library in old stone palace with ornament on wall

Buku Cetak vs Ebook

Pandangan Mengenai Buku Cetak Dengan Ebook

Buku dan ebook sebenarnya bukan masalah baru. Ebook hadir beberapa tahun belakangan, dan masih bertahan hingga kini. Namun tetap saja menjadi dilema penggunaannya.

Sekarang ini sudah beberapa Penerbit di Indonesia mulai beradaptasi dengan ebook, semenjak adanya Aplikasi Google Play Books (maaf tidak tahu soal aplikasi iPhone, apalagi Kindle)

kindle technology amazon tablet
Photo by freestocks.org on Pexels.com

Sayangnya baik ebook dan buku cetak belum dipandang betul di Indonesia. Yah bisa dibilang, karena budaya malas baca. Untungnya perkembangan literasi visual cukup bagus, dengan maraknya penggunaan YouTube, yang memiliki konten edukasi didalamnya. Tapi ada beberapa yang menyesatkan juga.

Bicara budaya membaca sebenarnya kebutuhan krusial, tidak cukup hanya melek huruf saja. Melek secara pemikiran kritis sangat perlu.

Sebenarnya kehadiran ebook sangat membantu sekali keberadaan buku cetak. Kita bisa melihat beberapa halaman versi ebooknya sebelum memutuskan membeli bukunya. Kalau ditoko buku belum tentu bisa semudah ini, terkadang harus buka segel plastiknya dahulu, baru bisa melihat ke dalam isi bukunya.

Kalau di luar sana ,Penerbit sangat memanfaat sekali fitur ini. Customer sering kali melihat dahulu ebooknya di Google Play Books, baca beberapa halaman gratisnya. Lalu customer dapat memutuskan membeli buku fisiknya di market place.

Buku Cetak

Buku cetak memiliki banyak keunggulan, diantaranya memiliki nuansa buku secara sempurna. Kita dapat merasakan memegang buku, membalikkan halaman buku satu persatu, hingga merasakan bentuk serat kertas melalui sentuhan jari.

Terlebih buku cetak, pilihan terbaik dalam membaca sebelum kita tidur, tidak membuat ketegangan mata dibandingkan membaca melalui telepon genggam. Alih-alih ingin membaca buku lewat telepon genggam, malah tambah sulit tidur.

Kalau bicara, dibawa kemana-mana, pastinya ebook lebih mudah. Cukup mengandalkan telepon genggam anda saja sudah cukup. Tidak repot membawa banyak buku, untuk menjalani keseharian.

Lihat Juga : Ukuran Standar Buku.

Ebook

Ebook memiliki desain yang berbeda dengan buku cetak, layout bukunya saja berbeda jauh dengan buku cetak. Di Aplikasi Google Playbook sendiri, mengenalkan tata letak model Flowing Text, jauh berbeda dengan tampilan buku umumnya.

Adaptasi tampilan ebook sangat membantu proses membaca ebook, tapi sayangnya tidak merasai sudah berapa halaman sudah membaca. Tidak dipungkiri tebalnya sebuah buku, menjadi tantangan sendiri dalam motivasi membaca buku lebih banyak lagi.

Lihat juga : Kelemahan Ebook.

Perbandingan Harga

Ebook sendiri, harusnya lebih murah dibandingkan buku cetak. Entah kenapa di Indonesia, harganya masih sama dibandingkan buku cetak. Hal ini menjadi penghalang besar, perkembangan ebook di Indonesia.

Para pembaca buku tentunya mengharapkan harga yang lebih murah dari buku cetak. Mungkin ada alasannya lain, terlebih buku bajakan di Indonesia sangat merajalela. Tentu akan mengkhawatirkan, bagi penerbit sendiri. Niatnya mencari tambahan untung (lebih tepatnya bertahan, karena banyak sekali penerbit sekarang yang gulung tikar) malah tidak mendapatkan apa-apa.

Tapi ada baiknya mempertimbangkan harga yang didapat karena memperoleh tambahan informasi serta pengetahuan dari buku. Pengetahuan adalah investasi terbesar bagi pribadi.

Kesimpulan

  • Buku cetak membuat merasakan lebih fisik buku, dapat memegangnya, membalikkan halamannya, serta merasakan serat kertasnya.
  • Buku cetak lebih bersahabat dan nyaman untuk mata, tidak membuat mata tegang dan kelelahan.
  • Buku cetak tidak memerlukan sama sekali listrik.
  • Ebook dapat dibawa kemana-mana beberapa judul buku dalam 1 perangkat saja.
  • Ebook bisa disimpan dengan baik dalam satu gadget, tidak memerlukan sama sekali rak buku, tidak ada resiko rusak.
  • Ebook dapat dibaca dalam tempat gelap, tidak membutuhkan penerangan, tapi resikonya tinggi juga, terhadap mata.
Lihat Juga : Cara Membangun Kebiasaan Membaca Buku.