Arsip Kategori: Artikel

Artikel Seputar Print

Membaca Buku Sambil Ngopi

Photo by fotografierende on Pexels.com

Ngopi diwaktu santai; mau baca buku apa ya? sambil memilih-milih buku lama pada rak buku berdebu. Kegiatan santai yang tidak pernah lepas dari ngopi dan buku, kebiasan ngopi dan ngeteh diwaktu santai terasa tak lengkap jika tak ada buku. Tidak tahu kapan tradisi ini dimulai, sepanjang jalan kenangan soal ngopi sambil membaca buku, sepertinya sudah berlangsung dari tempo dulu. Lama sekali.

Belum PARIPURNA kalau mau merujuk kata yang sendang tren sekarang ini. Ah ngopi sajalah, tidak perlu memikirkan diluar sana. 

Baca buku itu butuh sedikit konsentrasi dan lebih banyak bersantai dengan pikiran. Baca buku jangan dianggap sama dengan belajar kebutuhan sekolah. Memangnya baca buku itu untuk ujian saja ๐Ÿ˜“.

Membaca buku sambil ngopi itu memang nikmat, terasa syahdu. Buku bacaan yang ringan, pas sekali untuk menemani kopi anda. Jangan coba sekali-kali membaca buku horor ditengah malam sepi dengan kopi. Bukan menyeramkan, melainkan bakalan begadang sampai pagi dengan penuh ketakutan serta penasaran.

Kopi bisa menambah kekuatan membaca loh, terkantuk-kantuknya mata, perlahan akan hilang oleh secangkir kopi. Dan menambah fokus konsentrasi pada membaca buku.

Kedai kopi dan buku

Hubungan antara buku dan kopi melebihi apapun, beberapa lembar halaman terbaca lalu menyeruput kopi. Kopinya mulai habis dan buku pun belum tamat.

Di Jakarta masih jarang menyediakan kedai kopi yang memajang buku-buku kalau majalah dan buku menu memang banyak. Bisa dibilang masih sangat sedikit. Yang bertebaran dimana-mana adalah “tongkrongan kopi” yang memberi kesan nyaman dan elegan. Mungkin dikarenakan budaya baca di Indonesia masih kurang. Padahal Kedai Kopi adalah pilihan menarik untuk santai sambil menikmati buku.

Kedai kopi yang hening diselingi musik merdu, ringan dan lembut, pasti dicari bagi penggemar baca buku.

Memang pemandangan cukup langka, melihat dikedai kopi ada orang yang membaca buku. Populasinya dipenuhi oleh yang bersantai dan yang bekerja dengan gadget.

Dulu pernah sekali membaca buku di warkop tampomas. Warung kopi merakyat ini menjadi pilihan yang sangat kekeluargaan. Dari harga hingga pengunjung lainnya, semua bisa jadi sahabat. Ya balik kembali, ke soal kopi dan baca. Baca buku disana nyaman, tidak banyak gangguan pemandangan hilir mudik (sedikit sepi). Ya jangan datang pas waktu istirahat pastinya ramai sekali.

Rumah dan Kopi

Rumah adalah tempat baca buku yang paling alamiah (hemat dan irit), dimana lagi selain sofa yang empuk dan kopi buatan rumah sendiri. Kopi rumahan, sebenarnya kopi yang tertakar baik, kopi yang sesuai dengan cita rasa sendiri.

Yang perlu diperhatikan membaca buku dirumah, adalah waktu membaca. Carilah waktu yang tenang, entah itu pagi atau malam hari, hanyalah pembaca buku yang tahu waktu yang tepat.

Selama ngopi dan baca buku dirumah ya, harap perhatikan tugas-tugas rumah sudah selesai. Ya, jangan sampai ditengah-tengah membaca buku lupa mematikan kompor. Dan jangan lupa cuci gelas kopinya.๐Ÿ˜€

Cetak Online selama Pandemi

Dunia yang Berubah

Photo by Anna Shvets on Pexels.com

Tidak dapat dibayangkan memang, Dunia sedang berubah. Semua tatanan kehidupan dipaksakan terjarak dan terbatas. Yang tadinya bisa melayani jasa percetakan dengan tatap muka, sekarang tidak mungkin.

Memang benar bisnis cetak terkena dampaknya. Yang paling terlihat adalah ketika waktu sore, tidak terlihat pembagian brosur dipinggir jalan. Entah brosur cicilan kendaraan bermotor atau apapun yang sedang mengenalkan produknya.

Anak sekolah pun kini belajar dari rumah, sudah tiada lagi tugas yang tercetak lagi tiap harinya. Tidak ada wajah yang tergesa-gesa, yang menginginkan tugasnya cepat selesai lalu dikumpulkan.

Akhirnya Only Print memilih Cetak melalui Online saja. Dan menutup salah satu cabang yang melayani Print Harian. Kenapa ditutup? Karena beberapa alasan logis, akhirnya ditutup dan pelayanannya dialihkan ke Print Online saja.

Mulai dari Print Dokumen, Print Skripsi, semua dialihkan ke via Online. Hanya saja cetak foto belum bisa diterapkan, karena masih keterbatasan tempat.

Berikut daftar Cetak Online yang kami layani selama Pandemi Covid-19 ini :

Untuk sementara waktu layanan lainnya masih ditangguhkan. Masih kami croscek sana-sini dahulu. Sabar ya. Nanti ketika dunia kembali sediakala, kami akan melayani seperti sediakala lagi kok.

Menulis Buku Sekarang Ini

Menulis Buku Zaman Modern

writer working on typewriter in office
Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com

Menulis buku diwaktu ini terasa mudah (tepatnya ditahun 2020 ini), ya memang mudah kok. Menulis buku itu tidak hanya, tidak tapi, dan tidak bukan melalui lewat pena saja. Lewat layar datar telepon pintar saja sudah bisa menulis. Menulis atau mengetik ya? Sudah-sudah, bukan itu maksudnya. Menulis sebuah tulisan, tujuannya untuk dibaca.ย 

Dulu pernah membaca buku sejarah dunia, bagaimana manusia mulai menandai komunikasi lalu timbullah huruf-huruf. Huruf-huruf itu tidak seperti tulisan dibaca sekarang ini. Huruf-huruf tempo dulu adalah simbol.

Ya kalau sekarang sudah mudah sekali membaca tulisan. Tidak ada hambatan purna rupa bahasa. Tinggal Select All, lalu Paste ke Google Translate. Entah terjemahannya itu benar atau salah dalam segi penyusunan kalimatnya? Mosok Google bisa segitu hebatnya.

Jangan copy paste tulisan orang lain juga ya. Jadilah kreatif.

Tapi, tapi, tapi, bingung juga sih?

Kenapa dengan maraknya media sosial, budaya menulis tidak bisa tumbuh pesat ya? Malah tumbuh budaya update kalimat-kalimat pendek. Entah itu nyinyir atau quote-quote tidak jelas.

Tips Menulis

Ya mau tidak mau harus bagikan juga Tips Bagaimana Mengawali Menulis, berikut tips menulis yang simple, agar mudah dipahami :

  • Sering membaca buku : membaca buku secara rutin akan menambah kosa kata dan meningkatkan kreatifitas.
  • Sering menulis catatan pendek : tidak dipungkiri, menulis catatan pendek itu dapat menambah kemampuan dalam menulis.
  • Pelajari dan ikuti gaya penulisan pengarang buku favorit : meniru itu bisa menemukan dimana letak gaya menulis kita.
  • Jangan memaksa diri : kebanyakan kita selalu memaksa diri agar tulisan terlihat bagus dan indah, dan bersikeras agar cepat selesai,
  • Menulis diwaktu santai : memilih waktu yang santai atau ketika ide itu hadir segerakanlah menulis, agar ide tidak bisa hilang begitu saja.
  • Coba riset sana-sini : melihat tulisan orang-orang lainnya lewat media online dan media cetak, dapat mengetahui tren dan tema yang akan ditulis
  • Terakhir, temukan kemampuan diri sendiri : tidak perlu memaksa, belajarlah dari waktu ke waktu.

Dari semua tips diatas mosok tidak bisa menulis juga. Ini tips yang paling penting; Kalau masih malas menulis saja, biarkan telepon pintar yang mengetik sendiri. Tinggal bicara cas cis cus, sang telepon pintar akan mengetik semuanya secara otomatis. Sungguh indah abad 20 ini. Ya kalau ingin langsung cetak buku bisa juga dikami kok. ๐Ÿ™ƒ

Benda Aneh Untuk Pembatas Buku

Bicara kebiasaan baca buku, pastinya kita tidak bisa membaca terus sebuah buku atau jarang sampai habis dalam satu waktu. Kalau main game mungkin sih. Pas baca buku sendiri pasti banyak diantara kita yang suka melipat bagian halaman buku. Itu sudah paling umum hampir semua pembaca melakukan itu, ya tidak semua sih.

pembatas buku pada umumnya

Kadang kita beruntung, pas membeli buku dapat bonus pembatasnya. Kalau tidak ada, pasti kita coba mencari alternatif penggantinya.

Atau bisa membuat sendiri pembatas buku, yang paling baik ukuran pembatas buku itu 12 cm x 3 cm saja. Biar bisa pas ditempatkan semua ukuran buku, buku koleksi anda yang berbeda-beda ukurannya.

Admin sendiri pas membaca buku pernah pakai kertas timah rokok pembatas buku, yang paling aneh sih pernah pakai daun kering. Ada sih yang lebih aneh tapi malu bilangnya.

Kalau bicara aneh, kira-kira apa ya? Benda yang layak dijadikan pembatas buku. Yang pasti, bukan daun pintu jendela saja dijadikan pembatas buku. Itu mah kebangetan.๐Ÿ˜…

Berikut pembatas buku yang aneh admin pernah telusuri dan sebagian pernah dicoba :

  • Sumpit (Kalau sumpit pasti pas baca bukunya lagi dimeja makan)
  • Sedotan (Nah sedotan, pasti baca buku lagi diwarung kelontong)
  • Kabel tis (Ini pasti lagi dimana ya?)
  • Tagihan hutang (Sengaja dijadikan pembatas buku biar ingat kapan jatuh tempo)
  • Surat cinta๐Ÿ™„ (Bingung mau ngomong apa, yang pasti posesif banget)
  • Tisu (Ini yang paling baik, jangan tisu bekas flu aja dipakai pembatas buku)
  • Nota belanja (Baru selesai belanja buku, nota belanja langsung dipakai pembatas buku)
  • Sambel saset (Ya kalau lagi makan di KFC sambel sasetnya diminta) Lumayan buat pembatas buku)
  • Uang ;maklum Sultan ๐Ÿ˜“ (Tidak mau komentar)
  • Robekan foto mantan (Jeng.. jeng.. maksudnya apaan nih?)

Mungkin segitu saja kali, kalau menambah banyak lagi bisa-bisa membuat inspirasi keanehan pembatas buku. Nanti malah tambah bikin tersesat.

Bisa dibilang, power off kepepet bisa menjadikan benda apapun jadi pembatas buku. Apalagi pas orang orang tua memanggil dengan keras. Langsung dengan sigap berkata “iya mak..”. Benda terlihat depan mata langsung dijadikan pembatas buku.

Standar Ukuran Buku di Penerbitan

Prakata Ukuran Buku

Ukuran buku umumnya berdasarkan tinggi kali lebar, pada bagian lebar adalah bagian membuka buku. Buku umumnya bentuk persegi panjang, sekarang ini ada buku yang berbentuk kotak. Pada buku modern sendiri, ukuran buku tidak baku, banyak Penerbitan mencoba variasi ukuran buku. Entah demi karena desain buku tersebut atau keperluan buku itu sendiri. Ya juga ada buku ukurannya sangat besar sekali.

Di Indonesia sendiri ukuran-ukuran bukunya sedikit berbeda dengan penerbitan buku luar. Ada istilah ukuran buku unesco, ukuran ini biasa dipakai pada buku-buku Penerbitan buku ilmiah.

Ukuran Buku

Berikut beberapa daftar ukuran buku di Indonesia :

Nama UkuranUkuran BukuJenis Buku
Duadecimo13 cm x 19 cmNovel
A514,8 cm x 21 cmNovel & Umum
A610,5 cm x 14,8 cmPuisi
B5 JIS18,2 cm x 25,7 cmUmum & Edukasi
B5 ISO17,6 cm x 25 cmUmum & Edukasi
B6 JIS12,8 cm x 18,2 cmPuisi, Novel, & Esai
Unesco15,5 cm x 23 cmAkademisi & Ilmiah
A421 cm x 29,7 cmJurnal & Edukasi
Standar Ukuran Buku

*Keterangan : Untuk Jenis Buku Umum dapat digunakan berbagai latar belakang jenis buku, baik pengetahuan sehari-hari dan ilmiah serta tidak ada batasan Genre Buku.

Baiknya ya, memberikan penjelasan terhadap semua ukuran diatas. Nanti akan ditambah lagi penjelasannya. Ada juga ukuran buku lainnya, seperti buku terkecil didunia atau ukuran buku terbesar dunia. Ini tidak termasuk segmen buku bacaan sih.

Ukuran buku tidaklah penting, yang penting oplah cetaknya๐Ÿ˜…. Ya tidak begitu juga, ukuran buku itu kembali kepada berbagai aspek; mulai dari jenis konten buku, desain, target marketnya hingga ke biaya produksi cetak bukunya.

Patut disayangkan, karena biaya produksi yang cukup tinggi, jika harus mencetak dalam oplah ribuan. Akhirnya ukuran buku diperkecil untuk meminimalisir biaya produksi.

Untungnya sekarang sudah bisa mencetak buku tanpa minimal jumlah cetak.

Penyebabnya perkembangan teknologi serta minat baca buku terus berkurang,  tergerus oleh perkembangan teknologi internet. Kalau tidak best seller tidak mungkin dicetak dalam oplah yang tinggi. Maka sekarang ini mulai lahirlah percetakan yang bisa dengan minimum jumlah cetak.

Terakhir yang paling penting adalah aspek kenyamanan membaca buku, bukan ukuran buku itu sendiri. Buatlah buku yang nyaman dibaca. Perhatikan jenis font yang digunakan hingga ukuran fontnya juga. Jangan sampai buku yang segmennya untuk orang tua malah menggunakan font yang kecil. Ya jadi tidak bisa dibaca dengan mudah.

Kertas untuk novel apa sih?

Pada novel acapkali menggunakan kertas book paper. Kertas book paper adalah sebuah kertas yang dibuat khusus untuk penerbitan sebuah buku, kertas ini berwarna high krem, lebih ringan daripada kertas HVS.

Kalau bisa dibilang novel belum paripurna jika belum menggunakan kertas book paper.

Kertas book paper tergolong sangat ringan, meskipun ketika dijadikan sebuah novel lebih tebal sedikit dari novel yang berbahan HVS. Novel yang menggunakan book paper lebih ringan sekali. Ya ringan sekali, berat bukunya setengah dari novel berbahan HVS.

Salah satu alasan lagi kertas untuk novel memakai book paper adalah segi kenyamanannya dalam membaca buku berlama-lama. Sudah ringan dan sangat nyaman dibaca berlama-lama. Dibandingkan dengan yang berbahan HVS.

Mengenai ketebalan kertas book paper sendiri mulai 52 gsm, 57 gsm, dan 72 gsm.

Maka sebab itu kertas untuk novel adalah book paper, sesuai dengan kebutuhannya dalam membaca, bukan menghapal ya, itu berbeda lagi konteksnya. ๐Ÿ˜€

Ingin tahu jenis kertas lainnya cek disini.

Beberapa Manfaat Membaca Buku

Sampai sekarang ini agak kebingungan dengan manfaat membaca buku, mungkin karena zaman yang sudah berubah banyak secara drastis. Mencari pengetahuan dan hiburan sekarang ini begitu mudahnya lewat genggaman Smartphone, kita sudah bisa kemana-mana. Bahkan menjawab pertanyaan matematika yang sulit pun sudah bisa lewat genggaman tangan.

Apalagi membaca buku diwaktu sekarang menjadi pemandangan cukup langka dan sangat langka, ditengah ramainya Warung Kopi (coffee shop) atau dalam angkutan umum, yang terlihat banyak adalah memegang smartphone.

Barang kali artikel ini terlalu cukup dipaksakan hadir, demi kelangsung membaca sebuah buku. Berikut alasan kenapa kita perlu membaca buku :

1. Menjaga Pikiran tetap Aktif
Dengan baca buku secara rutin dapat membuat otak (pikiran) kita aktif, tentunya tidak perlu berlama-lama, apalagi sampai begadang semalaman.

2. Obat Stress
Ada beberapa buku yang bisa membuat Kita tertawa, buku-buku humor bisa menjadi salah satu pilihan. Novel tentunya sangat baik sebagai peneman waktu senggang

3. Menambah pengetahuan
Nah ini adalah point yang paling penting; menambah pengetahuan. Acapkali pas waktu membaca menemukan hal baru, baik itu pemikiran maupun ide.

4. Menambah keragaman kosakata
Awalnya tidak menganggap terlalu penting, karena merasa cukup mapam dengan kemampuan bahasa Indonesia, tapi setelah membaca beberapa buku merasa banyak kosa kata bahasa Indonesia belum diketahui misalnya kata “kekenesan dan beting”.

5. Kemampuan menyimpan memori
Soal simpan menyimpan hal ini mulai terasa bila umur semakin tua. Tidak perlu berlama-lama 1 bulan atau 2 bulan, terkadang kita lupa, dengan membaca buku terkadang memori lama yang sudah dilupakan mulai teringat kembali, seperti rasa rindu yang hilang (mulai ngelantur).

6. Berpikir analitis
Ini yang paling seru, dengan maraknya hoax. Membaca buku membuat filter terhadap berita-berita bohong yang beredar, secara sepintas pun kita dapat menganalisa apakah itu benar atau tidak?

7. Meningkatkan konsentrasi
Membaca buku di angkutan umum atau warung kopi, bisa membuat konsentrasi makin tinggi. Gangguan hilir mudik orang-orang, bau parfum menyengat, atau orang bicara disebelah kita, ketika asyik dan larut dalam bacaan buku tidak menjadi gangguan lagi.

8. Kemampuan menulis
Berkaitan dengan sebelumnya membaca menambah keragaman kosa kata, dengan membaca kita semakin kaya dengan keragaman kata, tentunya semakin mudah untuk menulis.

9. Ketenangan
Buku adalah salah satu cara menghibur diri, baik ranah imajinasi ataupun pengetahuan. Setiap membaca buku bisa menemukan hal-hal baru, sesuatu yang unik dari buku.

10. Alternative hiburan waktu luang
Agar tidak itu-itu aja, membaca buku juga bisa sebagai alternatif hiburan. Jangan baca buku berat-berat ya. Salah satu contoh membaca novel atau juga boleh membaca komik.

Dari semua penjelasan diatas, ada baiknya kita sering membaca buku. Seperti kita tahu Buku itu adalah jendela dunia.

Teman membaca buku apa saja ya?

Membaca buku tak hanya persoalan mata, posisi duduk yang baik serta penerangan yang baik yang menjadi aspek penting dalam membentuk konsentrasi membaca. Mau baca buku saja kok repot? Iya membaca buku itu memang merepotkan, seperti nonton drama seri favorit yang sedang seru-serunya langsung muncul iklan. Emosional lagi tinggi-tingginya terbentur iklan, mau menangis tertahan atau marah tertahan. Saya juga tidak bisa membayangkan kalau pertandingan bola dikasih iklan, pas mau gol, iklan langsung muncul.

Nah apa saja yang membantu menemani teman membaca buku:

1. Minuman

Minuman adalah sahabat setia dalam membaca buku, sedikit pastikan minuman yang anda pilih adalah minuman hangat. Kalau minuman dingin pakai es, sebenarnya boleh-boleh saja. Tapi eh tapi, kalau keseruan membaca bisa lupa esnya sudah mencair, rasa minumannya bisa adem. Pilihlah minuman hangat seperti kopi, teh, coklat hangat, atau wedang jahe(ini tergantung cuaca).

2. Makanan ringan

Kalau makanan saya pribadi bingung mau kasih contohnya, terlebih tidak suka ngemil. Paling simple sih makanan ringan yang tidak ada remah-remahnya sih. Kalau waktu kantuk tiba tidak perlu repot beresin remah makanan itu.

3. Musik

Musik instrumen yang paling pas, kalau musik rock, pop, atau koplo bisa ikutan asyik bersenandung ria. Bisa-bisa malah kelupaan membaca bukunya, asyik bersenandung lalu berjoget.

4. Buku catatan dan pena

Buku catatan dan pena sangat penting, apalagi ketika membaca buku yang sifatnya informatif. Kalau novel juga bisa sih, terkadang kita juga harus mencatat quote-quote penting yang inspiratif.

Mungkin ini saja sementara hal-hal ini saja dilain waktu akan saya tambahkan lagi. ๐Ÿ™‚

 

Tetap aman

tetap aman, ada beberapa customer kami mengatakan Stay Safe. Ya, kata ini bagi kami sangat berharga dan melegakan. Ini adalah penghargaan besar bagi kami, menjalankan usaha ditengah pandemi ini sangat menuntut banyak kehati-hatian dengan menjalankan prosedur kesehatan yang baik (ketat).

Bagi kami bisa menjalan usaha ditengah pandemi terasa tumpang tindih, karena ada banyak orang kehilangan pekerjaan, dan ini bukanlah keberuntungan. Sekedar info juga, salah satu cabang kami telah tutup, karena harus dialihkan ke online, demi keamanan dan kesehatan kita semua.

Menulis dimasa Pandemi

menulisMenulis dimasa pandemi sekarang ini, susah banget, selain berada dalam ancaman penyakit, ekonomi, dan lagi kejenuhan. Menulis diwaktu sekarang memang terasa cukup dalam, Ya dalam… Ini lebih sakit dari pada menuliskan kenangan. Padahal dahulu cukup pandai untuk menulis janji-janji manis. Berada dalam ketakutan serta kejenuhan memang sangatlah berbeda.

Saya juga bingung kenapa Anne Frank mampu menuliskan catatan hariannya yang panjang dalam keheningan, kejenuhan, dan ketakutan. Memang saya pribadi bukanlah ilmuwan yang dapat menuliskan pandangan serta catatan kritis yang berpengaruh.

Menulis sekarang ini serasa pencarian amat jauh, mau nulis saja jadi repot yah? Padahal tidak perlu banyak mencari ini itu, cukup menulis saja dengan semangat. Entah apa jadinya nanti.

Memang yang menghambat adalah pikiran ini karena sudah terbiasa berkomentar, dibanding berpikir dan merenung. Saya tidak mau berbicara soal berpikir, karena ini terlalu berat. Mending kita merenung, karena dengan merenung bakalan kesasar kesana kemari yang kadang membuat tersenyum sendiri.

Dan mulailah menulis catatan-catatan pendek, ya kalau tulisan terlihat carut-marut ya tidak apa-apa, wong bukanlah update status media sosial. Menulis kan memberhentikan kekosongan diri, dan memulai memberi jalan pada pikiran ini. Sedikit demi sedikit akan menjadi tulisan panjang. Ya seperti tulisan ngawur ini, awalnya ingin menulis artikel bermanfaat malah kesasar jadi tulisan ini.