kemudian ukurlah, kira-kira masuk ke ukuran buku ya mana? Mengenai ukuran buku bisa dilihat disini.

Dari ukuran buku, kita juga bisa ukur margin (batas tepi dengan paragraf) buku tersebut.

2. Cari Desain Cover dan Tata Letak Isi Yang Sesuai Keinginan.

Ada baiknya kita melihat koleksi buku sendiri, boleh juga sesekali ke toko buku atau perpustakaan hanya untuk melihat-lihat desain dan tata letak isi yang diinginkan. Setelah itu, cari tutorial atau template desain yang diinginkan. Bisa juga melalui www.canva.com untuk desain cover.

3. Memilih Jenis Kertas Yang Cocok Untuk Buku.

Untuk sebuah buku bacaan, baiknya menggunakan book paper atau HVS. Yang paling baik untuk membaca berlama-lama, yaitu book paper. Kalau HVS agak cepat membuat mata lelah.

4. Mempersiapkan Biaya Cetak.

Nah ini, masalah terbesar adalah biaya (duit-duit). Namun seiring perkembangan zaman mencetak buku satuan sudah mudah, dan tidak perlu mengeluarkan biaya relatif tinggi. 1 buku saja bisa dicetak kok sekarang, tidak perlu banyak-banyak.

5. Pilih Tempat Cetak Buku

Tempat cetak buku sekarang ini sudah relatif banyak bisa online. Tapi pastikan tempat cetak buku itu bisa menjilid dengan Lem Panas, karena jilid dengan lem panas menjadi standar bagi buku Penerbitan.

Mungkin itu saja yang dapat kami bagi, sebagai gambaran ringkas sebelum mencetak buku karya anda sendiri.

Selamat Menulis..

Lihat juga : Template Layout Buku.