Arsip Kategori: Tips

Cara Menulis Buku Dengan Langkah Yang Tepat

Menulis Buku kedengarannya cukup menyulitkan tapi ternyata tidak juga kok? Bagi segelintir Penulis, menulis adalah salah satu proses kreatif dari kehidupan. Kemampuan manusia menulis ada sejak lama, semenjak penemuan huruf, manusia mulai menuliskan isi pikirannya ke dalam kertas untuk dibaca orang lain.

Sekarang ini, menulis dalam bentuk tulisan yang sangat panjang kedengarannya sangat langka, terlebih banyak yang terbiasa tinggal “copy-paste” saja. Gemah-ripah penulisan tidak terasa hingar-bingarnya lagi.

Syukurlah, sekarang ini geliat dunia buku mulai bangkit, banyak lahirnya penerbit baru yang sedang membuka jalannya tersendiri.

Sebenarnya menulis buku tidak terlalu sulit, asalkan kita dapat menemukan langkah yang tepat dan terarah. Untuk membantu anda mencapai tujuan itu, kami berikan beberapa langkah produktif untuk menulis buku.

Carilah Ide Anda

clear light bulb placed on chalkboard
Photo by Pixabay on Pexels.com

Salah satu hal penting dalam membuat karya buku anda adalah menemukan ide besar. Sayangnya ide tidak datang begitu saja, terkadang ide datang dengan sendirinya. Tapi masalahnya kemudian, anda enggan melanjutkannya lagi. Saya teringat J.K. Rowling mendapatkan ide menulis Harry Potter, ketika keretanya mengalami keterlambatan keberangkatan dari Manchester ke stasiun King’s Cross London pada 1990.

Lalu bagaimana dengan kita sendiri, tentu tidak banyak orang yang begitu saja menemukan ide besar begitu saja. Untuk hal itu, mulailah dengan mengajukan pertanyaan sederhana kepada diri sendiri :

  • Apa yang ingin saya tulis?
  • Hal penting untuk ditulis?
  • Siapa yang ingin membaca tulisan saya?
  • Apakah ide ini bisa berjalan secara efektif?

Jawaban pertanyaan-pertanyaan ini tentunya akan membantu anda mencari pilihan terbaik penulisan buku anda. Pada sisi lain, lihatlah koleksi buku anda, dengan melihatnya bisa membantu menggambarkan arah penulisan anda sendiri.

Riset Genre Gaya Penulisan Anda

woman in black crew neck t shirt sitting on books
Photo by Ichad Windhiagiri on Pexels.com

Melihat diri sendiri adalah hal paling terpenting, anda dapat melihat tulisan anda sebelumnya, mulai dari catatan buku pribadi hingga tulisan pada media sosial yang pernah anda tulis. Jangan pernah malu melihat tulisan anda sendiri, anda mungkin bisa tercengang melihat tulisan anda sendiri, bahkan bisa tahu pada waktu mana tulisan anda mengalir begitu bebasnya.

Tetapi jika ingin menulis hal yang berbeda, bisa lihat buku populer yang laris terjual pada market place, atau lihat pada situs BookDepository, mereka sangat baik dalam memetakan buku-buku sesuai dengan genrenya. Jadi kita akan tahu yang orang-orang suka baca.

Lihat Juga : Macam Genre Buku.

Buatlah Outline Garis Besar

Untuk menulis buku, ada baiknya membuat garis besar isi buku tersebut, agar mempermudah arus penulisan buku tersebut. Saya sendiri sebelum menuliskan tulisan ini saja, membuat beberapa poin-poin penting yang perlu sampaikan. Dengan membuat poin-poin kita akan tahu titik mana saja yang perlu tekankan, agar informasi ini sampai ke para pembaca.

Lain dengan novel, outline garis besarnya tentu saja berbeda, hal paling berbeda adalah pada poin konflik yang tercipta pada novel tersebut.

Outline garis besar penulisan ada pada awal, tengah, dan akhir, tentu kita menginginkan buku tersebut mengalir apa adanya. Yang paling penting anda memiliki karakter penulisan anda sendiri.

young black man working with report and outlining text
Photo by Keira Burton on Pexels.com

Mulailah Dengan Awal Yang Menarik

Setelah kita membuat outline dari penulisan buku, hal yang paling terberat adalah bagian pertama, karena pada bagian awal adalah letak pertama kali para pembaca masuk. Seperti pintu masuk menyelami dunia buku anda.

Pada awal bagian buku itulah, bagaimana para pembaca tertarik. Setelah mereka melihat sampul, para pembaca akan melihat bagian-bagian awal buku tersebut.

Tentu saja pada bagian awal anda harus mencoba bereksperimen, tidak hanya melulu hal yang umum, salah satu contoh Novel karya Milan Kundera. Dia memiliki ciri pengantar sangat berbeda, pembahasan awalnya berbeda, entah kenapa tiba-tiba kita masuk pada cerita yang berbeda lagi.

Fokuslah Pada Gaya Menulis Anda

Gaya penulisan bukanlah harus mengenai ciri khas penulisan anda, kalau belum merasa menemukan gaya penulisan anda. Anda boleh mengikuti gaya penulisan orang lain, Seperti Bertrand Russel, pada masa penulisannya dia mencoba mengikuti gaya penulisan John Stuart Mill.

black and red typewriter
Photo by Suzy Hazelwood on Pexels.com

Dengan mengikuti gaya penulisan penulis lain, lama kelamaan anda akan mampu menemukan gaya penulisan anda sendiri.

Kalau belum menemukan, sesekali cobalah menulis pada waktu senggang, atau bisa sesekali langsung menuliskan ketika ada hal yang ingin perlu sampaikan.

Sebenarnya dengan menulis secara seketika ketika datang ide, itu terasa sangat baik, tak hanya melatih gaya penulisan anda. Tapi juga akan menambah keragaman kosa kata serta kalimat.

Pikirkanlah Para Pembaca Anda

Meskipun menulis adalah bentuk ekspresi dari sebuah pikiran. Kita perlu juga, mengetahui para pembaca sukai. Alih-alih ingin membuat sesuatu tulisan yang berbeda malahan para pembaca tidak mengerti isi tulisan anda.

Cara mengetahui apa yang para pembaca sukai dengan melakukan riset pada situs penjualan buku. Pada situs BookDepostory sudah menampilkan buku mana saja yang menjadi Best Sellers.

person in white shirt with brown wooden frame
Photo by cottonbro on Pexels.com

Tapi akan menjadi berbeda, kalau anda menulis untuk segmen tertentu, pastinya anda sendiri sudah memiliki alasan tersendiri untuk menulis buku tersebut. Tidak dapat pungkiri, buku yang bagus belum tentu Best Seller, ada banyak buku yang mengilhami para penulis besar tapi berasal bukan dari buku Best Seller.

Tetapkan Target Tulisan

Menetapkan target penulisan adalah hal terpenting pada penulisan buku, sebenarnya sudah banyak yang mengajarkan ini. Dari mulai membiasakan menulis 500-750 kata per hari, dengan cara ini sangat bermanfaat sekali bagi yang belum terbiasa menulis sama sekali.

Dengan asal corat-coret tulisan dari 500-750 kata perhari, lambat laun tidak akan terasa tulisan anda sendiri akan bertambah banyak, pada titik tertentu tidak akan terasa, tulisan anda mencapai 1.500-2.000 kata per sesi anda menulis. Kalau sudah biasa melatih hal demikian, anda bisa menetapkan target penulisan buku anda sendiri.

Menulis buku itu bukanlah hal cepat, bukan sistem kebut semalam. Menulis sebuah buku itu adalah menabung kata. Sebenarnya buat saya pribadi menyelesaikan buku dalam waktu kurang setahun sudah sangat cepat sekali.

Atur Rutinitas Menulis

Sudah tahukan, kalau rutinitas keseharian kita suka menghambat hal yang kita inginkan, terlebih yang sudah terjebak dalam dunia pekerjaan, waktu menulis akan menjadi hal sempit bagi anda.

Tapi cobalah Petakan waktu anda dalam sehari, pada titik waktu mana yang bisa anda luangkan dalam sehari. Pertanyaan dasarnya begini :

  • Kapan saya memiliki waktu luang paling banyak? Dalam sehari atau minggu?
  • Pada jam berapa saya lebih produktif menulis?
  • Bagaimana saya mengatur jarak setiap sesi penulisan?
gold ipad beside stylus
Photo by Jess Bailey Designs on Pexels.com

Setelah anda melihat diri sendiri, anda akan tahu bagaimana anda memanfaatkan jadwal dan mengatur waktu penulisan anda sendiri. Jangan terlalu banyak mengambil banyak waktu, nanti anda bisa jatuh dalam kebosanan. Niatnya agar cepat selesai, malahan tulisan anda semakin memburuk.

Siapkan Ruang Menulis

Tidak semestinya seperti ruang kerja anda. Ruangan untuk menulis untuk keperluan menjaga konsentrasi dan ide-ide anda. Anda bisa menulis pada kamar anda sendiri.

Bagi anda yang menyukai kesunyian dan hening, carilah ruangan untuk menulis yang tergolong sunyi, terlebih kita tahu ada saja gangguan tiap harinya, bisa berupa suara kendaraan serta lainnya.

photo of woman taking notes
Photo by Ivan Samkov on Pexels.com

Pakai Aplikasi Menulis Dengan Maksimal

Zaman yang serba canggih sekarang ini, memungkin anda menulis pada waktu kapan saja, bisa pada waktu perjalanan berangkat kantor, jam istirahat, atau bisa juga ketika sedang rileks di kamar tidur. Sekarang tidak perlu lagi menenteng laptop kemana saja. Dengan Android atau Iphone anda, bisa menjadi media menulis.

Dengan menggunakan aplikasi menulis yang tepat, anda bisa lebih produktif, baik itu menggunakan Microsoft Word atau Google Docs. Sekarang ini 2 aplikasi tersebut sudah mampu saling hubung, satu sama lainnya, and tidak perlu menyimpan data tulisan pada flashdisk lagi.

Setelah anda selesai menulis dengan laptop, lalu berpindah ke telepon genggam anda dapat kita lakukan sekarang ini.

Jaga Motivasi Anda

now or never quote
Photo by Daria Shevtsova on Pexels.com

Menjaga motivasi diri adalah hal yang paling sulit, seringnya pada awal penulisan anda sangat semangat sekali, tapi karena mengatur waktu dan pikiran anda terlalu padat, anda akan terjerumus pada kebosanan.

Ketika muncul kebosanan anda perlu lihat kembali, kenapa anda memulai tulisan tersebut. Dan cobalah melihat sejauh mana tulisan anda. Bisa dengan mengkoreksi kesalahan kata, atau juga bisa membaca tulisan itu kembali.

Rileks Ketika Buntu

Ketika anda mulai pada titik buntu, terlebih anda sudah menjaga motivasi menulis anda, memang baiknya berhenti sebentar. Cari aktivitas lain yang bisa mengobati kebuntuan anda.

Anda bisa jalan-jalan kemana saja dahulu , entah itu ke Coffee Shop atau pergi ke tempat anda bisa menghibur diri sendiri. Nantinya kita bisa menemukan sendiri sendiri kebuntuan tanda tanya tersebut.

Mengistirahatkan pikiran penting sekali, makanya sejak awal mengatur ritme penulisan sangatlah penting sekali.

people sitting on chair near red bus
Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels.com

Jangan Terburu-buru Menyelesaikannya

Kita sudah tahu terburu-buru menyelesaikan adalah hal buruk dalam setiap kegiatan. Anda boleh saja menunda sebentar, terlebih sudah memasuki bagian akhir buku tersebut.

Luangkan waktu untuk mencari alternatif penutup tulisan anda, hampir sama pada waktu awal anda menulis. Mencari penutup tulisan anda sangatlah penting sekali, karena pada akhirnya para pembaca bisa menarik kesimpulan menyukai tulisan anda.

Carilah Penilaian Teman

cheerful diverse girlfriends reading document at table
Photo by Gary Barnes on Pexels.com

Meminta penilaian orang lain adalah hal yang paling tepat setelah tulisan buku anda selesai. Anda juga harus mampu menerima dan memahami penilaian teman anda.

Kalau masih merasa kurang sreg, anda bisa meminta penilaian teman anda lainnya. Tapi baiknya pada poin-poin penting tulisan anda.

Anda bisa membagikan pengantar buku anda saja, tidak perlu menyeluruh, kalau anda merasa perlu keseluruhan penilaian teman anda. Boleh juga kok memberikan draft tulisan anda seluruhnya,

Temukan Penerbit Yang Tepat

Pada bagian ini anda bisa memberikan draft tulisan anda kepada penerbit besar yang telah anda tuju. Pastikan anda tahu syarat-syarat agar tulisan anda diterbikan, Jika sudah anda kirim tapi belum mendapatkan jawaban, Anda bisa kok mencari Penerbit Indie.

Ketika menerbitkan Penerbit Indie, seluruh biaya penerbitan itu ditanggung anda, Yang paling penting adalah anda harus siap dengan biaya dan strategi marketing anda sendiri.

Lihat Juga : Cara Menerbitkan Buku.

Cara Menerbitkan Buku

books school stack eyewear
Photo by Poppy Thomas Hill on Pexels.com

Jika anda ingin menjadi seorang penulis, atau sudah menjadi penulis, mungkin pernah berpikir untuk menerbitkan buku sendiri. Tantangan terbesarnya adalah mencari penerbit yang mau menerbitkan buku anda. Belum lagi ancaman terbesarnya buku tidak laku pejualannya.

Memang, sekarang makin banyak opsi untuk menerbitkan buku, waktu sebelumnya kita harus mengirimkan naskah kebeberapa penerbit besar yang bisa menerbitkan buku secara gratis. Tapi karena proses kurasi yang sangat ketat naskah anda tidak lolos seleksi.

Kalau anda yakin dengan naskah anda, bisa kok menerbitkan buku secara mandiri, istilahnya Self-Publishing.

Berikut ada beberapa hal yang harus ketahui sebelum menerbitkan buku :

Memilih Model Penerbitan

technology watch business police
Photo by Markus Winkler on Pexels.com

Banyak sekali pilihan penerbit buku, mulai dari penerbit mayor hingga penerbit indie, mereka memiliki aturan tersendiri dalam menerbitkan buku. Kalau ingin menerbitkan ke penerbit mayor, tidak ada langkah berikutnya. Karena penerbit mayorlah yang mengurus semuanya.

Nah, sekarang bicara mengenai penerbit indie, rata-rata penerbit indie memiliki syarat yang mudah dalam menerbitkan buku. Mengenai biaya itu sangat variatif, tapi jangan terkesima dengan biaya penerbitan murah. Lihatlah portofolio penerbit dahulu :

  • Berapa banyak buku yang sudah terbit?
  • Desain buku dari cover hingga tata letak isi.
  • Model pemasaran dan kerjasama .

Cek dan Edit Secara Menyeluruh

focused female employee reading information on computer in office
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Jangan pernah ragu untuk mengecek tulisan anda sendiri, dengan mengecek kita bisa tahu tulisan yang salah, bahkan anda bisa tahu bagian mana yang salah penyampaian kalimat. Baiknya tidak anda sendiri mengeceknya, mintalah tolong teman anda untuk mengecek buku tersebut.

Setelah selesai, editlah buku tersebut dengan perlahan, ada berapa hal yang harus perhatikan :

  • Pilihlah ukuran buku yang sesuai genre buku
  • Perhatikan margin buku tersebut, sebagai gambaran buku A5 menggunakan margin atas bawah kiri kanan masing-masing 2 cm.
  • Pastikan Awal Bab berada pada posisi halaman ganjil, buku akan terlihat rapi dan nyaman dibaca.
  • Tengok koleksi buku anda, itu bisa jadi gambaran real buku bagaimana buku anda nanti.
ukuran buku
Contoh ukuran buku pada Microsoft Word
margin buku
Contoh Margin buku pada Microsoft Word
Lihat Juga : Ukuran Buku.

Pilihlah Judul BukuYang Mudah Diingat

your soul is a river by nikita gill book
Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Mungkin dari awal anda sudah memikirkan judul tersebut, tetapi belum tentu itu benar-benar keputusan yang tepat. Tentu anda tahu, judul buku adalah hal pertama kali yang membuat para pembaca anda tertarik.

Buatlah beberapa pilihan Judul Buku, yang bisa anda pertimbangankan, tapi jangan terlalu cepat memutuskan. Biarkan beberapa hari, lalu coba tengok dan renungkan buku tersebut. Pelan-pelanlah dalam mengambil keputusan, karena judul buku langkah awal buku anda.

Format Tata Letak Buku Anda

Setelah naskah selesai edit dengan cara saksama, sekarang kita masuk kedalam bagian format buku anda. Dari judul bab, rata teks, dan penomoran halaman. Hal ini tidak hanya memudahkan bagi penerbit, tapi penerbit bisa lebih memahami buku anda tersebut.

Kalau ragu dengan tata letak buku anda, sekarang ada banyak kok template layout naskah yang dapat mengunduhnya dengan gratis. Desain tata letak isi buku bisa menggunakan Microsoft Word atau Adobe InDesign. Sekarang tinggal pilih sesuai dengan kemampuan anda.

women s white spaghetti strap top
Photo by Lisa on Pexels.com
Lihat Juga : Template Layout Buku A5.

Buatlah Desain Cover Buku Anda

arrangement of soft cover books placed in row on white marble surface
Photo by ready made on Pexels.com

Tak ayal, cover buku adalah bagian yang terkuat dari menarik perhatian para pembaca buku anda. Cover buku sendiri dapat memberi kesan pertama tentang karya buku anda.

Untuk memilih desain cover buku yang harus perhatikan adalah resolusi gambar tersebut, harus 300 Dpi. Desain cover buku bisa kita pilih mengunakan foto atau ilustrasi. Pilihlah sesuai kategori genre buku anda. Jangan asal terlihat bagus saja.

Mengenai desain cover kita bisa menggunakan Adobe Photoshop atau CorelDraw, tergantung kemampuan anda sendiri.

Survei Harga Pasar Buku

person holding blue and clear ballpoint pen
Photo by Lukas on Pexels.com

Kenapa harus survei harga pasar buku? Karena dengan survei harga buku anda dapat mengetahui kira-kira berapa harga buku tersebut terjual. Yang paling berbahaya buku anda terlalu kemahalan, dan akhirnya tidak laku.

Sebenarnya harga jual buku tidak berpatokan kepada biaya cetaknya saja, genre buku pun menjadi penentuan harga buku tersebut, karena itu menentukan minat beli segment para pembacanya.

Menentukan Model Marketing Buku

Sekarang ini untuk memasarkan sebuah buku agaklah mudah, terlebih bagi yang sudah terbiasa dengan dunia media sosial. Pada model penerbitan Indie, kita bisa memasarkan secara sendiri buku tersebut, dan pastinya keuntungan langsung mengalir ke tangan anda.

Anda bisa memasarkan buku melalui Instagram, Facebook, bahkan Tiktok juga bisa loh. Mengenai cara menjualnya bisa melalui lewat Market Place seperti Tokopedia dan Shopee .

person holding iphone showing social networks folder
Photo by Tracy Le Blanc on Pexels.com

Berapa Banyak Buku Yang Dicetak

Tentu, kita tidak ingin ada batasan buku yang ingin dijual, terlebih buku bisa jadi best seller. Anda bisa menggunakan bisa menggunakan sistem Pre Order untuk penjualan buku anda. Selain minim biaya dan pastinya minim resiko.

Sekarang tidak perlu mencetak banyak-banyak kok, anda bisa mencetak 50 buku dahulu, lalu kemudian 100 buku, dengan sesuai permintaaan pembaca anda tiap bulannya.

Lihat Juga : Harga Cetak Buku.

6 Manfaat Rutin Membaca Buku

crop faceless woman reading book on bed
Photo by Koshevaya_k on Pexels.com

Bagi segelintir orang yang menyukai buku, membaca buku tidaklah tantang terberat, malah menjadi candu baginya. Sebenarnya, sering membaca buku adalah kebiasaan yang sangat positif sekali, bukan pas mau ujian saja kita membaca buku, itu malah memaksakan otak kita, terlebih dengan sistem belajar kebut semalam.

Membaca buku biasanya sering dilakukan pada saat masih dibangku sekolah, dan perlahan-lahan kebiasaan ini mulai hilang begitu saja. Baiknya jangan pernah berhenti, karena membaca buku bisa dilakukan kapan saja tanpa memandang batasan usia.

Tapi, membaca buku tidak hanya untuk menambah pengetahuan saja, keuntungan lebihnya adalah menjaga kesehatan otak kita.

Nah mau memulai rutin membaca buku tidak? Ini ada beberapa manfaat membaca buku bagi kita semua, yaitu :

1. Memperkuat Kemampuan Otak

Waktu kita membaca buku otak kita akan bekerja secara baik, mulai dari mengingat serta memahami isi buku hingga menganalisa buku tersebut. Dan otak kita mendapatkan tambahan memori yang baru kita ketahui, ini adalah latihan yang bagus buat otak kita.

Setiap kita membaca, ada berbagai macam kata serta kalimat yang akan  kita ingat, bahkan kalau dirasa informasi itu penting, kita akan membacanya berulang-ulang agar teringat dengan jelas.

pexels-photo-5356421.jpeg
Photo by Kathy Jones on Pexels.com

2. Meningkatkan Empati

Bagi yang gemar membaca novel dan buku motivasi, pastinya hal ini akan meningkatkan empati. Kita akan memahami apa saja yang dirasakan orang lain mulai dari perkataan hingga apa yang kita lihat.

Karena pada waktu kita membaca buku, secara tidak langsung kita mencoba memahami maksud yang disampaikan oleh penulis buku tersebut.

3. Mengurangi Stress dan Depresi

man in black shirt and gray denim pants sitting on gray padded bench
Photo by Inzmam Khan on Pexels.com

Membaca buku itu bisa mengurangi stress, terlebih kita membaca buku yang bisa membangkitkan motivasi dan perasaan. Buku sebenarnya sarana rekreasi yang paling murah.

Untuk depresi membantu untuk mengalihkan beberapa masalah dalam pikiran kita, bahkan dapat membantu untuk mengalisa masalah kita sendiri lebih dalam.

4. Membuat Tidur Lebih Nyaman

Beberapa dokter menyarankan untuk membaca buku sebelum tidur, tapi jangan ebook ya. Karena cahaya yang dipancarkan oleh Smartphone anda akan membuat kita terjaga.

Membaca buku sebelum kita tidur itu membuat tidur kita lebih baik, tidak ada beban pikiran yang terbawa, karena fokus kita sebelumnya menikmati membaca buku tersebut.

5. Meningkatkan Kemampuan Konsentrasi

Pada saat kita membaca buku tanpa kita sadari, kita sedang berkonsentrasi penuh kepada isi buku tersebut, terlebih buku itu berisi informasi atau cerita yang ingin kita ketahui lebih jauh lagi

Dengan membaca buku, kita akan selalu menganalisa dan memahami setiap kata pada buku tersebut, otomatis akan meningkatkan kemampuan konsentrasi.

6. Meningkatkan Kemampuan Komunikasi

photo of people holding each other s hands
Photo by fauxels on Pexels.com

Setiap kita membaca buku, pastinya ada beberapa kata baru yang kita ketahui dan susunan kalimat yang menarik. Nah, hal ini akan otomatis menambah kemampuan komunikasi kita.

Pastinya kemampuan komunikasi kita akan lebih baik dan jelas, tentu hal ini membuat lawan bicara anda nyaman.

Lihat Juga : Alasan Penting Membaca Buku Pada Masa Pandemi.

Tips Memulai Hobi Membaca Buku Agar Tidak Cepat Bosan

woman sitting on window reading book
Photo by Thought Catalog on Pexels.com

Bagi segelintir orang, membaca buku adalah hal yang membosankan, bahkan membaca buku adalah sarana terbaik agar cepat tidur dengan nyenyak 😁. Ya agar lebih cepat terlelap tidur, membaca buku bukanlah perkara mudah dan gampang, terlebih itu untuk mendapatkan nilai yang bagus pada pendidikan.

Lagi-lagi soal nilai, kebiasaan membaca buku secara rutin itu pada masa Pendidikan saja, setelah menyelesaikan Pendidikan? Kebiasaan membaca buku hilang antah berantah kemana.

Bagaimana yang ingin mengisi waktunya dengan kegiatan positif, yang salah satunya dengan membaca buku? Sudah terbayangkan? Betapa rumitnya membaca buku.

Baik, ini ada beberapa Tips Memulai Hobi Baca Buku Agar Tidak Cepat Bosan :

1. Bawalah Buku Selalu Kemana Saja

light sea dawn landscape
Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Hal ini memang terkesan agak terpaksa dengan membawa buku  selalu kemana saja, akan memunculkan niat membaca, entah itu kapan waktunya. Bisa jadi, pada waktu menunggu antrian, terperangkap tengah kemacetan jalan, dan sebagainya.

Jadi buku yang dibawa akan menjadi media pengisi waktu luang. Saya pribadi telah mengalami, sedang menunggu antiran tapi HP tinggal sedikit, akhir membaca buku.

2. Mulailah Dari Buku Yang Tipis (Pocket Book)

Biasanya karena keinginan yang terlalu mengebu-gebu, karena buku terlalu tebal, akhirnya merasa jenuh, kok tidak kelar-kelar baca bukunya.

Sebenarnya ada beberapa penerbit yang rutin menerbitkan buku yang tipis, seperti dari Penerbit Circa. Saya sendiri merasa senang, dengan adanya buku-buku yang tipis, harga murah dan tidak memakan lama membaca bukunya.

3. Carilah Buku Yang Menarik

Sebenarnya cukup gampang mencari buku yang menarik, tinggal dilihat Best Seller atau tidak, tapi hati-hati banyak sekali yang menampilkan kata “Best Seller” pada kenyataannya tidak. Kalau di Toko Buku ternama biasanya memajang pada area awal pintu masuk, buku-buku yang laku keras.

Tapi tidak cukup itu saja, kita bisa lihat di Media Berita, buku-buku yang direkomendasikan setiap tahunnya.

woman sitting on floor while reading
Photo by Nicole Berro on Pexels.com

4. Follow Media Sosial Toko Buku Ternama

Mengikuti media sosial toko buku itu mengasyikan, sekarang banyak sekali toko buku online yang ramah dan edukatif di halaman media sosialnya. Tiap harinya kita bisa melihat dari Quote dari Penulis hingga buku-buku yang direkomendasikan mereka.

5. Buatlah Jadwal Untuk Membaca Buku

accuracy afternoon alarm clock analogue
Photo by Pixabay on Pexels.com

Menjadwal memang terkesan agak kaku, tapi kalau tidak merasa lelah coba sisihkan waktu di Pagi hari atau sebelum tidur. 2 waktu itu sebenarnya adalah waktu terbaik membaca, Tidak perlu lama-lama kok, 15 menit saja cukup. Kalau sudah terbiasa baru tingkatkan waktu membacanya

Baca Juga : ALASAN PENTING MEMBACA BUKU PADA MASA SULIT.

Cara Membangun Kebiasaan Membaca Buku

a romantic setting in the bathroom
Photo by Taryn Elliott on Pexels.com

Menulis artikel ini agak berat memang, terlebih kebiasaan membaca buku saja belum mumpuni. Masih banyak buku yang belum sempat terbaca dan lagi, ada beberapa buku juga belum selesai terbaca.

Bicara kebiasaan, sebenarnya berkaitan dengan rutinitas. Bangun pagi lalu gosok gigi, makan siang tepat waktu, dan semua yang kita lakukan berulang-ulang secara tepat.

Membaca buku sebagai bagian rutinitas sangat baik dan sangat aman, karena tidak akan menimbulkan kelebihan kolesterol pada tubuh.

Sayangnya kebiasaan membaca buku biasanya terhenti ketika kebutuhan terhadap pendidikan sudah usai. Mayoritas ketika sudah masuk dalam dunia pekerjaan, kebiasaan membaca buku akan pelan-pelan hilang. Padahal ada banyak buku yang bisa dibaca sebagai alternatif waktu luang.

Membaca buku itu jangan samakan dengan menghapal, dan tidak selalu untuk menjadi pintar. Baiknya membaca buku itu, sering terjadi dialog dalam pikiran. Simplenya pikiran bisa berpikir jauh kemana-mana.

Sebenarnya ada beberapa cara untuk membangun kebiasaan membaca buku :

1. Sediakan Waktu Khusus Untuk Membaca

Inilah yang paling penting, banyak dari kita kurang menyediakan waktu khusus untuk membaca. Padahal, waktu yang tersedia tidaklah harus cukup lama :

  1. Pagi hari 30 menit
  2. Sebelum tidur 40-60 menit
  3. Hari libur 1-2 jam

Waktu tersebut tidaklah harus akurat, itu tergantung kita mau menyediakan waktu itu sendiri. Tidak bisa pungkiri, kesibukan adalah beban utama dalam menyediakan waktu.

2. Tujuan Membaca

Apa sih tujuan membaca? Kalau cuma ingin terlihat pintar, yah cukup menenteng buku saja kemana-mana. Otomatis, orang-orang sekitar akan menilai bagus. Tujuan membaca buku bagi setiap orang berbeda-beda, tapi bagi yang ingin memiliki kebiasaan membaca buku, baiknya mempertimbangkan tujuan membaca.

Tujuannya sederhana, membaca buku ada dua pilihan pertama; untuk menambah pengetahuan pribadi dan kedua hiburan waktu luang.

3. Jadikan Telepon Pintar Sebagai Media Baca

Kesibukan dan beratnya membawa buku sebenarnya bukan masalah penting sekarang ini. Lewat telepon pintar sekarang ini sudah bisa membaca buku, lewat Google Playbook salah satunya, sudah banyak sekali ebook tersedia.

Dan membangun kebiasaan tidak melulu harus lewat buku, bisa saja membaca Esai-esai dari Mojok.co sebagai alternatif media baca.

4. Kembangkan Daftar Yang Ingin Dibaca

Daftar bacaan sebenarnya tidak begitu penting sih, menjadi perlu tahu kemana arah membaca buku. Kalau tidak memiliki daftar buku, bisa kesasar kemana-mana, dan akhirnya minat baca menurun.

Tapi biasanya setelah kita membaca lebih 20 buku, daftar bacaan buku akan tercipta otomatis. Jadi ingin tahu mengenai buku lainnya.

5. Jangan Jadikan Kebiasaan Membaca Sebagai Tantangan.

Saya pikir kebiasaan membaca buku bukanlah sebuah tantangan, kalau jadikan tantangan bisa-bisa malah drop nantinya. Jadikan saja sebuah alasan agar hidup lebih baik saja sudah cukup.

Kebiasaan membaca buku itu agar kita tidak terjebak kebosanan dan rutinitas harian yang begitu-gitu saja.

Lihat Juga : Beberapa Kelemahan Ebook. 

Membangun Kebiasaan Menulis Lebih Banyak

opened notebook with silver pen near magnolia
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com
“What matters in life is not what happens to you but what you remember and how you remember it.” Gabriel García Márquez

Membuat tulisannya yang panjang tidak lahir tiba-tiba begitu saja. Menulis itu membutuhkan kerja keras. Tidak hanya itu saja, menulis adalah upaya sadar untuk menuangkan ide-ide lewat susunan kata yang terjalin satu sama lainnya. Terlepas dari apapun, menulis  menjadi cara berkomunikasi kita sendiri lewat pikiran. Baru ketika diterbitkan, baik menjadi sebuah buku, artikel website, blog, dan tulisan pada media sosial, tulisan itu baru dibaca.

Tetapi kebiasaan menulis itu butuh dorongan yang banyak, tidak cukup hanya sabar saja. Bagian yang tersulit adalah memotivasi untuk menulis lebih banyak lagi. Jangan berkutat pada layar dan tombol keyboard saja, mulai lah menciptakan kebiasaan menulis dengan baik.

Membangun Kebiasaan Menulis

Saya sendiri sadar, butuh waktu yang cukup lama untuk membangun kebiasaan menulis. Dulu sih, terbiasa menulis dibagian belakang buku tulis. Baru kini membiasakan menulis pada laptop dan hp, jadi lebih simple lagi.

Teratur dan rutin menulis itu memang seperti olah raga saja, tadinya cuma biasa mengayuh sepeda berjarak 5 km, kemudian menjadi 10 km, lalu 20 km. Percayalah, semua itu butuh waktu.

Cara yang terbaik adalah menjadikan menulis menjadi rutinitas, berikut ada sedikit tips :

1. Menulis Setiap Hari

Ya harus menulis setiap hari, kalau tidak bagaimana membangun kebiasaan menulis, sedang belum terbiasa menulis sama sekali. Lah wong, kita saja bisa membalas pesan Whatsapp setiap harinya, cobalah hitung sudah berapa kata yang sudah anda tulis dipesan itu.

Yang paling simple bisa mulai dari 300 kata saja setiap harinya, tidak banyak kok, lalu coba sesekali menjadi 750 kata . Barulah kemudian 750 kata perharinya.

Nantinya anda akan sadar, perlahan-lahan menulis itu menjadi mudah kok. Entah itu tulisanya bagus atau tidak, bukan anda yang menilai. Biasanya kita akan malas menulis pada hari kedua, nah itulah tantang terberatnya. Jangan berhenti, kalau pun berhenti sementara, bacalah buku atau esai-esai ringan, itu untuk tambahan nutrisi pikiran anda.

2. Tetapkan Tujuan Menulis

Tujuan selalu menjadi hal penting, sebelum anda menulis, tujuan untuk menulis apa sih? Mau menulis esai atau menulis sebuah novel. Menetapkan arah tulisan itu, tidak perlu memaksa untuk jadi karya yang bagus. Paling penting jadikan rutinitas dahulu.

Sebagai contoh kalau anda ingin menulis sebuah novel, biasakan menulis cerita pendek (cerpen) setiap harinya. Kalaupun tidak ada ide, tulislah apa yang sedang anda rasakan saja, itu sudah sangat bagus kok

Selingi dengan berbagai macam ide penulisan, jadi tidak melulu tulisan itu-itu saja. Bisa itu sebuah curahan isi hati, kritik, esai, atau resume buku yang telah dibaca.

3. Luangkan Waktu Menulis

Mengenai waktu sudah pastinya yang paling penting, setelah berlatih kebiasaan menulis. Mulailah luangkan waktu yang cukup banyak untuk menulis. Kalau cuma diberikan waktu 10 menit perhari untuk menulis, sudah dapat dibayangkan berapa banyak tulisan yang dapat ditulis.

Berilah waktu yang cukup panjang untuk anda menulis, jangan berikan waktu sebentar-bentar saja. Mau menulis sebuah karya kok, waktu yang diberikan cuma sedikit, kecuali anda ingin menulis puisi, itu persoalan lain.

Minimal berikan waktu untuk menulis 30 menit, kalau bisa ya sejam. Nanti akan berjam-jam waktu anda menulis, tidak terasa lelah, malahan makin haus lagi untuk menulisnya lebih banyak lagi.

4. Jangan Edit Langsung

Kebanyakan dari kita, ingin tulisan terlihat bagus. Inilah letak permasalahannya, biasakan menulisa saja, lupakan keindahan kata-katanya, kalau tidak terjalin menjadi kalimat yang baik, itu persoalan nanti.

Baru menulis satu paragraf saja, sudah buru-buru dicek dan diedit. Nanti ide anda tidak mengalir dengan mudah. Biarkan ide anda  mengalir dahulu menjadi kalimat, barulah ketika sudah selesai. Bacalah ulang, dan perhatikan penggunaan kata yang salah, serta tanda baca yang kiranya belum sesuai.

Pemahaman tanda baca saya pikir penting sekali loh. Salah penempatan tanda baca, bisa-bisa nanti bisa salah tafsir nanti tulisannya.

5. Tempat Menulis

Upayakan mempunyai tempat menulis sendiri dan pada media yang tepat. Tidak dipungkiri menulis di cafe kurang melahirkan tulisan yang panjang dan menarik.

Kalau ingin coba, didalam kamar atau ruangan khusus, yang bisa menghindari kita dari kebisingan serta gangguan. Pastinya proses menulis akan terasa berbeda.

Dan untuk media sendiri lebih baik menggunakan komputer (baik PC atau Laptop), dibandingkan dengan handphone yang mudah membuat jempol cepat lelah. Tapi itu juga tergantung kemampuan pribadi juga sih.

6. Pahamilah Gaya Penulisan Sendiri

Memahami tulisan sendiri tidaklah mudah, gaya penulisan sendiri, tergantung apa yang mengilhami tulisan kita. Tapi sesekali bacalah semua tulisan anda sendiri, biar memahami perkembangan gaya penulisan sendiri.

Kita akan tahu, letak kesalahan gaya tulisan. Bisa jadi, terlalu berputar-putar, jadi maksud dari tulisan itu sendiri tidaklah jelas.

Dan bandingkanlah sesekali dengan tulisan karya orang lain, agar anda dapat memahami gaya penulisan lebih banyak lagi.

Mungkin cukup ini saja yang bisa dibagikan.  Mulailah giat menulis sebuah karya. 🙏

Lihat Juga : Bagaimana Menjadi Penulis Buku.

Bagaimana Menjadi Penulis Buku

person using typewriter
Photo by Min An on Pexels.com

Apa itu Penulis?

Penulis Buku adalah orang yang telah menulis sebuah karya, baik sebuah cerita, esai, karya sastra, atau karya akademis. Di Indonesia lebih dikenal istilah Pengarang Buku.

Ada banyak alasan, kenapa orang orang menulis, entah itu karena pekerjaan mereka, ekspresi kreatif, atau bisa pula kejenuhan mereka.

Untuk menjadi penulis tidak perlu syarat mutlak, cukup kreatif dan rajin saja sih.

Tidak ada hal yang begitu rekat untuk menjadi penulis, seseorang bisa saja tiba-tiba menjadi seorang penulis. Padahal diwaktu sebelumnya hanyalah seorang pekerja kantor biasa.

Tapi yang ingin berniat menjadi penulis, mulailah dari sekarang juga. Jangan ditunda-tunda.

Bagaimana Cara Menjadi Penulis Buku

1. Pelajari diri anda dahulu dan mulailah belajar.

Yup, tak kenal maka tak sayang. Mengenali potensi diri adalah hal terpenting, sebelum mempertimbangkan profesi apapun. Bagaimana menjadi penulis buku? Membaca sebuah buku pun belum pernah.

Apalagi banyak diantara kita, yang baru saja menyelesaikan membaca sebuah buku, langsung tergesa-gesa untuk menulis. Tenang, semua itu membutuhkan waktu dan proses.

Mulailah dari mempelajari dari buku-buku yang telah dibaca. Baik cara penulisan, gaya bahasa, hingga penggunaan tanda baca.

Belajar gaya penulisan yang agak sedikit sulit, kita terkadang mampu menilai setelah membaca novel, langsung berkata; “ah cerita begini doang”. Cobalah tiru, alih-alih baru sampai tiga paragraf saja ceritanya sudah tamat.

Lihat Juga : Cara Mencetak Buku.
2. Siapkan tempat dan media untuk menulis.

Bicara soal tempat, sebuah tempat dapat memberikan perasaan tersendiri dalam menulis. Tempat yang sunyi adalah pilihan tepat, dalam meluangkan waktu untuk menulis. Kalau ditempat keramaian, sebenarnya bukan pilihan bagus, Namun ketika ide datang, segerakanlah untuk menulis.

Ide untuk menulis itu bisa datang secara tiba-tiba, mulai biasakanlah menulis pelbagai media. Tidak hanya pena saja, kalau perlu semuanya. Baik itu laptop dan telepon genggam, jadikanlah media menulis juga.

Seperti Made Wianta yang terkenal lewat karya Puisi Rupa. Menulis yang tidak terbentur oleh media apapun, Dia menulis di atas kertas tisu, tiket, nota belanja, bahkan sobekan majalah. Puisi Rupa itu sendiri adalah salah satu cara merespon suatu situasi atau kondisi secara cepat, spotan, dan membebaskan.

Jangan terbentur pada pena yang bagus, telepon genggam yang canggih, apalagi laptop yang canggih (saking canggihnya dipakai buat main game saja).

3. Ciptakanlah pola pikir yang baik, jangan ragu.

Banyak yang penulis awalnya terkesima dengan tulisan yang bagus, serta kata-kata yang indah. Akhirnya mencoba membuat kata-kata yang indah dengan berpikir keras, dan hasilnya tentu saja buntu. Berkutat pada kata-kata indah sering kali meluluhkan kenginan menulis, bahkan satu paragraf pun tidak selesai-selesai. Lah wong niatnya pengen dipuji, bukan berkarya.

Nah sebelum menulis baiknya kita memiliki pola pikir yang positif, tidak perlu mengejar karya yang bagus. Jangan takut apalagi ragu, kalau tulisan tidak terasa bagus.

Memang banyak yang akhirnya berhenti menulis karena ragu dan malu, apalagi telah dapat cemohan orang-orang. Tapi tetap yakinlah, belajar perlahan-lahan, dan perbaiki gaya penulisan.

Lihat Juga : Pengertian dan Jenis Cover Buku.
4. Atasi gangguan dalam menulis, berusaha tetap fokus.

Gangguan dalam menulis itu bisa macam-macam, mulai dari diri sendiri kurang pede atau terlalu yakin sekali tulisannya bagus. Keduanya sama saja petaka besar. Menulis itu kaitannya dengan berkarya, bukan ingin dikenal. Yang paling pertama kali lawanlah diri sendiri dahulu, karena gangguan pertama kali adalah diri sendiri.

Setelah diri sendiri dapat diatasi, tentunya hal lain harus diatasi juga, seperti telepon genggam. Kalau menulis menggunakan telepon genggam baiknya aktifkan dahulu mode pesawat, agar tidak terganggu centang-centung pesan masuk.

Terakhir pastikan semua pekerjaan sudah selesai sebelum menulis, jangan sampai ditengah menulis, baru teringat kompor belum dimatikan.

5. Kalau sudah terbiasa menulis, mulailah tetapkan waktu.

Setelah mampu mengatasi gangguan menulis, mulailah tetapkan waktu untuk menulis. Entah itu setiap hari sebelum tidur, maupun menetapkan waktu sembarang ketika ada ide. Kalau bisa keduanya lebih baik.

Disiplin waktu itu baik sekali, pastinya tulisan sebuah buku akan cepat selesai. Eh tapi, jangan over pede dahulu, koreksi juga tulisan dari awal kembali. Ya, dengan mengkoreksi, kita akan tahu kesalahan kecil atau besar dalam setiap penulisan.

Tapi yang menarik itu tetap menulis disembarang waktu, baik berupa esai, puisi, maupun cerpen. Menulis sembarang waktu, seperti mengumpulkan butir-butir emas kreativitas. Jadi kedua point ini tetap dipakai, baik itu disiplin waktu menulis dan sembarangan waktu menulis, malah nanti bisa jadi dua karya buku loh.

Terakhir

Tunggu apalagi, masih saja ragu menulis sebuah buku. Karya terkenal itu tidak tahu kapan muncul, boleh jadi itu dari karya anda sendiri.

Lihat Juga : Standar Ukuran Buku.

Tips Mencetak Buku Mandiri

Mencetak Buku Itu Sedikit Sulit

books placed between branches of blossoming tree
Photo by Karolina Grabowska on Pexels.com

Mencetak buku sendiri itu bisa dibilang gampang-gampang susah, menjadi sulit kalau kita tidak ingin memahami, bagaimana cara mencetak buku yang sesuai keinginan kita.

Bisa dibilang mencetak buku sedikit berbeda dengan proses percetakan pada umumnya, lewat jasa fotocopy pun tidak sama. Karena harus tahu mengenai margin (batas tepi) buku yang harus benar-benar diperhatikan, agar benar-benar nyaman dibaca.

Perkara nyaman dibacalah, yang menjadikan proses pembuatan buku, agak sedikit rumit. Kalau asal cetak saja, alih-alih bukannya bagus, malah menjadi berantakan tidak karuan.

Mulai dari susunan halaman, penempatan penomoran halaman, ukuran font, hingga ke desain cover dan isi.

Tata letak isi (paragraf dan ukuran font) maupun cover harus diperhatikan sekali, jangan sampai terlalu dekat dengan bagian dalam lem dan luar buku. Bisa-bisa nanti terkena potong, atau terlalu mepet, jadi pas buku dibuka terlalu sudut ke dalam.

Karena sebab itulah ada beberapa point sederhana yang harus kami bagikan.

Hal yang harus diketahui sebelum mencetak buku :

1. Ukuran Buku Yang Diinginkan

Coba tengok koleksi buku anda, dan pilihlah yang paling nyaman dibaca. Yup, ambil penggaris kemudian ukurlah, kira-kira masuk ke ukuran buku ya mana? Mengenai ukuran buku bisa dilihat disini.

Dari ukuran buku, kita juga bisa ukur margin (batas tepi dengan paragraf) buku tersebut.

2. Cari Desain Cover dan Tata Letak Isi Yang Sesuai Keinginan.

Ada baiknya kita melihat koleksi buku sendiri, boleh juga sesekali ke toko buku atau perpustakaan hanya untuk melihat-lihat desain dan tata letak isi yang diinginkan. Setelah itu, cari tutorial atau template desain yang diinginkan. Bisa juga melalui www.canva.com untuk desain cover.

3. Memilih Jenis Kertas Yang Cocok Untuk Buku.

Untuk sebuah buku bacaan, baiknya menggunakan book paper atau HVS. Yang paling baik untuk membaca berlama-lama, yaitu book paper. Kalau HVS agak cepat membuat mata lelah.

4. Mempersiapkan Biaya Cetak.

Nah ini, masalah terbesar adalah biaya (duit-duit). Namun seiring perkembangan zaman mencetak buku satuan sudah mudah, dan tidak perlu mengeluarkan biaya relatif tinggi. 1 buku saja bisa dicetak kok sekarang, tidak perlu banyak-banyak.

5. Pilih Tempat Cetak Buku

Tempat cetak buku sekarang ini sudah relatif banyak bisa online. Tapi pastikan tempat cetak buku itu bisa menjilid dengan Lem Panas, karena jilid dengan lem panas menjadi standar bagi buku Penerbitan.

Mungkin itu saja yang dapat kami bagi, sebagai gambaran ringkas sebelum mencetak buku karya anda sendiri.

Selamat Menulis..

Lihat juga : Template Layout Buku.